Nona CEO & Mr.Mafia

Nona CEO & Mr.Mafia
agakk


__ADS_3


"Hal ini, Akanku bereskan sendiri" ucap Eldora dengan sorot mata yang tajam.


Ia menelusuri lorong dengan penuh emosi, para pelayan juga jadi keheranan saat melihatnya. "Ada masalah apa lagi antara mereka?" ucap salah satu pelayan yang melihat Eldpora dari jauh.


"Jangan membicarakan mereka!, apa kau mau di pecat" balas lainya.


"Kalian sedang apa disini?" ucap kepala pelayan yang tiba-tiba datang menghampiri mereka.


Seketika itu juga kedua pelayan itu terkejut dan membungkuk " tidak! kami tidak sedang apa-apa" ucap salah sagunya yang spontan menjawab.


"Magsudku kami baru saja akan melanjutkan pekerjaan" lanjutnya memperjelas.


"Kalau begitu pergilah" ucap kepala pelayan.


...


"Ijinkan aku mengurus hal ini!" teriak Eldpora sebari membuka pintu kesal, ia menebak-nebak bahwa Reagan ada di ruangan yang baru ia temui waktu itu, dan tebakkannya ternyata benar.


Saat Eldpora membuka pintu dengan keras dan berteriak, Reagan yang berada di dalam agak terkejut dan sekali melihat Eldpora, namun ia kembali fokus pada senjata yang ia sedang siapkan itu. "Bisakah ketuk pintu dulu?" tanya Reagan cuek.


"Mau kemana kau?" tanya Eldpora yang melihat Reagan sedang memegang senjata.


"Apa mau membu*uhku? sekarang?" lanjutnya dalam hati sebari melirik tempat dimana papan yang terdapat poto wajahnya itu.


"Dimana papannya?, sudah tidak ada" lanjutnya.


"Ke kota" jawab Reagan sebari membereskan koper dan menatap Eldpora.


"Mau ikut?" ucap Reagan yang mendekati Eldpora dan menatapnya dengan sangat dekat.


Eldpora agak tertegun dan beberapa detik hanya terdiam sebelum akhirnya ia mengangguk dan pergi bersama Reagan.

__ADS_1


...


...


"Benar-benar canggung" ucap Eldpora dalam hati setelah duduk di kursi depan mobil Reagan dengan Reagan yang menyetir.


"Sudahlah! fokus saja pada yang harusnya kau lakukan Eldpora" lanjutnya sabari berusaha tak terjadi apapun antara dia dan Reagan.


"Apa yang akan kau lakukan kedepannya?" tanya Reagn yang seketika mengacaukan pikiran Eldpora.


"eh?, itu... aku bingung, bingung bagaimana menyikapi perlakuan seorang sahabat yang berbuat jahat pada sahabatnya sendiri" jawab Eldpora.


"Rasanya agakk..." ucapan Eldpora yang terpotong.


"Kau mau bemberinya hukuman seperti apa?" tanya Reagan lagi.


"Aku akan melaporkannya dan akan bertindak sesuai hukum" jawab Eldpora.


"Payah, kau memang pintar tapi ternyata itu tak berguna" ucap Reagan.


"Aku sudah mempunyai rencana, akanku jelaskan saat sudah di hotel" ucap Reagan.


Eldpora pun mengangguk, yang artinya ia meng-iyakan apa yang Reagan bilang barusan. "Aku harus bertahan sedikit lagi, demi para karyawan yang sudah bekerja keras di perusahaan, apapun yang akan terjadi nanti aku tak akan mundur, meski aku mungkin harus membutuhkan bantuan Reagan, jika masalah perusahaan terselesaikan aku akan memberikannya apapun yang dia mau, termasuk jika kau menginginkan nyawaku" ucap Eldpora dalam hati yang memandangi jalanan dengan tatapan kosong.


...


"Hubungan kita benar-benar aneh" lanjutnya sebari sedikit tertawa.


"Kenapa kau tiba-tiba tersenyum?" tanya Reagan yang heran melihat wanita yang di sebelahnya itu tiba-tiba tersenyum.


"Tidak ada" jawab Eldpora singkat.


...

__ADS_1


Merekapun melanjutkan setengah perjalanan dengan saling diam, dan hanya fokus pada pikiran dan fokusnya masing-masing...


...


Saat mereka sedang melewati pinggiran kota, pandangan Eldpora tiba-tiba terpusatkan pada seseorang di trotoar di sebelah jalan yang ia lewati. "Ayah!, itu ayah!!!" teriaknya pada Reagan.


"Dimana?" ucap Reagan sebari memperlambat laju mobilnya dan mencari orang yang Eldpora magsud.


"Itu, dia disana" ucap Eldora dengan semangatnya.


Reaganpun mendapati orang yang Eldpora magsud, dan ia mengarahkan mobilnya ke bahu jalan. "Mau menghampirinya?" tanya Reagan yang melihat Eldpora sangat bersemangat.


"Boleh?" tanya Eldpora imut.


Entah kenapa Reagan yang melihat itu tertegun, "apa sih, itu kan hal yang biasa saja!" ucapnya dalam hati.


"Ya, tapi aku tidak bisa ikut keluar" jawabnya.


Eldpora pun dengan cepat membuka pintu mobil dan sedikit berlari ke arah ayahnya, dan terlihat senyum tampak jelas di wajah Eldpora...


...


"Beren*sek" ketus Reagan tiba-tiba di dalam mobil sebari matanya melihat kearah depan dengan sorot mata yang tajam.


.


.


~



terimakasih🙏

__ADS_1


maaf atas keterlambatanya😢🙏


__ADS_2