Nona CEO & Mr.Mafia

Nona CEO & Mr.Mafia
premiers secours


__ADS_3


Merekapun pergi dari tempat itu dengan Han yang mengendarai mobilnya...


"Nona, apa aku boleh bertanya?" tanya Han sambil menyetir.


"Ya" jawab Eldpora.


"Apa benar anda mengenal Yuni, CTO perusahaan Ciel?" tanya Han lagi.


"Ya, memangnya kenapa?" ucap Eldpora.


"Apa Yuni pernah bilang ia akan pergi ke Prancis?" tanya Han.


"Tidak." jawab Eldpora dengan muka datar.


Pembicaraan merekapun berakhir disitu, dan kembali sunyi. Eldpora beberapa kali melihat Reagan sedang menahan kesakitan dan sangat menekan matanya untuk menutup lebih rapat.


Eldpora melihat saku yang terdapat kunci borgol yang Reagan simpan disana, dan Eldpora diam-diam mengambil dan membuka borgolnya sendiri, tapi saat membuka borgol itu berbunyi jadi mau tidak mau pasti ketauan oleh Han dan Reagan.


"Aku tidak akan macam-macam, percayalah" ucap Eldpora sambil menatap wajah Han yang terpantul di kaca.


...


"Boleh aku lihat lukanya?" tanya Eldpora pada Han dan Reagan, sambil memegang kepala Regan.


Eldpora tidak sanggup melihat orang terluka parah seperti itu, jadi ia menyingkirkan dulu egonya...


Reagan tidak menjawab sama sekali, dan Eldpora melihat ke arah kaca mobil yang terdapat wajah Han untuk meminta izin.

__ADS_1


"Jangan sampai melukai tuan Reagan" peringatan Han pada Eldpora.


Eldporapun mengangguk pada Han, dan menatap wajah Reagan sesaat. "Dia juga tetap manusia bukan" ucap Eldpora yang sedikit menurunkan rasa egonya.


"Buka matamu, arahkan kepalamu kemari" ucap Eldpora lembut.


"Jangan suruh dia membuka mata" ucap Han tegas.


"Hah?" ucap Eldpora.


Eldpora hanya bengong dan memandangi wajah Han yang terpantul dari kaca, dan yang Eldpora lihat adalah wajah yang marah seperti menegaskan kata-kata yang baru saja ia keluarkan barusan.


"Baiklah, kemari" ucap Eldpora sambil memegang bagian belakang kepala dan leher Reagan untuk mengarahkan.


Reagan perlahan mengangkat kepalanya dari sandaran kursi dan mengikuti gerak tangan Eldpora. Namun saat mendekatkan kepala, Reagan kepala Reagan seperti terjatuh dan mendarat di bahu Eldpora dan Reagan bernafas dengan sangat tidak stabil.


Eldpora agak kaget karena itu, nafas Reagan sangat terasa di leher Eldpora. "Sakit" ucap Reagan sangat pelan.


Tangan kiri Eldpora menopang kepala Reagan dan melingkarinya, tangan kanannya membuka rambut Reagan untuk melihat lukanya.


"Ini harus ditutupi, jika tidak darahnya akan terus mengalir" ucap Eldpora.


"Jaga bicaramu!, lakukan saja apa yang harus dilakukan tanpa bicara!" teriak Han yang membuat schock Eldpora.


"Tuan, tidak akan terjadi apapun, anda akan baik-baik saja" ucap Han pada Reagan.


Disini Reagan seperti semakin parah, nafasnya semakin berat, seperti menahan sesuatu. Keringat juga muncul sangat banyak di muka dan badannya, Eldpora semakin khawatir....


"Han kenapa sangat aneh?! apa yang salah!" gumam Eldpora didalam hati.

__ADS_1


"Maaf, aku akan melilitkanya dengan bajumu" ucap Eldpora sambil membuka kancing atas baju yang Reagan pakai, tetapi saat Eldpora akan membuka kancing yang kedua tangan Reagan menahan tangan Eldpora...


"Jangan dibuka" ucap Reagan dengan nada yang sangat lemah.


"Nona, lebih baik anda diam saja" ucap Han dengan nada dingin.


"Kau ini bagaimana! ia sekarat karena lukanya!" teriak Eldpora.


Eldpora sangat kesal, karena menurutnya tingkah Han sangat aneh...


"Kau fokus saja menyetir tuan, jangan menengok kebelakang" ucap Eldpora pada Han.


"Kemari, sandarkan kepalamu di kursi" ucap Eldpora yang mengangkat kepala Reagan ke kursi.


"Kau mau apa!" ucap Han sambil melihat ke belakang melalui kaca spion dalam mobil (rear-vision mirror).


Eldpora tidak menjawab dan tiba-tiba melepas kemeja merah yang ia pakai dan melipatnya lalu memasangkannya di kepala Reagan.


Han yang melihat itupun memalingkan pandanganya beralih ke jalanan...


"Kau akan baik-baik saja" ucap Eldpora dengan nada yang menenangkan namun penuh amarah.


Reagan masih dalam kondisi yang tidak stabil, ia benar-benar terlihat sangat tegang. Eldpora yang melihat itu sudah merasa bahwa keadaan Reagan agak tidak normal, biasanya orang terluka memang akan kesakitan namun tidak memejamkan mata sekuat itu...


.


.


.

__ADS_1


terimakasih ❤️❤️❤️


__ADS_2