
"Tunggu, ini kesempatan untukku untuk pergi ke kantor polisi!" teriak Eldpora yang tiba-tiba berdiri dan membanting sumpit di tangannya.
Ia pun berlari ke lantai dua dan mengambil gantungan itu, "tindakan ini sudah benar bukan..." ucapnya yang bergegas pergi.
Eldpora membuka pintu apartemennya dan ia tiba-tiba terkejut melihat seseorang yang berada di depan pintu.
"Yuni?!, sedang apa kau disini?" teriak Eldpora terkejut.
"Kau! dari mana saja kau!" ucap Yuni panik, sambil mendorong Eldpora ke dalam memasuki apartemen nya.
"Katakan padaku!" lanjutnya.
"Kenapa kau seperti ini?" tanya Eldpora kebingungan.
"Yatuhan kau benar-benar berpihak padanya dan mengirim Yuni untuk menghalangi?" gumam Eldpora di dalam hati.
"Jawab aku, siapa pria yang mengangkat telepon kemarin?" tanya Yuni.
"Pria?, ituu... temanku" jawab Eldpora.
"Apa saat Yuni menelepon, Reagan yang mengangkatnya?" gumamnya.
"Siapa namanya?" tanya Yuni serius.
"Eee... itu..." ucap Eldpora yang agak ragu untuk memberi tahu Yuni.
"Tega sekali kau yah!, mengabaikan tugasmu dan meninggalkanku!, katakan siapa dia?" tanya Yuni yang ingin Eldpora mengatakan yang sebenarnya.
"Reagan" ucap Eldpora pelan.
"Itu hanya teman biasa!, tugas kantorku aku akan benar-benar menyelesaikannya sekarang, aku akan pergi ke luar dulu" lanjutnya sambil keluar dari apartemennya dengan berjalan cepat.
__ADS_1
"Hey, tunggu, kau mau kemana" ucap Yuni yang menyusul Eldpora.
"Keluar, kau ada urusan apa lagi, ini sudah malam, pulanglah" ucap Eldpora.
"Kau mengusirku!, dasar kau yah! teman tidak tau berterimakasih" ucap Yuni sambil merengek.
"Pergilah untuk kali ini... aku ingin sendiri" gumam Eldpora dalam hati sambil beranjak menaiki lift.
Mereka berduapun akhirnya menaiki lift bersama, menuruni tantai demi lantai dengan keheningan diantara keduanya, sampai akhirnya sampailah mereka di lantai satu.
Pintu lift terbuka dan Eldporapun melangkahkan kakinya keluar, disana ia melihat masih ramainya lantai satu apartemen oleh penghuni-penghuni lain yang masih berkumpul. Dan sejak Eldpora keluar dari lift, semua orang seperti melihatnya terus dan seperti sedang membicarakan sesuatu.
"Apa ada yang salah denganku?" gumamnya dalam hati sambil berjalan keluar pintu utama.
"Ell, kenapa mereka semua menatap kita terus?" tanya Yuni pelan berbisik pada Eldpora.
"Tidak tahu, abaikan saja" jawab Eldpora dingin yang mempercepat jalannya.
"Hah... sepertinya akan ada bangak masalah kedepannya" gumam Yuni dalam hatinya sebari berekspresi aneh.
"Ell, kau itu kenapa, apa terjadi sesuatu?" tanya Yuni.
"Tidak, ayo kita ke taman" jawab Eldpora yang mengarahkan jalannya ke taman.
Yuni yang masih mencurigai Eldpora itu terus berusaha mengamati, "apa lelaki itu (Reagan) sudah memberi tahu Eldpora?... kenapa mereka bisa bertemu! sia*an" gumam Yuni kesal di dalam hatinya.
"Sepertinya aku harus mulai lebih mengawasinya" gumam Yuni pelan.
"Mengawasi apa?" tanya Eldpora yang mendengar samar perkataan Yuni tadi.
"Ahh... tidak" ucap Yuni.
Merekapun berjalan-jalan di taman dan beberapa kali bermain permainan yang tersedia di sana, terus berbincang dan Yuni membahas kejadian-kejadian random saja....
__ADS_1
"Ell, aku menginap yah" ucap Yuni.
"Ya ampun!" teriak Eldpora di dalam hatinya.
"Itu... sepertinya tidak bisa untuk malam ini" jawab Eldpora berusaha tenang.
"Bagaimana mungkin dia menginap, bagaimana jika Yuni melihat Reagan, apa yang akan dia pikirkan" lanjutnya dalam hati.
"Kenapa tidak boleh?, sepertinya kau tidak pernah menolak sebelumnya jika aku akan menginap, kau malah akan senang" ucap Yuni.
"Aku akan sibuk dengan tugas kantor yang ku tinggalkan bukan?, jadi... jika kau menginap itu akan sia-sia saja" ucap Eldpora berusaha tenang.
"Ahh... yasudah aku akan pulang... oiya kapan kau kenal dengan lelaki itu?" ucap Yuni.
"Lelaki itu? ntahlah" ucap Eldpora lalu tiba-tiba mengingat saat pertama kali bertemu dengan Reagan.
"Wah, sepertinya kau tergoda olehnya" ucap Yuni menggoda Eldpora.
"Tergoda apanya! pria macam dia? tidak tidak" ucap Eldpora sedikit kesal.
"Tampangnya?, tingginya?, tubuh atletisnya? atau... saat dia bermain denganmu di ranjang?" ucap Yuni berbisik pada Eldpora dengan jahilnya.
"Pergi kau sana! dasar pikiran kotormu itu!" teriak Eldpora marah, namun ia semakin merasa aneh karena terbesit di ingatannya tubuh Reagan yang terpampang karena baju yang basah barusan.
"Astaga apa yangku pikirkan" gumam Eldpora dalam hati lalu menutupi mukanya dengan satu tangan karena merasa malu.
.
.
Bersambung~
.
__ADS_1
terimakasih 🌤️😁