Nona CEO & Mr.Mafia

Nona CEO & Mr.Mafia
Enfin?


__ADS_3


"Lagian tujuan kita sudah tercapai, aset keluarga Baeley & kepemilikan Ciel sudah menjadi milikmu seluruhnya, tugas yang membebanimu selama ini tinggal kau jaga saja" lanjutnya.


"Apa sekarang aku boleh setenang ini?" tanya Reagan.


Han tidak menjawab, dan merekapun makan bersama..


~


Selang makan merekapun hanya duduk dengan sibuk memainkan handphone-nya saja, disaat itu dokter datang untuk nemeriksa Eldpora. "Dokter kira-kira kapan dia akan sadar?" tanya Han setelah dokternya memeriksa.


"Keadaannya sudah cukup membaik, luka kepalanya juga, mungkin beberapa hari lagi akan ia akan siuman" ucap dokter tersebut.


"Baik dok terimakasih" ucap Han, dan dokter itupun meninggalkan ruangan tersebut.


"Han, apa castle keluarga Bailey sudah dibereskan?" tanya Reagan.


"Sudah, semua masalah di sana juga sudah saya ditangani" jawab Han.


"Apa kita mau segera pergi kesana?" lanjut Han yang melontarkan pertanyaan.


"Sesegera mungkin" jawab Reagan dengan nada serius yang memandangi Eldpora.


"Lalu bagaimana dengan Eldpora?" tanya Han.


"Aku akan membawanya" jawab Reagan dengan penuh keyakinannya.


"Tuan..."


"Reagan! Reagan!!" teriak Eldpora dari atas tempat tidurnya, badannya yang menggerutu dan suaranya yang gemetar menjelaskan bagaimana ia sangat ketakutan.

__ADS_1


"Ell" Ucap Reagan sembari menghampiri Eldpora, Eldpora memeluk Reagan dan menangis.


"Sudah tidak apa apa" bisik Reagan.


Han pun memanggil Dokter dan Eldpora kembali diperiksa, semuanya sudah membaik, namun sepertinya Eldpora mengalami trauma atas kejadian yang menimpanya itu jelas dokter.


Selang pemeriksaan Eldpora hanya melamun dengan mata kosong, wajahnya seperti tertekan banyak pikiran, Reagan beberapa kali bicara namun Eldpora sama sekali tidak mendengarnya...


"Han, keluarlah" ucap Reagan dan Han mematuhi perintah itu.


"Eldpora, sadarlah aku mengajakmu bicara!" ucap Reagan tegas sembari mengarahkan wajah Eldpora agar bertatapan dengan wajahnya.


Eldpora agak tertegun lalu ia menatap Reagan dan tiba-tiba ia kembali menangis, kali ini ia benar-benar memeluk Reagan dengan kencang. "Kau tidak apa-apa? aku pikir kau akan mati" ucap Eldpora yang menangis.


"Aku baik-baik saja, kalau aku mati apa kita sekarang benarnya ada di surga?" ucap Reagan santai.


"Kenapaa kau bicara seperti itu" ucap Eldpora tidak jelas karena menangis.


"Ternyata dia menghawatirkanku juga" ucap Reagan dalam hati.


...


Merekapun pergi ke taman dengan Eldpora menggunakan kursi roda dan Reagan yang menuntunnya. "Kakimu bukanya terkena tembakan?, apa tidak apa-apa?" tanyanya.


"Hanya satu tembakan, tidakpapa" jawab Reagan.


"Nah, kau makan disini" ucap Reagan yang mengarahkan Eldpora ke arah pemandangan yang indah.


Eldporapun makan makanannya dengan pelan, dan Reagan dengan tenang menunggu dan terus menatapnya...


"Tidak mau?" tanya Eldpora.

__ADS_1


"Tidak" jawab Reagan singkat.


"Apa aku boleh tanya sesuatu?" timpa Eldpora.


"Mau membahasnya sekarang?" tanya Reagan yang sudah tau Eldpora pasti menyimpan banyak sekali pertanyaan.


"Tidak boleh?" tanya Eldpora.


"Silahkan" jawab Reagan singkat.


"Soal Yuni, apa benar dia kakakmu?" ucap Eldpora canggung sebari sedikit memainkan makanan di mangkuknya.


Reagan terdiam setelah mendengar pertanyaan dari Eldpora, ia malah menatap tebing yang berada jauh dari pandangannya....


"Ya, dia anak sah dari ayahku, ayahku selingkuh dan lahirlah aku" jawab Reagan dengan sangat cepat.


Eldpora agak kaget namun rasa penasarannya dan ingin tahunya sangat besar, ia pun kembali memberikan Reagan pertanyaan. "sekarang apa yang terjadi pada kalian?, dan mengapa kau sebagai adiknya menuduh kakakmu sendiri sebagai yang telah membunuh ibuku?" lanjutnya dengan sangat serius dan menghentikan suapanya.


"Hubungan kami memang tidak baik sejak kecil, lagian sejak balita kami tidak bersama lagi" jawab Reagan.


"Jangan tanya mengapa, aku tidak akan menjawabnya" lanjutnya dengan cepat karena sudah menebak apa yang akan ditanyakan selanjutnya oleh Eldpora.


"Baiklah, kalau begitu ceritakanlah mengapa aku bisa terlibat?" tanya Eldpora.


"Aku akan menceritakan semuanya setelahkau keluar dari rumah sakit" jawab Reagan.


"Mengapa tidak sekarang?" timpanya.


"Ceritanya panjang, aku sangat malas jika bercerita seperti ini" ucap Reagan.


"Huft padahal aku sangat ingin mendengarnya" ungkap Eldpora dalam hati.

__ADS_1


"Lagian kau seperti trauma, apa tidak apa-apa? kau butuh psykolog?" tanya Reagan.


"Tidak, aku hanya sedang mencerna rasa sakit ini, baru pertama kali aku di siksa oleh orang ahahah, untungnya aku tidak gagar otak" jawab Eldpora sembari bercanda.


__ADS_2