
"Kalo begitu aku akan buatkan luka yang sama di lenganmu, agar kau bisa merasakannya juga" ucap Reagan sambil menurunkan perlahan kerah baju Eldpora.
"Aku... itu..." ucap Eldpora samar yang cemas sambil tangannya yang menghalangi tangan Reagan untuk mengebawahi kerahnya. Mata mereka bertatapan sangat lama..., yang melintasi pikiran Eldpora hanyalah sifat Reagan yang kejam dan dingin karena pembunuhan yang Reagan lakukan, yang terlihat olehnya.
"Ma. maaf" ucap Eldpora pelan ketakutan.
"Cih" Ekspresi Reagan yang memunculkan smirknya setelah ia menjahili Eldpora.
Reagan akhirnya menaikkan kembali kerah baju Eldpora dan menepuk bahunya dengan Ekdpresi yang dingin, Sebari ia mundur kembali ke posisinya semula.
Sesaat setelah Reagan mundur, Eldpora berdiri dengan cepat dan memandang kearah Reagan dengan tatapan yang campur aduk. "Apa?, kau takut?" tanya Reagan yang duduk dengan arogannya sambil menatap Eldpora tajam.
Eldpora belum menjawab..., ia terdiam dan perlahan melangkahkan kakinya mundur dan berbalik menempatkan dirinya berdiri di depan jendela sambil berkata "bukankah yang kau lakukan malam itu terlalu berlebihan?" ucapnya dengan nada yang berpadu antara takut, khawatir tidak percaya...
"Menurutmu itu berlebihan?" tanya Reagan datar.
"Apa? apa ini bukan hal yang kau lakukan untuk pertama kalinya?" tanya Eldpora sambil membalikkan badannya kearah Reagan dan menatapnya marah.
"Menurutmu?" tanya Reagan yang berdiri menghampiri Eldpora dengan membawa infusanya dan terus memojokkan Eldpora, lalu kedua tanganya menghalangi Eldpora untuk bergerak.
Tatapan Reagan sangat tajam sehingga membuat jantung Eldpora benar-benar bergerak sangat cepat, suasana hening yang seperti mencekiknya, pertanyaan Reagan yang sepertinya menjelaskan bahwa itu bukan untuk pertama kalinya ia membu*uh, kakinya yang sudah bergetar tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya....
"Bukan... pertama kalinya bukan?" pertanyaan pancingan Eldpora.
__ADS_1
...
Toktoktok
Sebelum Reagan menjawab dan mengekspresikan sesuatu, bunyi ketukan pintu mengehentikan suasana mencekam itu untuk Eldpora. "tuan, apa anda di dalam?" tanya Han yang mengetuk pintu.
Reagan yang masih tidak bergerak dan masih menatap Eldpora dengan tajam itupun berbalik dan keluar dari kamar itu...
Tetapi sebelum Reagan membuka pintu kamar dan beranjak keluar, Eldpora melemparkan pertannyaan lagi untuk Reagan, "kenapa tidak menjawabku?" ucap Eldpora.
Reagan yang akan membuka pintu kamar itupun menghentikan geraknya dan membalikkan badannya menghadap Eldpora dengan tatapan kosong...
"Ya..." ucap Reagan dengan pelan, namun terdengar jelas oleh Eldpora. Setelahnya Reagan langsung pergi dari kamar itu dengan sedikit membanting pintu kamar.
"Hah? ya? ya?!" ucap Eldpora yang terjatuh karena kakinya yang lemas, mengeluarkan air mata sambil tertawa karena sesuatu yang mungkin ia tidak duga.
"Ahahahaah, apa?, kenapa aku menangis? bukankah aku seharusnya pergi dan melaporkannya?" ucap Eldpora yang aneh, menertawakan atas dirinya sendiri, dan menangisi apa yang Reagan katakan....
..
Eldpora pun kembali menangis... angin yang mengenainya seperti tidak memerdulikan apa yang telah ia lalui, melintas yang hanya membuat sejuk sesaat...
Pepohonan yang bergerak mengikuti angin yang berhembus seperti sedang menari dan menertawakan Eldpora, burung-burung cantik yang melintas...
...
"Apa hanya aku yang sendiri?" tanya Eldpora dengan menampakkan smirknya.
__ADS_1
Ia pun menghapus air matanya dan tiba-tiba berjalan dengan cepat kearah kasur lalu mengambil gantungan kunci mobil Reagan yang Eldpora ambil, dan menggenggnya dengan sangat erat...
"Aku akan membongkar semuanya" ketus Eldpora lalu menyimpan gantuan itu di sakunya.
Ia pun berjalan dan meninggalkan kamar itu lalu menuju lantai bawah, Eldpora berjalan dengan sembunyi-sembunyi menghindari semuanya...
...
Ia pun keluar dari rumah itu lalu berlari kearah pelabuhan ujung pulau, "apa orang-orang disana adalah bawahan lelaki itu juga?" gumam Eldpora sebelum mendekat ke pelabuhan.
Meski bimbang, ia akhirnya memberanikan diri untuk mendekati pelabuhan itu. "nona? apa anda ingin ke kota?" tanya seseorang pria di dalam.
"Iya" jawab Eldpora.
"Kalo begitu naiklah kekapal itu, kapten kapal itu akan pergi ke kota juga" ucap si pria itu.
"Apa tidak apa-apa?" tanya Eldpora dalam hati.
.
.
.
Bersambung...
.
__ADS_1
.
terimakasih 😁