Nona CEO & Mr.Mafia

Nona CEO & Mr.Mafia
pemalsuan 1


__ADS_3


"Bagaimana dengan wanita (Eldpora) ini?, apa dia sudah...?" tanya Jinny, salah satu penghuni dan langsung memeriksa nadi Eldpora yang setengah pingsan.


"nadinya masih berdenyut" lanjutnya setelah memeriksa.


"kunci dia saja di kamar mandi apartemennya, bawa pecahan botol itu, dan taruh di kamar mandi, kita akan pura-pura menemukan mayat sajaa setelah beberapa hari, jadi ini akan menjadi kasus bunuh diri" ucap Lea, penghuni lain.


"tapi di cctv akan bagaimana? dia kan di serang oleh wanita itu" ucap Liya.


"dia tidak ada keluarga di sini, dia bunuh diri akibat stress saja, kita akan membuka kembali kamar mandinya setelah beberapa hari dari kejadian ini" ucap Lea.


"aku mengerti, ayo bawa dia, dan yg lain bawa bukti itu" ucap Liya.


Merekapun menggiring Eldpora naik ke apartemen nya, "aku sangat takut" ucap Lea.


"ini demi masa depan kita!, aku tidak mau tinggal selain di apartemen kelas atas ini, apa kau mau seperti itu" timpa Jinny.


"tidak, tapi ini apakah terlalu kejam?" ucap Lea.


"diam! jika mau rencananya berhasil, lakukan dengan benar saja!" timpa Liya.


Merekapun menggendong Eldpora untuk masuk ke apartemennya, "ini... berapa password pintunya?" tanya Lea.


"benar! aku tidak tahu!" ucap Jinny.


"Eh, ini tidak tertutup!" teriak Liya yang membawa Eldpora.


"tuhan bersama kita!" lanjutnya.


.


Sepertinya... saat Yuni keluar dia tidak menutup pintu dengan benar...

__ADS_1


.


Merekapun memasuki rumah Eldpora, "wahh aku baru pertama kali kelantai sembilan, ini sangat megah!" ucap Lea terpukau.


"diam! fokus pada misi kita" timpa Liya.


Merekapun sampai di lantai dua tempat kamar Eldpora, "ini kamarnya? satu lantai ini untuk satu kamar?! wahh dia benar-benar..." ucap Lea.


"cepat buka pintu kamar mandinya!" ucap Jinny yang marah.


Merekapun membuka dan seperti rencana mereka menaruh Eldpora di shower room dan menaruh pecahan botol itu di sebelahnya...


Mereka tidak melihat adanya Reagan dibalik kaca bathtub itu karena Eldpora yang menutupnya dan kaca itu otomatis mengeblur, jadi tidak ada yang sadar atas kehadiran Reagan.


"sudah selesai" ucap Jinny.


"sudah, ayo bereskan lainya" ucap Liya.


"apa tidak ada darah yang menetes" lanjutnya sambil memeriksa sekitar.


Merekapun pergi dan mengunci Eldpora di kamar mandi, mereka membawa kuncinya dan begitu juga pintu depan, mereka mengganti sandinya dengan sandi mereka, mereka memanggil penghuni yang bisa mengubah itu.


...


Mereka semua memiliki keahlian yang luar biasa, malam itu semua yang melihat kejadian itu bekerja sama untuk membereskan semua masalah, mengubah adegan cctv, membersihkan da*ah Eldpora yang menempel di lantai. Semuanya mereka palsukan.


"aku sudah mengurus dia (Eldpora)" ucap Jinny.


"aku akan membereskan nodanya" ucap Lin yang membersihkan noda.


...


"bagaimana mengubahnya?" ucap Dira pada Rey.

__ADS_1


"ini butuh waktu lama, aku harus detail mengeditnya" jawab Rey.


"jam berapa stuff masuk?" tanya Dira pada penguni lain.


"biasanya tepat jam 10" jawab Jia.


"urusan saksi mata, biar aku yang mengurus" lanjut Jia yang langsung pergi dari tempat itu.


...


Dimalam hari tidak banyak orang yang berlalu-lalang, jadi tidak banyak orang juga yang melihat kejadian itu...


...


"tolong" ucap Eldpora yang setengah sadar, ia berusaha meminta tolong karena kesakitan.


"mereka... apa begitu mengeriakan" ucap Eldpora yang mendengar percakapan wanita-wanita yang mengurungnya di kamar mandi.


Eldpora melihat berkas yang nona Auly berikan, dan karena penasaran iapun perlahan membukanya. Eldpora terkejut atas apa yang ia lihat, "Reagan dan wanita tadi" gumamnya yang lemas.


Betapa anehnya, wanita bernama Auly itu memberi Eldpora banyak sekali poto-poto mesra dirinya dengan tuan Reagan!.


"wanita ini yang di magsud istri?, jadi Reagan sudah memiliki istri?... jadi baju-baju di lemarinya waktu itu adalah milik istrinya?" gumam Eldpora di dalam hati.


Ia kesakitan dan melempar poto-poto itu sampai berhamburan di lantai, Eldpora berusaha untuk bangun meski kepalanya sangat sakit. "ibu, aku benar-benar tidak kuat" gumamnya dalam hati dengan linangan air mata yang ia tahan.


Eldporapun berdiri dan jalan perlanhan keluar dari shower room, ia meneteskan air mata sambil melihat kearah bathtub dengan tajamnya. "kenapa, kenapa setiap aku terkena masalah, aku hanya memikirkan bahwa kau yang menjadi kunci keluarnya. Kenapa saat aku terluka kau pasti ada, kenapa saat aku tahu kau pembunuh ibuku dan saat kau yang menjadi alasan masalahku, aku masih saja memikirkan bahwa kau adalah kunci keluar dari masalahku?!, kenapa kau ada di saat semuanya pergi meninggalkanku!" ucap Eldpora yang sangat tak kuasa menahan tangisannya itu.


.


.


Bersambung~

__ADS_1



terimakasih 🌤️


__ADS_2