Nona CEO & Mr.Mafia

Nona CEO & Mr.Mafia
mabuk


__ADS_3


"Kau mempunyai ibu?" tanya Eldpora menatap Reagan dengan sangat tajam.


"Semua orang mempunyainya" jawab Reagan datar.


Eldpora terdiam, tetapi sebenarnya ia ingin bertanya lebih lanjut tentang itu, tetapi cara Reagan bereaksi atas pertanyaannya tadi itu membuat Eldpora tidak melanjutkanya.


...


Eldporapun akhirnya meninggalkan Reagan, membawa makananya ke meja dapur dan menyajikannya di meja. "jika kau mau ambil saja, aku akan ke atas dan mandi sebentar" ucap Eldpora yang berjalan menuju lantai dua kamarnya.


Reagan tidak membalas ucapan Eldpora dan hanya mendengarnya saja, setelah Eldpora keatas Reagan melihat sekeliling ruangan lantai satu apartemen Eldpora itu, seperti sedang mencari sesuatu.


Akhirnya ia berdiri dari kursi bar itu, lalu berjalan menuju sebuah pintu kaca ruang kerja. Sampai di depan pintu Reagan menyentuhkan tangannya ke kunci digital yang terdapat di pintu itu.


Entah apa yang Reagan lakukan tapi ia terus menatap ruangan kerja itu dari luar...


...


"Aku harus menjaga bukti ini baik-baik" ucap Eldpora sambil menyimpan gantungan kunci Reagan di lemarinya.


Setelah itu ia pun masuk ke dalam kamar mandi, membuka satu persatu pakaian yang ia kenakan sampai tak tersisa satupun, memasuki shower room, membuka keran, lalu membasahi rambut dan badannya.


Memakaikan shampo dan sabun, lalu membersihkanya....

__ADS_1


Eldpora memejamkan mata sambil menggosok pelan rambutnya yang masih terdapat sisa busa shampo, di saat Eldpora sedang membilas rambutnya ia tiba-tiba dikagetkan dengan seseorang yang memeluknya dari belakang dan mencium lehernya.


Sontak Eldpora berteriak dan memberontak, orang itu membalikkan tubuh Eldpora dan menyiumnya. Lalu orang itu memegang kedua tangan Eldpora ke atas dengan kuat.


Eldpora perlahan membuka matanya, dan yang ia lihat adalah Reagan. "mmmmm, lepas" ucap Eldpora tidak jelas. Ia berusaha keras melepas tangannya dari genggaman Reagan lalu mematikan shower.


Reagan terus saja mencium Eldpora, dan Eldpora terus memberontak. "ba*ingan" teriak Eldpora geram dan mendorong Reagan dengan kuat. Reagan tersungkur dan menabrak dinding kaca dan mengeluarkan suara kesakitan.


Melihat itu Eldpora buru-buru keluar dari tempat shower room itu, ia mengambil bathrobe dan memasangnya lalu berlari keluar...


Namun itu gagal karena Reagan menangkap lengan Eldpora lalu menarik dan mendorong Eldpora ke bathtub, Eldpora teriak karena lengannya yang sakit akibat menahan tubuhnya yang terjatuh, "kau sudah gila" ucap Eldpora yang meninggikan nada bicaranya.


Eldpora melihat Reagan yang berdiri di samping bathtub dengan keadaan sekujur tubuh yang basah, Reagan memasuki bathtub dan mendekat pada Eldpora lagi... muka mereka sudah benar-benar dekat namun tiba-tiba Eldpora dikagetgan dengan Reagan yang menjatuhkan dirinya di atasnya.


"Dasar gila" ketus Eldpora.


"Hey!, kau pingsan?" ucap Eldpora dengan nada tinggi.


"Dasar! kenapa gak dari tadi saja pingsanya! malah melakukan hal menjijikan itu dulu" ucap Eldpora kesal sebari menyingkirkan tubuh Reagan.


Eldporapun akhirnya berhasil keluar dari bathtub lalu keluar dari kamar mandi, dan membiarkan Reagan berada di sana sendirian. "Dasar! benar-benar menyebalkan, berurusan dengannya membuat waktuku banyak terbuang" ucap Eldpora sambil mengunci pintu kamar mandi.


Setelah itu ia pun mengganti bajunya di dress room...


__ADS_1


"Baju ini saja, tidak terlalu seksi kan?" ucap Eldpora.


Ia pun keluar dari dress room dan memandang pintu kamar mandi, "apa yang harus aku lakukan padanya sekarang?" gumam Eldpora sambil berpikir.


"Apa aku harus menyeretnya ke kamar tamu?" lanjutnya.


"Harus mengganti bajunya?" pikirnya.


"Tidak-tidak! apa yang aku pikirkan! itu menjijikan. Tunggu, dia tadi pasti... melihat.... semuanya..." gumamnya pelan yang memikirkan saat Reagan memasuki kamar mandinya tadi...


"Aaah!!!! laki-laki itu kenapa selalu membuatku marah!" teriaknya kesal.


Akhirnya ia meninggalkan dan berjalan menuju lantai satu, "tapi, bagaimana jika dia mengingatnya?" gumam Eldpora dalam hati.


"Benar-benar memalukan jika ia mengingatnya!" teriak Eldpora di lantai satu yang duduk dan makan makanan pesanannya dengan perasaan yang tidak karuan.


"Tunggu, ini kesempatan untukku untuk pergi ke kantor polisi!" teriak Eldpora yang tiba-tiba berdiri dan membanting sumpit di tangannya.


Ia pun berlari ke lantai dua dan mengambil gantungan itu, "tindakan ini sudah benar bukan..." ucapnya yang bergegas pergi.


.


.


Bersambung~

__ADS_1


.


terimakasih🌤️🤗


__ADS_2