Nona CEO & Mr.Mafia

Nona CEO & Mr.Mafia
Healing


__ADS_3


Reagan masih dalam kondisi yang tidak stabil, ia benar-benar terlihat sangat tegang. Eldpora yang melihat itu sudah merasa bahwa keadaan Reagan agak tidak normal, biasanya orang terluka memang akan kesakitan namun tidak memejamkan mata sekuat itu...


Dan mungkin akan menangis, tetapi ini tidak sama sekali, namun keringat keluar dari seluruh tubuhnya, seperti orang yang sudah olahraga berat.


Eldpora kembali ke posisi duduknya dan bersandar, lalu melihat wajah Han sebentar dan memalingkanya ke arah jendela. Perlahan Eldpora agak memejamkan matanya karena belum tidur dengan baik malam itu, dan saat ini pukul lima pagi...


...


Eldpora sudah akan tertidur namun tiba-tiba tangan Reagan memegang tangan Eldpora dan menggenggamnya agak kuat, dan hal itu membuat Eldpora kembali ke kesadaranya.


"Ada apa, apa makin terasa sakit?" ucap Eldpora lembut.


Saat Eldpora bertanya ia melihat Han membawa mobilnya bukan ke arah rumah sakit, dan Eldpora juga tidak tahu Han akan membawa kemana. "Han, mau membawa Reagan kemana?" tanya Eldpora.


"Rumah, aku akan membawa dokter khusus" jawab Han.


Eldporapun agak tenang setelah mendengar ucapan Han barusan...


Reagan tiba-tiba mengangkat kepalanya dan menjatuhkannya di bahu Eldpora lagi, "jangan pergi" ucap Reagan yang tidak jelas.


"Apa? apa makin terasa sakit?, tenanglah sedikit lagi kita akan segera sampai" ucap Eldpora yang tidak mendengar ucapan Reagan barusan lalu ia memeluk Reagan.


"Ini membuatku tidak nyaman... kenapa, saat dia mendekatiku, atau kami bersentuhan kulit, tubuhku akan tegang dan tidak nyaman. Dan paling parah aku sampai berkeringat dingin di sekujur tubuhku" gumam Eldpora dalam hati.


"Tenanglah, tidak papa, Reagan sedang butuh bantuanmu, kau harus tenang Eldpora" lanjutnya.


Akhirnya walaupun Eldpora sangat tegang dan tidak nyaman, ia memaksakan agar tetap di posisi itu...


.


Sampai akhirnya.....


.

__ADS_1


Merekapun sampai, "pelayan! bawa tuan masuk dan segera panggilkan dokter!" teriak Han di depan pintu utama rumah sambil membuka pintu mobil di samping Eldpora.


Disana Hanpun membuka kemejanya dan menutupi atasan Eldpora. "pakai itu" ucap Han.


"Terimakasih" jawab Eldpora.


Setelah Han berteriak, para pelayan datang dan membawa Reagan ke kamarnya di lantai tiga. "Mari masuk nona" ucap Han pada Eldpora.


Eldporapun menurut dan memasuki rumah itu, mengikuti Han yang mengarahkanya ke kamar tamu tantai dua. "silahkan nona bersihkan tubuh anda, pakaianya akan pelayan antarkan nanti" ucap Han pada Eldpora.


"Boleh aku meminta kembali ponselku?, sepertinya Reagan mengambilnya" ucap Eldpora.


"Saya akan mencarinya nanti, sepertinya ada di apartemen" jawab Han.


"Baiklah" ucap Eldpora.


Dokter yang mereka panggilpun datang untuk mengobati Reagan, dan juga Han. Sementara Eldpora masuk kedalam kamar dan membersihkan dirinya.


"Lelah sekali" gumam Eldpora pelan.


...



Setelah memakai bajunya, Eldporapun duduk di ujung kasur sambil memainkan gantungan kunci milik Reagan. "hill" ucapnya sambil memandang gantungan kunci itu.


Eldporapun menyimpan gantungan kunci itu di ujung selah-selah kasur yang ia duduki, Lalu Eldpora menjatuhkan dirinya di kasur dan berbaring. Lalu ia memejamkan matanya dan tertidur...


...


Disisi lain Reagan sedang diobati oleh dokter yang menanganinya, begitu juga dengan Han. "tuan Han, lukamu tidak terlalu parah, namun juga tidak boleh di sepelekan. Saya akan meresepkan obatnya dan mengirimkanya kesini" ucap dokter.


"Ya" jawab Han singkat.


"Saya permisi" ucap dokter itu sambil membungkukkan badanya hormat.

__ADS_1


...


Han keluar dari ruangannya dan menuju kamar Reagan sambil membawa laptopnya, disana Han menunggu di ruang tamu kamar.


Han membuka flashdisk dan memeriksanya di laptopnya, sepertinya itu adalah data kasus yang berhubungan dengan Yuni...


Beberapa menit sudah berlalu, Han masih terus membaca isi dari data-data di dalamnya sambil menunggu Reagan selesai di tangani.


Dan akhirnya seorang dokter muncul, Han bergegas menanyakan bagaimana keadaan Reagan saat itu. "Chen?, apa dia baik-baik saja?" tanya Han pada dokter itu yang ternyata adalah teman se universitasnya dulu.


"Kau?, dia baik-baik saja, namun ia butuh menenangkan dirinya karena terus menahan rasa takut dan terus menahan dirinya secara paksa, itu agak tidak baik. Reagan butuh teman untuk meredakan gangguannya" ucap dokter Chen.


"Hahh baiklah, kau sejak kapan jadi dokter sesukses ini?" ucap Han mengejek.


"Apa kau kira aku tak bisa seperti ini?!" ucap Chen.


"Tidak pernah sama sekali aku membayangkanya" ucap Han datar.


"Jahat sekali kau" ucap Chen.


"Dia akan baik-baik saja, obat yang dia minum sudah benar, aku pergi dulu" lanjutnya.


"Baiklah, terimakasih" jawab Han.


...


Setelah dokter itu pergi, Han membereskan barang-barang miliknya lalu ia juga pergi dari kamar Reagan.


.


.


.


terimakasih ‼️🥰

__ADS_1


__ADS_2