Nona CEO & Mr.Mafia

Nona CEO & Mr.Mafia
pemalsuan


__ADS_3


Scurity dengan susah payah menahan wanita itu yang terus menggila, dan Eldpora masih berada di lantai kesakitan namun perlahan berdiri dengan muka yang penuh kekesalan dan menatap wanita itu dengan sinis.


"sepertinya wanita itu yang membuat masalah minggu kemarin karena suaminya yang baru menikahinya itu selingkuh dengan wanita lain?" ucap salah satu orang di lift yang terdengar jelas oleh Eldpora.


"iya, wanita itu yang mengamuk di sini juga, dia bahkan menampar selingkuhan suaminya" ucap yang lainnya.


"lepaskan aku! aku akan menghajar ja*ang itu!" teriak si wanita itu, ia memberontak terus menerus seperti orang yang kesurupan, dan matanya begitu merah sampai mengeluarkan air mata.


Scurity terus menahan amukan wanita itu namun karena wanita itu sudah seperti kemasukan jin jahat, dan keadaannya seperti sudah tidak wajar, scurity itupun berteriak untuk meminta bantuan untuk di panggikan ambulan.


"tolong telepon ambulan sekarang!" teriak si scurity.


Tapi di waktu yang bersamaan, wanita itu lepas dari tangan scurity dan ia memukulkan botol wine pada kepala Eldpora yang masih berdiri disana.


Botol wine itu pecah setelah mengenai kepala Eldpora dan menyebabkan banyak darah muncul dari kepalanya, Eldpora terjatuh dan memegang kepalanya yang terasa sakit.


"kepalaku" gumam Eldpora dalam hati.


Wanita itu juga terus menerus menyerang Eldpora dengan ujung botol pecahan yang masih ada di tangannya itu, "tolong aku" ucap Eldpora lemas.


Eldpora terbaring dengan muka yang pusing dan baju Eldpora sampai tercabik-cabik dan mengeluarkan banyak dara*, wanita itu terus menyerang dengan emosi yang meluap-luap. Semua orang juga hanya melihatnya saja dan memvideokan, tidak ada yang membantu kecuali scurity pintu depan.

__ADS_1


Scurity itupun dengan terpaksa memukul leher belakang si wanita, dan akhirnya wanita itupun pingsan. Ambulan yang di panggilpun telah datang. Perawat yang mengantarkanpun memasukkan wanuta itu ke ambulan. "wanita itu juga terluka, panggil satu ambulan lagi" ucap si scurity kepada orang-orang di sana yang melihat Eldpora mengeluarkan banyak darah di tangan dan kepalanya itu.


"pa, harus ada wali yang ikut ke rumah sakit" ucap salah satu perawat.


"kami akan memanggilnya, anda pergi dulu saja" ucap salah satu penghuni lain.


Scuritypun pergi dan semuanya hening tak berkutik...


"apakah tidak ada stuff di apartemen ini?! panggil saja mereka untuk mengurus ini! menghalangi jalan saja" ketus salah satu penghuni yang ada di lift sambil melewati Eldpora yang berada di depan pintu lift bersama orang lain di dalam lift lainya.


"baru saja pergantian stuff, mungkin mereka belum belum masuk kerja, bagaimana ini?" bisik si penghuni ke penghuni lain.


"semuanya! diamkan saja dia! bukanya memang sepantasnya seorang penggo*a pria dilakukan seperti ini?!" teriak salah satu penghuni.


"aku bukan penggo*a, dan aku tidak merebut pria manapun!" teriak Eldpora yang sudah sangat kesakitan.


"benarkah?! lalu siapa pria yang menggendongmu saat kau hampir telan*ang itu hah!, dan lihat itu bekas ciuman siapa di lehermu itu" ucap penghuni yang mendekat pada Eldpora dan ia melihat bekas ci*man yang Reagan buat tadi.


"hey!, kalian! bagaimana jika kejadian ini masuk berita, ini adalah apartemen kelas atas, banyak suami kita dari lejabat dan pembisnis, berita macam ini akan menjadi hal buruk untuk provesi suami dan kita semua!" teriak Liya salah satu penghuni.


"dia benar!" teriak lainya.


"lalu kita harus bagaimana?" tanya salah satunya.

__ADS_1


"hahh, menyebalkan" ketus yang lain.


"kita... kalau membereskan kejadian ini, semua bukti ini... apakah akan semuanya terbukti?" ucap salah satunya.


"tidak, itu mustahil, wanita ini (Eldpora) pasti akan melapor" jawab penghuni lain.


"rekayasa saja semuanya!" teriak Jinny, penghuni apartemen.


"magsudku, ubah saja kejadian ini menjadi tidak sedramatis itu! teknologi sudah maju jadi pakai saja!" ucap Jinny.


"aku mengerti! aku bisa mengubah adegan itu dari cctv" ucap Rey, pria penghuni apartemen.


Entah apa yang dipikirkan mereka semuanya setuju atas ide itu, merekapun bergerak untuk membereskan situasi yang baru saja terjadi di tempat tinggal mereka, mengambil alat pembersih, mengambil alih sistem kamera cctv dan yang lain.


"Bagaimana dengan wanita (Eldpora) ini?, apa dia sudah...?" tanya Jinny, dan langsung memeriksa nadi Eldpora.


.


.


Bersambung~


__ADS_1


terimakasih 🌹


__ADS_2