
"ngomong-ngomong, pakaian anda sangat berkelas, pasti sangat mahal. Mantel warna marah berkualitas terbaik dari brand nomor satu di dunia, satu set pakaian kantor Dior. Pasti anda sudah sangat bekerja keras untuk itu, saya sangat kagum" ketus Han dingin dengan sorot mata yang mengericit sangat sarkasme.
"apa kau meledekku! berikan saja cek nya padaku cepat!" ucap ayah Reagan yang jengkel.
"berapa?" tanya Han untuk jumlah uang yang di minta.
"seperti biasa, 1 juta won saja" ucap ayah Reagan dengan santainya.
"ini, silahkan pergi" ucap Han setelah mengisi cek nya dengan jumlah yang diminta.
"nice" gumam ayah Reagan sambil beranjak keluar dan menyeringai.
Han terus menatap punggung ayah Reagan yang sedang berjalan keluar, sampai ia benar-benar menghilang dari pandangannya...
"jika aku menjadi tuan Reagan aku pasti akan langsung menyingkirkannya, menjengkelkan sekali" ketusnya sambil keluar dari ruangannya untuk kembali menunggu Reagan.
"tuan, apakah anda mau di siapkan makanan?" tanya pelayan yang menghampiri Han.
"nanti saja" jawab Han dingin sambil duduk di sofa ruang tamu.
Setelah mendengar jawaban pelayan itupun membungkuk dan pergi...
...
"pelayan!!! siapapun!!! bawakan aku makanan yang banyak!!! dan juga es jeruk!" teriak Chen yang keluar dari ruang operasi.
"bagaimana keadaan tuan?" tanya Han khawatir.
"sudahlah ayo kita ke meja makan dulu, aku sangat haus" ucap Chen yang mengabaikan Han dan melewatinya untuk pergi ke ruang makan.
Han menatap Chen dengan tajam, namun Chen mengabaikan dan terus berjalan dengan muka yang biasa. "sudahlah, jika dia seperti itu artinya semunya baik-baik saja..." gumam Han dalam hati.
__ADS_1
Han-pun menyusul Chen yang sudah masuk terlebih dahulu kedalam ruang makan, dan duduk di sebelah Chen di meja makan. "berapa lama dia sudah seperti ini?" tanya Chen tiba-tiba setelah menatap Han lama saat duduk di sebelahnya.
"siapa?" tanya Han.
"Reagan" ucap Chen.
"memangnya ada apa?, apa ada sesuatu yang serius?" tanya Han, bersama dengan makanan Chen yang datang.
"aku bertanya untuk memberi penjelasan secara jelas tentang itu" ucap Chen.
"aku juga tidak tahu, dan dia juga tidak mau ada yang tahu" ucap Han.
"apa magsudmu?" tanya Chen.
"mungkin dia ingin menyimpan kesedihannya sendiri, yangku tahu hanya dia di buang oleh ayahnya dan ibunya tidak tahu kemana" gumam Han pelan agar tidak terdengar oleh para pelayan.
"lalu yang tadi membuat keributan siapa? bukankah itu ayahnya?" tanya Chen sambil memakan makanannya.
"iya, hanyaa..." ucap Han yang teringat akan saat ia bertemu untuk pertama kalinya dengan Reagan.
...
...
Di sebuah taman belakang rumah keluarga Bailey..
"Han kemari!" ucap ketua keluarga Bailey yang baru saja turun dari mobil bersama anak kecil bermuka dingin, ialah Reagan.
"kemarilah" lanjutnya sambil melambai memanggil Han kecil yang sedang berlatih panahan.
Han melihat kearah Reagan yang berdiri di sebelah kepala keluarga Bailey, mereka akhirnya saling menatap tanpa berekspresi apapun, dan itulah kali pertama Han dan Reagan bertemu...
Han-pun menaruh peralatan panahannya dan menghampiri kepala keluarga Bailey, ia diam tidak berkutik apa-apa dan terus menatap Reagan dengan bingungnya. "dia siapa?" tanya Han dengan wajah polosnya.
__ADS_1
"dia adikmu mulai sekarang, bukankah kau ingin memiliki seorang adik" ucap keluarga Bailey yang berjongkok dan menyatukan tangan mereka berdua.
"dia?" ucap Han imut yang tersenyum kecil, sepertinya dia sangat bahagia akan kedatangan Reagan.
Kepala keluarga Bailey tersenyum pada Han, lalu menginstruksikan pengawalnya untuk mengantar Reagan ke kamarnya di rumah keluarga Bailey...
"Reagan, ayo ikuti aku" ucap pengawal itu.
"ayo, aku juga boleh ikut mengantar kan?" tanya Han.
"tentu" jawab si pengawal yang memandu jalan.
...
"apa dia sama sepertiku?" gumam Han di dalam hatinya dan terus menatap Reagan, sambil berjalan mengikuti si pengawal sambil terus memegangi tangan kecil Reagan.
"oiya, siapa namamu?" tanya Han di perjalanan.
"aku yakin kau juga mendengar saat pria itu memanggilku, jadi seharusnya kau tau" jawab Reagan sambil menunjuk pengawal itu.
"aah, hahaha benar. Magsudku nama panjangmu" jawab Han yang sepertinya agak kecewa akan sikap Reagan.
"bukan urusanmu untuk tahu, dan lepaskan tanganku kita tidak sedang menyebrang" ucap Reagan dengan wajah datarnya.
Pengawal itu tersenyum setelah apa yang ia dengar, "Reagan, ini adalah kamarmu, dan kamar ini terhubung dengan kamar sebelahnya yaitu kamar Han, jika kau butuh sesuatu buka saja pintu di sampingnya dan cari Han" ucap pengawal yang setelahnya mengelus rambut Reagan.
.
.
Bersambung~
•
__ADS_1
Terimakasih 🦛🌤️