
"Han, mari jalankan rencananya sekarang" ucapnya di telepon.
"Hah?, apa?" ucap Han tidak jelas di telepon.
"Tuan, kenapa tiba-tiba?" lanjutnya, yang sepertinya Han baru bangun dari tidurnya, makannya suaranya tak jelas.
"Kau dimana?, sudah jam 10 kau masih belum bangun?" ucap Reagan.
"Aku baru bisa tidur subuh tadi, jadi aku masih mengantuk. Ngomong-ngomong soal rencana, kenapa tiba-tiba mau menjalankannya sekarang?" ucap Han sebari ia terbangun dari tempat tidurnya.
"Aku sudah punya kunci gembok utamanya, aku akan ke kota sekarang. Kalau bisa kita selesaikan urusan disini sebelum malam ini juga" ucap Reagan sambil pergi ke ruangan dress room lalu menutup teleponnya.
"halo?!" ucap Han yang sedikit terkejut.
"Sebelum malam ini?!, dia sudah gila!" teriaknya sebari memasang ekspresi muka kesal dan melampiaskannya ke handphone yang berada di tanganya itu.
"Ngomong-ngomong, apa yang ia magsud 'kunci gembok utama?" lanjutnya.
...
Reagan pun bersiap, ia mengeluarkan koper yang berada di lemarinya lalu membuka dan memeriksa semua peralatanya. "Aku harus bawa senjata juga, tapi pelurunya kurang" ucapnya sebari membereskan kopernya lalu mengganti bajunya.
Ia mengenakan kemeja merah marun dan dasi hitam yang diserasikan dengan celana dan sepatunya, lalu ia memakai mantelnya yang berwarna hitam dan beberapa detail merah.
__ADS_1
"Satu langkah lagi untuk bisa memulai" gumam Reagan.
Ia-pun berjalan pergi keluar, dan berhenti di depan pintu kamar milik Eldpora. Ia menaruh kopernya di samping pintu lalu melepas mantelnya dan menaruhnya di lengannya, mengetuk pintu dan berkata "Ini aku, apa aku boleh masuk?" ucap Reagan setelah mengetuk pintu.
"Apa?! kenapa dia kemari, aduh bagaimana ini" ucap Eldpora dalam hati setelah mendengar Reagan berada di depan pintu kamarnya.
Ia agak panik namun memberanikan diri untuk membuka pintu nya, "ada apa?" tanyanya tenang.
"Bisa kita bicara sebentar di dalam?" tanya Reagan.
"Masuklah" jawab Eldpora sebari memberi jalan lalu menutup pintunya.
Setelah itu iapun duduk, dan Reagan telihat sedang mengambil laptopnya yang tadi ia tinggal kan di kamar Eldpora. "Dia mau apa kemari?!" ucap nya dalam hati yang sedikit panik.
"Oke, ini dokumennya" gumam Reagan dalam hati yang langsung menyodorkan laptopnya kepada Eldpora.
Eldpora agak bingung dengan apa yang Reagan bicarakan, namun ia mematuhi apa yang Reagan bilang, Eldpora membacanya dengan saksama dan semakin ia fokus pada layar laptop itu mukanya makin lama semakin serius.
Beberapa menit berlalu, Eldpora sudah membaca setengah dari dokumen yang Reagan berikan...
"Aku tidak paham!" hentak Eldpora yang tiba-tiba menaruh laptop milik Reagan ke meja.
"Aku yakin kau paham" tegas Reagan.
"Itu... apa kau memalsukan datanya?" tanyanya untuk memastikan.
__ADS_1
"Menurutmu? apa data semacam yang kau lihat bisa di palsukan?" ucap Reagan yang mempertegas karena data yang Reagan miliki adalah duplikat data asli yang tidak bisa sembarang orang mempunyai atau bisa mendapatkan itu.
"Bagaimana bisa kau mempunyai semua ini?" tanya Eldpora yang memberikan perhatiannya lebih pada Reagan.
"Kau tak usah tau bagaimana aku mendapatkannya, aku akan keluar sebentar, kau bacalah semuanya sebelum aku kembali" ucap Reagan yang menaruh mantelnya di kursi lalu beranjak dari kamar Eldpora untuk memberikan spase Eldpora berfokus pada file yang telah ia berikan dan untuk mempersiapkan barang yang kurang untuk dibawa nanti.
...
"Aku benar-benar kacau sekali" ucap Eldpora sebari menjenggut rambutnya dan memasang ekspresi yang sepertinya terlihat tidak baik-baik saja.
Dengan kesalnya ia mengambil laptop itu lagi dan mulai membaca dengan serius, sorot matanya yang sangat tajam terpantul dari sudut layar laptop itu. "Aku memang pemimpin yang payah!, semuanya salahku" ucapnya dalam hati sebari menggretakkan giginya.
"Sejak awal seharusnya memang aku tidak usah percaya lagi dengan siapapun" lanjutnya.
...
Emosi Eldpora meluap dan ia melempar laptop Reagan ke sofa, lalu ia tiba-tiba beranjak pergi meninggalkan kamarnya dengan langkah yang cepat.
"Hal ini, Akanku bereskan sendiri" ucapnya dengan sorot mata yang tajam.
.
.
~
__ADS_1
•
makasii😁