Nona CEO & Mr.Mafia

Nona CEO & Mr.Mafia
revealed


__ADS_3


"kenapa, kenapa setiap aku terkena masalah, aku hanya memikirkan bahwa kau yang menjadi kunci keluarnya. Kenapa saat aku terluka kau pasti ada, kenapa saat aku tahu kau pembunuh ibuku dan saat kau yang menjadi alasan masalahku, aku masih saja memikirkan bahwa kau adalah kunci keluar dari masalahku?!, kenapa kau ada di saat semuanya pergi meninggalkanku!" ucap Eldpora yang sangat tak kuasa menahan tangisannya itu.


Tangis dan teriakkannya pecah seakan dunia runtuh saat itu, suaranya sangat menggema di kamar mandi itu, dan ia perlahan melangkahkan kakinya mengambil pecahan botol dan berjalan kearah bathub, langkah kaki yang tak terlalu kuat menahan sakit itu memaksakan untuk berjalan.


"kita bisa ma*i bersama bukan?" gumamnya.


Ia berjalan selangkah demi langkah kecil, namun saat di luar dan akan membuka pintu bathtub Eldpora mendengar dengungan dan sakit kepala yang sangat hebat. Ia memegang kepalanya dan terjatuh, bersama dengan tangisan dan teriakannya ruangan itu hanya dipenuhi dengan suara Eldpora....


"tolong aku" ucap Eldpora yang terpatah-patah.


...


"kau meminta tolong padaku?" suara yang terdengar tiba-tiba dari arah bathub, Reagan mengucapkan kalimat itu dengan dinginnya.


Sejak tadi Reagan ternyata tidak terpengaruh dosis tinggi alkohol, dan wine itu memang tidak habis ia minum, jadi apa yang ia lakukan adalah hal yang ia perbuat dengan kesadaran yang penuh...


...


"kau?... tolong aku" ucap Eldpora yang tidak jelas.

__ADS_1


"untuk apa aku menolongmu? apa untungnya aku menolongmu?" tanya Reagan dingin yang baru sada keluar dari bathtub dan berjongkok di pinggir Eldpora.


"kau! benar-benar penjahat!" ucap Eldpora dengan menatap Reagan tajam yang sambil meraih lutut Reagan dengan tangannya yang penuh dengan darah.


Reagan tidak berkutik dan mereka hanya saling menatap tajam, ia memandang wajah Eldpora yang penuh dengan da*ah dan rambut yang sangat berantakan...


"kembalikan ibuku, kembalikan keluargaku, kembalikan semuanya!" ucap Eldpora yang sangat memaksakan untuk bicara, dengan tangannya yang memegang kerah kemeja Reagan dan membuat jejak da*ah di sana.


"kenapa memintanya padaku?" tanya Reagan dingin, dengan tatapannya yang semakin menajam.


"jangan pura-pura tidak tahu! di rumah sakit itu kau ada, bukti bahwa kau ada di ruang ibuku, dan di pemakaman, di hari kau menabrak mobilku, aku tahu... semua sudah kau rencanakan bukan!, kau pembunuh" ucap Eldpora, dan setelah itu karena tidak bisa menahan rasa sakit di kepalanya akhirnya dia pingsan.


"ternyata begitu" ucap Reagan datar yang melihat gantungan kunci miliknya yang ia ambil dari baju Eldpora itu.


Ia pun memasukkannya ke kantung celana dan tanpa berpikir panjang ia mendobrak pintu kamar mandi dengan sekuat tenaganya, dan dengan cepat turun ke bawah meninggalkan Eldpora.


Ia berlari dengan kondisi pakaian yang basah kuyub, dan juga tanpa Reagan sadar luka tembakan di tangannya itu terbuka dan mengeluarkan da*ah. "pusing sekali, hampir saja tertidur tadi, dasar wanita si*lan" gumam Reagan menuruni tangga, yang mengarah pada wanita-wanita yang tadi membawa Eldpora.


Ia pun mengambil handphone nya yang ia tinggal di bar tadi dan menelepon Han untuk membantu....


"Han, bawa pengawal kemari, apartemen Eldpora, bawa alat medis, bawa peralatan penyamaran, bajuku, baju Eldpora dan kau juga, dan kursi roda" ucap Reagan terburu-buru yang sambil berlari lagi ke arah kamar mandi lantai dua.

__ADS_1


"dan juga orang untuk membuka pintu dengan kata sandinya telah diubah, lalu jangan sampai terlihat orang-orang, lakukan dengan sembunyi-sembunyi" lanjutnya.


"kau sedang apa di apartemennya?!, ada apa?!" tanya Han khawatir.


"cepat lakukan saja apa perintahku!" ucap Reagan yang berteriak karena marah dan ia pun mematikan teleponnya.


"masih saja ada orang yang memakai cara sampah seperti ini, cwih" lanjutnya.


Reagan dengan buru-buru menggendong Eldpora dan sebelum itu ia tiba-tiba sangat terkejut dengan apa yang ia lihat, poto yang berserakan di lantai kamar mandi, poto Reagan dengan wanita bernama Auly itu.


"Auly!, dia..." gumam Reagan sambil menggretakkan giginya karena kesal.


.


.


Bersambung~



terimakasih 🦛🥰

__ADS_1


__ADS_2