
Di ruangan rumah sakit lantai empat tempat dimana nyonya Bailey di rawat, tetapi karena kondisinya semakin parah ia dipindahkan ke lantai lima untuk penanganan lebih lainjut. Dan di waktu yang sama seorang pasien perempuan dipindahkan ke kamar lantai empat itu.
Benar, seperti yang kalian pikirkan, pasien baru itu adalah ibu dari Eldpora. Yuni yang dengan bawahanya menerima informasi bahwa nyonya Bailey ada di rumah sakit lantai empat, karena itu mereka bersiap menyerang "kau ke atas, dan aku akan matikan CCTV nya" perintah Yuni.
Bawahan suruhan Yuni itupun menusuk pasien yang ada di ruangan lantai empat, yang pria itu kira adalah nyonya Bailey. Disaat bersamaan Reagan datang dan ia melihat apa yang bawahan Yuni lakukan.
Reaganpun sama, awalnya ia mengira bahwa yang di atas kasur pasien itu adalah nyonya Bailey, dan karena itu Reagan memukuli dan menghabisi si suruhan Yuni di tempat itu juga. Dan setelah itu Reagan baru sadar bahwa yang berada di kasur itu bukan nyonya Bailey.
Dan di saat bersamaan Han menelepon...
"Tuan, nyonya Bailey di pindahkan ke lantai lima" ucap Han
"Aku mengerti" jawab Reagan.
"Tuan, sepertinya nyonya tidak bisa menahan sakitnya lebih lama, kita harus mendapat sidik jarinya untuk dokumen resmi. Jadi aku tadi ke rumah dan mengambil semua dokumen, dan sekarang aku menuju rumah sakit" jelas Han.
"Aku mengerti" ucap Reagan yang berlari ke lantai lima rumah sakit.
Disitu Reagan sangat panik, namun dia sama sekali tidak menampakkannya sedikitpun.
"Tuan maafkan aku, aku tidak bisa menjalani tugas ini dengan baik. Jadi aku berjanji untuk tugasku merebut hak dan memimpin perusahaan, itu akan jadi tujuan hidupku mulai sekarang" gumam Reagan di depan ruangan tempat nyonya Bailey.
__ADS_1
...
Tak lama Han pun datang dan membawa semua dokumennya, dan nyonya Bailey pun menandai dokumen itu dengan sidik jarinya, dan tak lama ia menghembuskan nafas terakhirnya di rumah sakit itu.
"Makamkan dengan sembunyi-sembunyi, jangan sampai ada yang tau apa yang terjadi sebenarnya pada keluarga itu" ucap Reagan pada Han.
"Sekarang waktunya kita untuk balas dendam" lanjut Reagan.
...
Flashback Off
...
...
Jam-pun terus berjalan dan hari sudah menunjukkan gelapnya, tetapi Han belum saja kembali. "lama sekali" gumam Reagan.
Disaat bersamaan, Eldpora terbangun dari tidurnya. "A kepalaku sakit sekali" ucap Eldpora. Pandangannya agak sedikit kabur namun ia berusaha melihat sekeliling ruangan itu, lalu tatapan mata Eldpora tertuju pada Reagan yang masih duduk di kursi pinggir kasur itu.
Karena Eldpora sedikit mengingat kejadian tadi siang saat di bar ia terkejut saat melihatnya, dan ia membawa dirinya ke arah berlawanan. Tapi saat dia berusaha berdiri ia malah terjatuh, tapi Reagan tidak menolongnya.
"Kau... siapa?" ucap Eldpora dengan nada lemah.
__ADS_1
Sambil berusaha memfokuskan pandangannya Eldpora berusaha untuk berdiri, "siapa?" gumamnya. Setelah bisa melihat wajah pria yang berada di ruangan itu, Eldpora agak sedikit terkejut "kau?, dimana aku?" tanya Eldpora.
Sebelum Reagan mejawabnya, Eldpora tersadar bahwa tubuhnya hanya memakai pakaian dalam dan celana pendek saja, karena jas yang tadi di pakaikan Reagan itu terjatuh.
"Kau apa kan aku! dasar baji*gan" ucap Eldpora marah sambil membawa selimut yang berada di atas kasur dan membalutkanya di tubuh Eldpora.
Disana Eldpora sungguh ketakutan dan langkah kakinya terus melangkah ke belakang, lalu ia menggapai pintu kamar itu dan berusaha untuk membukanya, namun pintu itu sudah Reagan kunci sebelumnya.
"Keluarkan aku dari sini!" teriak Eldpora.
"Tega sekali kau melakukan itu! sejak awal memang seharusnya aku tidak berdekatan denganmu!" ucap Eldpora yang sepertinya amarahnya sudah berada di titik paling atas.
Tidak tahu harus bagaimana lutut Eldpora sampai tidak bisa menopang tubuhnya lagi, Eldporapun menjatuhkan dirinya dan bersandar di pintu menangis histeris "aku takut" ucap Eldpora dalam hati.
"Cengeng sekali kau, jangan mengambil kesimpulan sebelum kau tahu rincian kejadian aslinya" ucap Reagan dingin, yang sama sekali tidak bergerak dari tempatnya duduk.
.
.
.
terimakasih 🌹🌹🌹
__ADS_1