Nona CEO & Mr.Mafia

Nona CEO & Mr.Mafia
voyage


__ADS_3


"bagaimana menurutmu rencanaku?" tanya Reagan pada Han.


"tuan, jika anda bermagsud untuk melindunginya saya tidak masalah dengan itu, namun itu akan berdampak bagi perasaannya pada anda dan publikpun akan sama seperti itu, tuan pasti mengerti magsudku, kau akan di benci dari kedua pihak, dan nama baik nona Eldpora sebagai CEO sebelumnya akan buruk juga" ucap Han.


"apa? kau tidak bertanya mengapa aku ingin melindungi gadis itu? bukanya kau percaya dia terlibat dalam kasus ini?, soal opini buplik... aku sama sekali tidak peduli, tapi dia... aku tidak tahu" ucap Reagan sebari memandang Eldpora dari atas.


"haaah sudah kuduga dia ingin melindungi nona Eldpora, tidak masalah buatku, karena aku tahu Reagan pasti mengambil langkah dengan penuh analisa, sepertinya penyelidikan yang kulakukan tidak begitu memuaskan" gumam Han dalam hati.


"tuan bisa mempertimbangkannya lagi nanti" ucap Han yang berbalik dan membereskan barang-barangnya.


"simpan saja dokumen itu disana" ucap Reagan.


"baiklah, saya permisi" ucap Han yang melangkahkan kakinya keluar kamar, namun sebelum itu ia berbalik dan berkata "tuan jika anda menyukai nona Eldpora anda harus menggunakan perasaan anda sedikit, bertingkah lembut dan berusaha untuk tidak meluapkan emosi padanya" ucap Han yang langsung pergi begitu saja setelah ia berbicara begitu...


"bicara apa dia?!" ketus Reagan.


"aku menyukainya?" lanjutnya dalam hati sambil berjalan kearah dresa room.


...


"bukan salahku juga takbisa memahami perasaan orang lain" ucap Reagan di depan cermin dengan wajah yang penuh dengan kekosongan.


Reagan terus berdiri terdiam di depan cermin dan melamun dengan terus menatap wajahnya sendiri di cermin itu, sampai ia di tersadar selang infus yang di kenakanya sudah habis dan darah dari bembuluh darahnya naik.


Reagan buru-buru melepasnya dan membuang infusanya itu, lalu Reagan mengambil kemeja dan memakainya dengan tidak memasangkan kancingnya.

__ADS_1


Reagan keluar dari kamarnya dan berjalan kearah kamar Eldpora, "dimana Han?" tanyanya pada pelayan yang sedang berjalan.


"saya lihat tadi tuan Han pergi membawa mobil keluar tuan, tapi saya tidak tahu tujuannya kemana" jawab si pelayan.


Reaganpun mengangguk dan melanjutkan jalanya, dan pelayan itu juga pergi, Reagan masuk kedalam kamar Eldpora dengan senyap dan berusaha tidak menimbulkan suara keras agar Eldpora tidak terbangun.


Saat Reagan hendak duduk lampu rumah tiba-tiba saja mati, Reagan agak terkejut namun berusaha tenang "kenapa tiba-tiba mati lampu?" tanyanya dalam hati.


Reagan akhirnya keluar kearah taman belakang rumah untuk menghampiri lalu menanyakan pada para pelayan yang berada di bangunan khusus pengurus rumah itu, namun saat sedang berjalan menelusuri jalanan taman Reagan tiba-tiba di sekap dan diberi bius oleh orang-orang yang tak terlihat wajahnya itu.


"tuan dia sudah pingsan" ucap salah satunya.


"antarkan dia ke kamarnya" ucap pria yang disebut "tuan itu.



"berjagalah di sekeliling rumah, jangan biarkan siapapun masuk tanpa perintah dariku" ucap lelaki itu setelah masuk kedalam rumah milik Reagan.


"baik tuan" jawab bawahannya yang langsung pergi bersamaan dengan keluarnya orang yang membopong Reagan ke kamar.


"wahh sudah sukses yah kau sekarang" ucap lelaki itu saat menaiki tangga dan melihat luas dan mewahnya rumah yang Reagan miliki.


"ahaha akhirnya aku bisa menemuimu" gumamnya cekikikan dalam hati.


Ia-pun masuk kedalam kamar Reagan sambil membuka jass yang ia kenakan dan duduk di samping kasur yang Reagan tiduri, lalu mengambil buku di sebelahnya dan membacanya.


"buku macam apa ini, tidak seru" ucapnya sambil mencari buku yang lain dan membacanya.

__ADS_1


...


"lama sekali bangunya" ucap lelaki itu sebari mendekati dirinya kepada Reagan dan memegang keningnya.


"tidak sedang sakit juga" lanjutnya.


Lelaki itupun berbaring menyamping menghadap Reagan dengan tangan yang menopang kepalanya...


...


"El" gumam Reagan yang baru saja siuman setelah beberapa menit.


"sudah bangun" gumam lelaki itu dalam hati.


Ielaki itu tiba-tiba mengeluarkan borgol dari sakunya, dan naik ke atas tubuh Reagan sebelum Reagan sadar, lalu memborgol kedua tangan Reagan.


Lelaki itu menempatkan kedua tangan Reagan yang telah di borgol ke senderan tempat tidur bersama satu tangannya dan ia menatap Reagan dengan tatapan sinis.


"buka matamu, lihat aku" ketusnya.


.


.


Bersambung~


__ADS_1


terimakasih 🦊


__ADS_2