
Reagan terdiam setelah memasang sabuk pengamanya, lalu matanya menatap Eldpora dan tangannya memegang jok kursi yang diduduki Eldpora lalu perlahan tubuhnya mendekat pada Eldpora sembari terus menatapnya.
"Kenapa?" tanya Eldpora lembut.
"Kau tidak marah ataupun kesal?" tanya Reagan dengan raut muka yang keheranan.
Matanya terus menatap mata Eldpora, begitupun Eldpora yang terus menatap Reagan dengan bingungnya. Mereka saling tidak bergerak di dalam mobil itu, Reagan melihat bola mata Eldpora yang sedikit berkaca-kaca namun Eldpora benar-benar hanya terdiam mematung tidak menjawab pertanyaan yang Reagan lontarkan.
"Aku akan urus ini" ucap spontan Reagan setelah mengerutkan dahinya karena mengerti dari raut wajah Eldpora.
Setelah mendengar itu Eldpora masih tidak mengucapkan satu katapun apa yang ia rasakan saat itu, sampai Reagan mengemudikan mobilpun, Eldpora menjadi diam tidak berekspresi.
"Kita bisa menjadi keluarga bahagia... memang mudah untuk dikatakan..." gumamnya dalam hati sebari melirik Reagan lalu tak lama dari itu ia memalingkan pandangannya...
...
Aa!!! Eldpora berteriak karena Reagan tiba-tiba berhenti mendadak. Sontak juga Eldpora menatap reagan dengan tajam.
"Bagaimana membuatmu bahagia?" tanya Reagan spontan setelah mengerem mobilnya secara mendadak sambil menatap Eldpora.
Eldpora terdiam dan ekspresi wajah sedihnya berubah menjadi ekspresi dengan tatapan mata yang tajam dan serius karena terkejut dengan apa yang di katakan Reagan...
"Apa?" ucapnya pelan.
"Bagaimana membuatmu bahagia?"
"Bagaimana membuatmu merasa nyaman?"
__ADS_1
"Bagaimana membuatmu bisa tersenyum?"
Beberapa lontaran jawaban dari Reagan atas pertanyaan Eldpora, yang tentu saja membuat Eldpora semakin terkejut.
"Apa maksud sikap dan apa yang kau katakan barusan?!" tanya Eldpora sembari spontan memukul Reagan dengan pelan.
"Jalankan saja mobilnya dengan benar dasar" lanjutnya yang kesal, melihat itu Reagan langsung menancapkan gas pelan dan melanjutkan perjalanan.
Hahhh "coba lihat dirimu, begitu menyedihkan bukan, seperti seekor anak itik yang tersesat" ucap Reagan setelah menghela nafas.
{bayangan Reagan}
"Apanya yang anak itik!" teriak Eldpora yang marah.
"Nah, itu yang seperti anak itik" ucap Reagan yang menunjuk pada wajah Eldpora yang marah.
"Apaan sih ucapannya itu!" lanjutnya dalam hati.
"Ah, beraninya kau" Ucap Reagan sebari menatap Eldpora dengan juteknya lalu menepikan mobilnya.
"Dengar, kau disini saja dan berjaga, aku akan masuk kevilla di depan sana, dia ada di villa itu sepertinya juga dia sering kesana, misiku dan Han hanya menyimpan penyadap suara ini jadi kau tunggu disini saja" lanjunya sebari sibuk dengan barang-barangnya.
"Yuni ada di sana?, sebenarnya kenapa kau sangat ingin mengambil dokumen kepemilikan itu? itu bahkan hanya beberapa persenya saja?" tanya Eldpora.
Reagan yang sibuk dengan barang-barangnya itupun terdiam lalu menatap Eldpora dan menjawab "Aku mempunyai janji seumur hidup dengan pemilik asli dokumen itu, dan kebetulan sahabatmu itu adalah musuhku juga. Aku pergi kau pakailah topi dan masker ini, jangan sampai ada orang yang melihatmu" ucap Reagan yang keluar dari mobilnya disaat kaca mobilnya di ketuk dari luar oleh Han yang sudah menunggu.
"Dia bukan sahabatku!!!" teriak Eldpora.
__ADS_1
"Aaaa, kenapa aku kenapa aku dipertemukan dengan merekaaa" lanjutnya.
Suasanapun menjadi sepi, Eldpora melihat-lihat sekitar dan hanya itu yang bisa ia lakukan, namun tetiba ia memikirkan perkataan Reagan sebelumnya "Kenapa dia menanyakan hal seperi itu, sikapnya benar-bena sangat aneh tiba-tiba perhatian, tiba-tiba kejam, tiba-tiba... ah sudahlah kenapa aku memikirkan dia?!" ucap Eldpora sebari memegang kepalanya, namun tiba-tiba pandangan Eldpora dikejutkan dengan sosok pria yang tengah mengintip mobilnya dan sontak Eldpora berteriak karena terkejut.
"Siapa?" ucap Eldpora.
"Bisa keluar dulu kak sebentar? saja mau bertanya" ucap pria itu .
Namun Eldpora terus menatap pria itu tak berkedip "Siapa yah? apa dia orang jahat? apa aku akan dalam bahaya?" ucap Eldpora dalam hati.
Hallo para pembaca ini penulis Lu.v 😊
Terimakasih banyak atas dukungan kalian yang sudah baca sampai episode terakhir yang aku up🥰
Maaf atas penulisan yang sangat lama, setelah kelulusan tahun lalu ternyata saya menjadi sangat sibuk dan selama 1 tahun saya melupakan imajinasi dari cerita ini karena kesibukan itu dan juga saat ini saya sedang melanjutkan study lalu kemungkinan besarnya saya masih akan sulit upload episode barunya😔🙏
Namun saya akan tetap berusaha melanjutkan Novel ini sampai tamat, karena dukungan dari kalian😊❤️
__ADS_1
Terimakasih banyak✨❤️❤️