Nona CEO & Mr.Mafia

Nona CEO & Mr.Mafia
memendam


__ADS_3


"Keluarkan aku" ucap Eldpora yang mencoba tegar.


"Mandilah, dan pakai baju yang ada di lemari" ucap Reagan dengan nada datar.


"Kau masih bisa berbicara setenang itu setelah kau memperlakukan seorang wanita seperti ini?, berapa wanita yang sudah aku perlakukan seperti ini hah?" tanya Eldpora marah.


"Tutup mulutmu!" ucap Reagan marah dengan nada yang agak sedikit ditinggikan, lalu mendekat kepada Eldpora yang masih berjongkok di dekat pintu dan mencengkram wajahnya.


"Jangan berspekulasi macam-macam dan turuti saja apa yangku katakan, jika memang kau yang melakukanya aku akan langsung membunuhmu disini. Jangan harap bisa keluar dengan selamat" lanjut Reagan.


Dan Reaganpun membuang muka Eldpora dari cengkramanya itu lalu keluar dari kamarnya sambil membanting pintu dan menguncinya lagi.


"Aku melakukan apa padamu brengs*k! buka pintunya" teriak Eldpora dari dalam kamar.


Eldpora yang awalnya bisa menenangkan dirinya itupun mengeluarkan air matanya lagi, dan untuknya itu adalah rasa sesak yang luar biasa. Merasa bahwa dirinya sudah sangat kotor, bahwa dirinya sudah tidak berharga bagi siapapun.


Eldpora terus menangis beriringan dengan teriakkanya, "sesak sekali" gumamnya didalam hati.


Eldpora masih terus menangis di dalam kamar itu beberapa saat...


...


Saat Reagan keluar, dia tidak langsung pergi...


ia malah duduk di lantai dan bersandar pada pintu itu, entah apa yang dia pikirkan dia hanya melamun dan menatap langit-langit rumahnya.

__ADS_1


Reagan sangat marah tetapi menahan amarahnya, perasaanya campur aduk. Ruangan dimana hanya teriakkan, dan tangisan Eldpora saja yang terdengar.


"Perlukah?..." gumam Reagan dalam hati.


...


Satu jam sudah berlalu, Eldpora masih pada tangisnya dan Reagan masih pada lamunanya.


"Sudahlah berhenti menangis" ucap datar Reagan tiba-tiba.


Tetapi Eldpora tidak bisa tenang dengan hanya perkataan seperti itu, ia masih terus menangis meski tidak sekeras tadi.


"Aku tidak melakukan hal tidak wajar padamu, bukan aku yang melakukanya" ucap Reagan lembut, meski ia sangat marah.


"Lalu siapa?" tanya Eldpora dengan suara yang kurang stabil karena menangis.


Mendengar perkataan Reagan, Eldpora berusaha mengingat. Tetapi yang Eldpora ingat hanya ingatan samar-samar yang terjadi padanya di salah satu kamar di club itu saja.


"Kau tidak berbohong?, kenapa tidak menjelaskannya padaku sejak awal?, dan apa yang kau magsud perkataanmu." ucap Eldpora yang terpotong.


"Mandilah dulu, bersihkan tubuhmu" ucap Reagan yang menyelah perkataan Eldpora.


Eldporapun berusaha membangkitkan dirinya dan menuju kamar mandi lalu membersihkan dirinya. "Han lama sekali!" ucap Reagan kesal didalam hatinya yang masih duduk di depan pintu kamarnya itu.


...


"Dia bukan pelakunya, lalu siapa pria yang ada di ingatanku?, jadi dia yang menolongku kalau begitu?" gumam Eldpora dalam hati yang berdiri diam di bawah air dari shower yang mengalir membasahi sekujur tubuhnya.

__ADS_1


Eldpora melanjutkan mandinya, dan Reagan beranjak dari depan pintu dan menuju ruang kerjanya. "apa terjadi sesuatu pada Han?" gumam Reagan lalu menelepon Han.


Tetapi sudah beberapa kalipun Reagan menelepon Han, Han sama sekali tidak mengangkatnya, tapi telepon itu tersambung dalam handphone Han.


Reagan yang agak cemas pada Han itupun langsung menghubungi bawahan yang lainya untuk mencari Han. Dan setelah sudah, Reagan menghubungi salah satu restoran yang buka 24 jam dan memesan beberapa makanan dengan layanan pesan antar ke apartemen nya.


"Hahhh" desah Reagan yang langsung bangkit dari kursi kerjanya itu dan menuju kamar.


Setelah membuka kunci dan masuk, Regan duduk di kursi yang berada di dress room itu. Ia hanya melihat handphone nya saja.


Beberapa menit sudah berlalu, akhirnya Eldporapun menyelesaikan mandinya. Dan saat baru membuka pintu dan melihat Reagan ia terkejut. Dan mata mereka pun bertatapan "kenapa kau di situ?" tanya Eldpora yang masih berdiri di pintu kamar mandi.


"Cepat pakai bajumu" ucap Reagan yang mengacuhkan pertanyaan Eldpora.


"Kalau begitu kau keluar dulu" ucap Eldpora datar.


Reagan yang tidak menetap Eldpora sama sekalipun langsung beranjak dari tempat ia duduk dan keluar dari ruangan itu.


"Pilih saja pakaian yang cocok untukmu dan kenakan. jangan membuatku menunggu lama" ucap Reagan sebelum ia menutup pintu ruangan itu.


.


.


.


Terimakasih ❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2