Nona CEO & Mr.Mafia

Nona CEO & Mr.Mafia
sialan


__ADS_3


"Astaga apa yangku pikirkan" gumam Eldpora dalam hati lalu menutupi mukanya dengan satu tangan karena merasa malu.


"Kenapa? apa yang terakhir itu benar?" tanya Yuni yang ingin melihat kedekatan antara Reagan dan Eldpora dengan caranya sendiri.


"Kau ini pulang sana! dasar menyebalkan" ucap Eldpora pada Yuni merajuk.


"Baik, maaf maaf tidak lagi" ucap Yuni sebari tertawa.


"Kau mau pulang?, mari ku antar" ucap Eldpora sebari berjalan pelan kearah parkiran apartemen.


Yuni yang agak kesal namun tak bisa berbuat apa-apa, iapun hanya mengikuti Eldpora dari belakang. "wanita bodoh yang sangat berguna, tunggu saja nanti aku akan mengeluarkan kejutan besar untukmu" gumamnya dalam hati sambil memunculkan smirknya.


"Kau tidak akan ikut?" tanya Yuni saat sudah di depan mobilnya.


"Tidak, malam ini aku harus bekerja keras" ucap Eldpora sambil tersenyum manis.


"Baiklah sampai jumpa" ucap Yuni yang memasuki mobilnya.


"Fighting" lanjutnya untuk menyemangati Eldpora dan bergegas pergi.


"Hati-hati" ucap Eldpora sambil melambaikan tangan.


...


Eldpora masih terdiam disana dengan pandangan kosongnya, "aku benci perasaan ini" gumamnya pelan.

__ADS_1


Saat Eldpora akan berjalan pergi untuk keluar tiba-tiba teleponya berdering, dan terlihat bahwa itu adalah panggilan dari staf apartemen.


"Dengan pemilik apartemen lantai sembilan nona Eldpora, sebelumnya maafkan saya telah mengganggu waktu anda, ada wanita bernama Auly yang sedang menunggu anda di tempat tunggu tamu lantai satu" ucap staf itu.


"Ada keperluan apa?" tanya Eldpora.


"Saya tidak tahu, lebih baik anda cepat kemari, dia sepertinya sangat marah" ucap staf itu.


"Baiklah" ucap Eldpora yang lemas sambil menuju lantai satu apartemen.


Selagi berjalan Eldpora benar-benar terlihat sangat lelah dan terpampang keputus asaan dalam dirinya, seperti seseorang yang mempunyai kaki yang sedang terluka namun tetap memaksakan untuk berjalan.


Ia pun sampai di tempat tunggu tamu dan menatap orang-orang yang berada di sana, dan matanya bertatapan dengan satu wanita yang memiliki ekspresi penuh kemarahan yang memakai pakaian mewah dan saat mereka bertatapan si wanita itu tiba-tiba berdiri dan mendekati Eldpora dengan cepat.


"Nona Eldpora?" tanyanya ketus.


"Siapa?" tanya Eldpora bingung.


"Apa ada kepentingan denganku?" tanya Eldpora.


Auly tidak menjawab perkataan Eldpora itu, dan ia hanya mengeluarkan berkas dari tasnya dengan muka yang sangar lalu memberikanya pada Eldpora.


"Buka saat kau sudah di rumah, dan ada juga nomorku disana" ucapnya yang langsung meninggalkan Eldpora.


"Hahhh" desah Eldpora.


Ia pun berjalan menuju lift dan membatalkan rencana awalnya untuk pergi ke kantor polisi malam itu, perasaannya saat ini benar-benar tidak karuan yang membuatnya hanya ingin sendiri.

__ADS_1


Eldporapun berdiri menunggu lift sendiri, dengan muka yang lesu sambil memainkan berkas yang ia terima barusan. Dan tak lupa ia juga masih merasa bahwa semua orang membisikkan soal dirinya dari tadi, namun Eldpora tetap saja tidak menanggapi karena terlalu banyak masalah yang ia harus tangani.


"Hey! jala*g!" teriak seorang wanita di tantai dua memanggil.


Sontak semua orang disana yang mendengarpun memusatkan pandangan kepada wanita itu termasuk juga Eldpora, Wanita itupun berjalan ke lantai satu sebari membawa sesuatu di tangannya dengan langkah kaki yang agak terburu-buru.


Dilihat-lihat wanita itu menghampiri Eldpora dan secara tiba-tiba ia menumpahkan wine anggur langsung dari botol yang ia bawa, "apa yang kau lakukan!" teriak Eldpora yang menghindar.


"Dasar kau wanita penggoda!" teriak wanita itu sambil menarik-narik tangan Eldpora dan terus menyiraminya wine.


Semua orang terus melirik tajam kearah perkelahian itu termasuk juga orang-orang yang baru saja ingin keluar dari lift mereka benar-benar bengong dan terkejut...


"Kalian hentikan!, ini mengganggu kenyamanan!" ucap petugas scurity yang datang sambil menarik wanita yang membuat keributan.


"Lepass!" ucap si wanita itu sambil terus menarik tangan Eldpora sangat keras sampai membuat ia terjatuh.


"Sakitt!!" teriak Eldpora.


Scurity dengan susah payah menahan wanita itu yang terus menggila, dan Eldpora masih berada di lantai kesakitan namun perlahan berdiri dengan muka yang penuh kekesalan dan menatap wanita itu dengan sinis.


"Sepertinya wanita itu yang membuat masalah minggu kemarin karena suaminya yang baru menikahinya itu selingkuh dengan wanita lain?" ucap salah satu orang di lift yang terdengar jelas oleh Eldpora.


.


.


Bersambung~

__ADS_1



terimakasih❤️


__ADS_2