
"urus itu sebagai kecelakaan" ucap Han depan pintu utama rumah.
"baik tuan, saya permisi" ucap dokter itu dari jendela mobil, dan ia diantar beberapa orang pelayan.
"bisa bahaya jika dia dicurigai, bisa-bisa polisipun turun tangan" gumam Han sebari menutup pintu utama rumah dan duduk kembali di kursi ruang tamu.
...
"Terlalu banyak masalah yang tiba-tiba!!!..." ucap Han dalam hati.
"lama sekali, apa seserius itu?" lanjutnya sebari melihat pintu dimana Reagan sedang dalam penanganan disana...
Setelah Han banyak bergumam memikirkan hal-hal mengenai Reagan dari A-Z ia pun beranjak dari duduknya dan menuju ruang kerjanya, lalu ia membuka komputernya dan mengecek kondisi pusat perusahaan keluarga Bailey yang diberikan pada tuannya itu...
"rumor tentang kematian sudah menyebar, lalu akibatnya performa kariawan perusahaan menurun akibat rumor aneh, dan mengalami penurunan nilai saham" pikir Han.
"aku benar-benar pusing, data yang tak sempat di bawa oleh Reagan diambil oleh si kepa*at itu, dan aku juga belum mendata semua asetnya, lalu sebelum itu aku harus meresmikan Reagan menjadi CEO selanjutnya agar jelas secara kepemilikan sebelum munculnya dokumen palsu, lalu sisanya... akan diurus oleh Reagan. Wahh pasti akan ada kekacauan dari dalam, dan penurunan saham yang drastis... " ucap Han.
"tapi saat peresmian kita harus berada di pusat perusahaan, jadi kita harus pulang ke Paris. Tapi kita masih belum menyelesaikan masalah disini!!!! bagaimana jika nanti ada penyerangan saat disana... Tapi kan harus peresmian dulu? AH!!! YANG BENAR ITU BAGAIMANA!!!!... tuann cepatlah bangun, aku butuh otakmu sekarang!" ucap Han stress ....
Han menjatuhkan dirinya di kursi kerjanya dengan kepala yang menghadap ke atas, ia memutar mutarkan kursinya dengan kakinya. "hahh... sejak awal, aku memang selalu mengandalkanya, sangat menyebalkan. Tapi kenapa dia begitu sempurna dalam segala hal" ucapnya sambil memegang jidatnya....
"bikin iri saja..." lanjutnya dalam hati...
__ADS_1
...
Toktoktok
"Tuan, ayah dari tuan Reagan datang, dia ingin bertemu tuan Reagan, dan karena sekarang tuan Reagan tidak bisa saya harus mengatakan apa?" ucap pelayan yang mengetuk pintu ruang kerja Han.
"usir saja dia" ucap Han dingin.
"baik tuan" ucap si pelayan gugup lalu pergi.
Pelayan itupun menghampiri ayah Reagan dan memberi tahu ayah Reagan yang berada di depan pintu untuk pergi "maaf tuan, tapi sepertinya tidak bisa, anda mungkin bisa bertemu dengannya lain kali" ucap si pelayan sopan.
"apa!!! minggir biarkan aku masuk, dasar anak breng*ek! kau terus saja mengusirku, keluar kau!, jika tidak aku akan mengacak-acak rumah ini dan membunuhmu" ketus ayah Reagan sambil menerobos masuk.
"tuan! maaf! tapi anda tidak bisa bertemu tuan Reagan! silahkan pergi" ucap si pelayan dengan tegas.
Dan kepala pelayan yang perada di sekitar situpun melihat kejadian itu dan menghampiri mereka. "kau mau bertemu tuan Reagan?" tanya kepala pelayan.
"ah, benar, anda tidak mungkin kemari jika tidak ada hubungannya dengan tuan" lanjutnya.
...
"ada apa ribut-ribut begini?" tanya Han yang beranjak dari ruang kerjanya karena mendengar keributan dan sedang berjalan menuruni tangga.
"apa kau bilang?, apa magsudmu bilang begitu?!" jawab ayah Reagan pada kepala pelayan.
__ADS_1
Kepala pelayan tidak memerdulikan pertanyaan yang di lontarkan ayah Reagan, dan hanya membungkukkan padannya untuk kedatangan Han. "maaf membuat sedikit keributan tuan" ucap kepala pelayan tenang.
"mari ke ruangan saya tuan" ucap Han pada ayah Reagan.
"saya ingin bertemu dengan anak itu, bukan denganmu" ketus ayah Reagan.
"saya juga punya kewenangan untuk mengatur keuangannya, mari tuan" ucap Han dingin.
"baguslah kalo begitu" jawab ayah Reagan sebari menyeringai.
Ayah Reaganpun mengikuti Han di belakangnya, ia sesekali melihat sekeliling rumah yang dimiliki Reagan itu. "kaya sekali yah anak itu" ucapnya sambil melirik Han dan Han tidak menanggapinya dan hanya bersikap dingin.
"ngomong-ngomong dimana anak itu?" tanya ayah Reagan pada Han.
Dan lagi-lagi Han tidak menanggapi itu, "silahkan masuk tuan" ucap Han yang membuka pintu.
Ayah Reaganpun duduk dengan elegan dan songongnya. "kau sepertinya ketularan kebreng*ekkan anak itu" ketusnya.
"ngomong-ngomong, pakaian anda sangat berkelas, pasti sangat mahal. Mantel warna marah berkualitas terbaik dari brand nomor satu di dunia, satu set pakaian kantor Dior. Pasti anda sudah sangat bekerja keras untuk itu, saya sangat kagum" ketus Han dingin dengan sorot mata yang mengericit sangat sarkasme.
.
.
Bersamhung~
__ADS_1
•
terimakasih🙏