
"Beren*sek" ketus Reagan tiba-tiba di dalam mobil sebari matanya melihat kearah depan dengan sorot mata yang tajam.
Bola matanya terus mengikuti arah jalan seorang wanita yang mengenakan pakaian merah marun yang sedang mendorong kereta bayi di depannya itu.
"Benar-benar pria yang menjijikan" lanjutnya sebari melihat ayah Eldpora dari balik kaca mobilnya, dan Eldpora yang sedang berjalan cepat menghampiri ayahnya itu.
"Itu benar-benar ayah" gumam Eldpora dalam hati setelah melihat jelas wajah ayahnya itu.
"Ayah!" teriaknya sebari memancarkan senyum di wajahnya itu.
Namun setelah ia beberapa langkah lagi bisa memeluk ayahnya, tiba-tiba langkah Eldpora terhenti karena ia melihat seorang wanita dengan kereta bayi mendatangi ayahnya lalu memeluk dan mencium ayahnya itu.
Dan ayah Eldpora menyadari kehadiran Eldpora setelah Eldpora berteriak memanggilnya, merekapun saling menatap dan terdiam termasuk wanita di sampingnya itu.
"Kau?!" ucap Eldpora yang mendekat perlahan sebari menatap ketiganya.
"Sekretaris ayah?" lanjutnya dalam hati.
"Ayah" panggilnya lembut sebari menatap lembut.
"Aku rasa kau pasti mengerti dengan situasi sejarang ini" Ucap si wanita itu.
"Tolong jelaskan padaku" ucap Eldpora pada ayahnya.
"Intinya ayahmu membuangmu" ucap wanita itu dengan lantangnya yang langsung di hentikan oleh ayah Eldpora, namun Eldpora benar-benar telah mendengarnya dengan jelas.
"Kau tunggulah di cafe sebrang" bisik ayah Eldpora pada wanita itu.
Wanita itupun memasang wajah yang sinis pada Eldpora, lalu pergi sebari membawa bayinya. "Mari kita bicara empat mata di sana" ucap ayah Eldpora padanya yang menunjuk sebuah cafe di sebelahnya.
"Apa yang perlu di bicarakan?" tanya Eldpora tegas.
"Semua" jawab ayahnya.
__ADS_1
merekapun pergi ke cafe itu dan menempati tempat duduk paling ujung lalu memesan satu minuman untuk masing-masingnya. Ayah Eldpora terdiam dan menyeruput minuman yang ia pesan, begitupun Eldpora yang terdiam namun hanya memandangi minumannya saja...
Lamunannya semakin dalam, namun Eldpora tiba-tiba tersadar karena kedatangan Reagan yang secara tiba-tiba duduk di meja sebelahnya lalu memesan cake dan americano, namun keduanya saling terdiam tidak menyapa...
...
"Ayah terpaksa harus melakukan ini karena demi Gisele yang masih kecil, dia membutuhkan ayah" ucap ayah Eldpora dengan halus.
"Gisele?, apa nama anak yang tadi itu?" tanya Eldpora yang berusaha untuk tenang.
"Hanya karena dia anak kecil maka aku yang sudah dewasa ini malah di abaikan?, ayah, aku lebih membutuhkanmu sekarang..." lanjutnya dalam hati.
Ayahnya mengangguk dan Eldpora langsung menimpanya dengan pertanyaan yang lain lagi. "Apa anak itu hasil dari perselingkuhan ayah dengan sekretaris ayah?" tegasnya.
"Jaga bicaramu" ucap ayah Eldpora.
"Lalu apa magsud dari wanita tadi yang bilang ayah membuangku?, apa ayah mempunyai rencana?!" tanya Eldpora yang membuat hatinya begitu gemetar.
"Dengarkan ayah, kita bisa menjadi suatu keluarga bahagia jika kau bisa menerima mereka" ucap ayah Eldpora tenang.
"Ayah yakin kalian semua bisa dekat" ucap ayah Eldpora yang mengalihkan pembicaraan.
"Berapa umur anak itu?" tegas Eldpora.
"Usianya baru dua tahun" jawabnya yang membuat Eldpora membeku.
...
"Permisi, maaf kami punya urusan" ucap Reagan
yang menghampiri Eldpora sambil menariknya keluar dan memasukkannya ke dalam mobil.
...
"Kita bicara antar sesama lelaki, katakan apa kau menyayanginya seperti saat pertama kali dia berada di pelukanmu atau tidak?" ucap Reagan yang kembali dan langsung melemparkan pertanyaan pada pria di hadapannya itu yang tak lain adalah ayah Eldpora.
__ADS_1
"Siapa kau?, ada hubungan apa kau dengan Eldpora?" tanya ayah Eldpora pada Reagan.
"Tidak sopan menjawab pertanyaan dengan pertanyaan lagi tuan" ucap Reagan.
Ayah Eldpora terdiam dengan menatap tajam Reagan, merasakan aura aneh yang berada di tubuh Reagan...
"Sebagai ayah tentu saja akan menyayangi anaknya" ucapnya.
"Tidak, jangan menjawab dari tempat kau sebagai ayah. Tapi bagaimana perasaan ---" ucap Reagan yang sengaja di poto oleh ayah Eldpora.
"Sepertinya kita tidak punya urusan apa-apa, saya permisi" ucapnya yang langsung beranjak dari tempat itu.
Reagan yang melihatnya terlihat kesal dan beranjak lalu melangkahkan kakinya lebih cepat dengan wajah serius dan berkata "aku paling benci pria sepertimu, lain kali sebelum bersikap dan berbicara kau harus tahu terlebih dahulu melihat karakter lawan bicaramu itu tuan" ucapnya sembari membuka pintu cafe untuk ayah Eldpora dan melemparkan senyum palsu.
"Dan jaga bicaramu kepada seseorang yang lebih tua" jawab ayah Eldpora yang berhenti di depan pintu .
"Umur hanya penghitung seberapa lama kau hidup di dunia, bukan seberapa dewasa kau menyikapi hal di dunia ini" ucap Reagan yang langsung meninggalkan ayah Reagan setelah mengatakan apa yang ia katakan barusan.
...
"Apa yang kau bicarakan dengan ayah?" tanya Eldpora yang melihat Reagan masuk ke dalam mobil.
"Tidak ada" jawab Reagan singkat.
"Jelas-jelas tadi aku melihat kalian bicara" ucap Eldpora.
Reagan terdiam setelah memasang sabuk pengamanya, lalu matanya menatap Eldpora dan tangannya memegang jok kursi yang diduduki Eldpora lalu perlahan tubuhnya mendekat pada Eldpora sembari terus menatapnya.
"Kenapa?" tanya Eldpora lembut.
.
.
terimakasih 😊🙏
__ADS_1