
Han terdiam yang hanya melihat kekosongan, kesakitan, dan kekerasan hati yang berada di wajah Reagan. Ia bingung akan kondisi Reagan, ia terlihat sangat baik-baik saja sejak awal bahkan Han bertanya-tanya kenapa dari tadi ia bahkan tidak menyadari Reagan sedang kesakitan....
"aku mengerti luka itu... tapi lukanya pasti tidak sesederhana yang ku bayangkan..." gumam Han dalam hati sambil memandangi pintu kamar mandi.
Didalam kamar mandi Reagan sedang membersihkan dirinya, dan beberapa kali menggeram kesakitan. Han yang masih berada di dalam kamarnya Reagan itu juga mendengar dari tempatnya bersiri...
"aku bisa membantu, buka pintunya" ucap Han lembut yang mengetuk pintu kamar mandi.
"kau! sudah aku bilang keluar! aku tidak membutuhkanmu!" teriak Reagan dari kamar mandi, sambil menahan sakit.
"kau ini!, aku benar-benar bisa membantu!" Han kesal dan meluapkan ke marahannya lalu membuka pintu kamar mandinya.
Setelah membuka pintu kamar mandi, Han sangat terkejut, ia terdiam dan menatap Reagan di ruang shower sedang terduduk dengan air terus mengaliri tubuhnya dengan hanya memakai celana pendek saja. Air yang mengaliri sudut sobekan luka di tubuh Reagan, terlihat begitu menyeramkan apa yang baru saja Han lihat...
Mereka saling menatap satu sama lain, Reagan lalu berdiri dan memasang muka yang begitu menyeramkan pada Han. Han tetap membeku tidak tahu harus berbuat apa...
Reagan menghampiri Han dengan gesitnya, lalu ia menceki* leher Han dengan tangannya sambil menyeretnya keluar kamar mandi.
Ia menyeret dengan keadaan tubuhnya yang seperti itu dengan penuh amarahnya, terus mendorong Han sampai keujung tembok . Reagan terus menceki* dan tidak berbicara apapun dengan tatapan dan ekspresi seperti kerasukan iblis...
Tindakan yang Reagan lakukan ini memang sangat tidak wajar dengan umurnya, namun kenapa itu terlihat seperti wajar karena sebab... itu yang dipikirkan Han...
"lepas" ucap Han tidak jelas.
__ADS_1
"tadi sudah aku bilang untuk kau pergi, ini yang membuatmu sangat penasaran?, ini yang kau ingin lihat? sudah puas?" ucap Reagan dengan geramnya.
"tidak" ucap Han yang kehabisan nafasnya, dan Reagan langsung melempar Han sampai terjatuh.
Han terjatuh dengan nafas yang tidak stabil dan Reagan berjongkok dan berbisik "jangan beri tahu siapapun" ucap Reagan penuh dengan kesedihan.
Mata Reagan dan Han disitu saling menatap... Dan dari situ Han benar-benar tidak memberi tahu siapapun tentang kondisi yang Reagan alami pada siapapun, benar-benar tidak satupun orang mengetahuinya...
...
...
Flashback off
Dapur rumah Reagan...
"hanya apa?" tanya Chen sambil memakan makananya dengan santainya.
"tidak tahu, aku tidak tahu" ucap Han.
"sudahlah nanti aku akan bicarakan padanya" lanjutnya.
"sangat tidak nyambung, kau ini bicara apa!, kau akan bicarakan apa dengannya!" ucap Chen kesal.
"soal keadaannya" ucap Han.
__ADS_1
"dasar bodoh, bicarakan padaku bukan malah padanya, aku saja belum tahu diaknosis akhirnya, katanya kau bersamanya sejak kecil, kalau begitu kau pasti tahu sejak kapan dia seperti itu" ucap Chen yang mengomel sambil mengunyah makanan.
"soal diaknosis akhir tidak perlu!, jangan tanya kenapa!, itu sulit. Katakan saja seberapa bahayanya?" ucap Han.
"benar-benar bawahan yang bodoh" ketus Chen.
"nanti kita bicarakan ini lagi" ucap Han pergi dengan kekesalanya.
"aku sudah boleh menjengukkan" lanjutnya.
"eungg" jawab Chen.
...
Han pun berjalan dan memasuki ruangan yang dipakai untuk perawatan Reagan sementara, ia membuka gorden yang mengelilingi tempat tidur dan melihat tuannya itu sedang berbaring.
Namun Han melihat kerutan di antara alis tuannya itu, dan bola mata yang terlihat terus bergerak. "rasanya tidak bisa memanggilmu bocah sejak pertama kita bertemu, tenanglah jangan cemaskan apapun, kau aman disini" ucap Han sebari duduk di sebelah kasur Reagan dan menepuk tanganya pelan.
"aku akan terus membantumu" gumam Han di dalam hatinya.
.
.
Bersambung~
__ADS_1
•
terimakasih 🦊❤️