Nona CEO & Mr.Mafia

Nona CEO & Mr.Mafia
panik


__ADS_3


Reagan dengan buru-buru menggendong Eldpora dan sebelum itu ia tiba-tiba sangat terkejut dengan apa yang ia lihat, poto yang berserakan di lantai kamar mandi, poto Reagan dengan wanita bernama Auly itu.


"Auly!, dia..." gumam Reagan sambil menggretakkan giginya karena kesal.


Dan akhirnya sambil Reagan menunggu Han datang dengan pengawalnya, ia membereskan poto dan memmasukkan botol itu kedalam map untuk di bawa.


Ia pun langsung menggendong Eldpora ke ruang tamu lantai bawah sambil membawa barang-barang itu, dan Reaganpun memeriksa Eldpora...


"aku tahu kau lemah, tapi kali ini kau harus bertahan" ucap Reagan sambil menelaah luka di badan Eldpora.


"luka di tangannya sangat berbahaya! ini luka dari pecahan kaca! ada banyak serpihan kaca disitu" lanjutnya.


Reagan pun langsung ambil tindakan, ia mengambil handphone nya dan menyalakan flash kamera untuk penerangan lebih. Ia sekali lagi memeriksa dengan lebih teliti dan sesekali sengaja melebarkan luka di tangan Eldpora untuk memeriksa serpihan kaca di bagian dalam luka.


"ini tidak bisa di tutup untuk menghentikan darah keluar, akan bahaya. Aku harus membersihkannya dulu" gumam Reagan.


Ia pun langsung mencari peralatan P3K di rumah itu, Reagan membuka hampir semua lemari di sana dan akhirnya menemukannya. Ia cepat-cepat mengambil baskom dan ia membuka dan mengambil infusan lalu membuat lubang di sana.


"aku harus menahanya" gumamnya pelan.


Reagan masih melihat luka di tangan Eldpora yang terus mengeluarkan darah, nafas Reagan terlihat tidak stabil dan tubuhnya juga terus bengeluarkan banyak keringat...


"tidak, tidak bisa" ucap Reagan yang membalikkan badannya dan menjatuhkan infusan yang berada di tangannya itu lalu ia memegang kepalanya.

__ADS_1


"tenanglah, tenanglah, lakukan dengan cepat" gumamnya untuk menenangkan diri.


Ia lalu membuka bajunya dan menggunting lengan bajunya, lalu baju itu ia lilitkan ke pada kepada Eldpora untuk menghentikan pendarahan di kepala Eldpora itu.


"sudah, tinggal lengan" ucapnya terburu-buru sambil menyobek lengan baju Eldpora.


Reaganpun dengan perlahan mengalirkan air infusan ke luka-luka di lengan Eldpora dan Reagan menampungnya di baskom yang ia ambil tadi.


Sambil mengaliri luka itu dengan air infusan, Reagan membersihkan sekitarnya juga dengan kapas medis untuk mempermudah ia melihat keadaan lukanya...


Reagan terlihat sangat-sangat fokus dan teliti membersihkan luka di tangan Eldpora, ia sedikit demi sedikit mengeluarkan serpihan kaca itu, namun dilihat tubuh Reagan tiba-tiba seperti gemetaran...


Reagan berusaha bertahan dan membereskan itu, namun tubuhnya terlihat semakin mengeluarkan banyak sekali ketingat lalu ia tiba-tiba pingsan di situ. Ia menjatuhkan infusan dan kapas yang ia pegang...


Reaganpun tergeletak di lantai, sebelah kursi yang ditiduri Eldpora...


...


...


Suara telepon masuk dari ponsel Reagan, dan terlihat itu adalah panggilan dari Han.


"kenapa tuan tidak mengangkatnya?!" ucap Han di dalam mobil, yang langsung mempercepat laju mobilnya.


"semoga tidak terjadi sesuatu pada tuan" gumamnya dalam hati.

__ADS_1


Han-pun masuk ke dalam apartemen lewat pintu belakang, meski sama adanya penjaga di pintu belakang, namun hanya lebih longgar sedikit dibanding penjagaan di pintu depan...


Han dan satu pengawalnyapun masuk dan menaiki lift yang kosong sebari membawa baju dan kursi roda seperti yang di perintahkan Reagan. Di lift Han kembali menelepon kembali Reagan, namun panggilan itu juga sama tidak ada jawaban.


"apa kau membawa satu kursi roda tambahan?" tanya Han pada pengawalnya.


"ada, aku menyimpanya di bagasi mobil" jawab pengawal.


"sepertinya kita harus membawa satu lagi, cepat hubungi pengawal yang ada di mobil untuk membawakannya kemari" ucap Han khawatir.


Pengawal itupun menelepon dan menyuruh pengawal di mobil untuk mengantarkannya ke lantai dimana Eldpora tinggal. Bersamaan dengan telepon yang telah dimatikan, lift akhirnya sampai di lantai sembilan...


Han dan pengawalnyapun berjalan ke arah pintu apartemennya Eldpora, "buka kuncinya" ucap Han. Pengawal itupun mengeluarkan alat-alat yang ia telah bawa, dan mengotak-ngatik kunci digital itu.


Setelah beberapa menit akhirnya pengawal itu sudah bisa membukanya, dan bersamaan dengan pengawal yang membawa kursi roda tambahan datang...


Merekapun membuka pintu dan masuk, Han langsung benar-benar panik setelah ia mendapati keadaan Reagan yang tergeletak di lantai. "cepat urus semuanya" ucap Han sambil berlari kearah Reagan.


"tuan, kau bisa mendengarku? tidak, jantungnya..." ucap Han panik sambil memeriksa keadaan tuannya itu.


.


.


Bersambung~

__ADS_1



terimakasih🌹🤗


__ADS_2