
Astrid melihat dua mobil yang terparkir di depan rumah sewa nyonya Lau.
Siapa yang bertamu?
Astrid terus mendekat ke dalam rumah, dia melihat Lilian, Kevin dan Selena di dalam rumah. Astrid awalnya tidak melihat Feng dan Hope.
"Bibi Astrid!" panggil Hope, langsung menghamburkan tubuhnya ke Astrid.
"Hope telah selamat," ujar Astrid, dia langsung memeriksa tubuh Hope. Melihat apakah Hope terluka.
"Ya, Bibi, Papa, Bibi Lili dan paman Feng yang menyelamatkan Hope," terang Hope.
Astrid langsung memperhatikan kembali orang-orang yang berada di ruang tamunya. Dan benar saja ternyata memang ada Feng juga di sana.
Feng hanya memandang Astrid dan ikut bahagia melihat Astrid yang tengah berinteraksi dengan Hope.
"Astrid duduklah," pinta Selena. Astrid duduk dan diikuti Hope yang duduk di sampingnya. "Kami ingin Hope tinggal di sini dulu, selama tiga hari ini. Setelah pertandingan selesai dan Rachel serta Ekin ditangkap, maka Hope akan tinggal lagi bersama kami," terang Selena.
"Jangan khawatir, kami akan menjaga Hope seperti selama ini," ucap Astrid
"Kalian selalu baik pada kami," ujar Selena terharu. Dia tahu bahwa Su Yi dan Astrid orang-orang baik.
"Kalau begitu semua beres, ayo Selena, kau harus bersiap-siap sebentar lagi acara pertandingan akan dimulai," ajak Kevin.
"Pergilah dan kalahkan dia," kesal Astrid. "Kami akan menjaga Hope," lanjut Astrid.
Selena, Kevin dan Lilian keluar. Namun, Feng masih diam di tempat, melihat Feng yang tidak bergerak.
"Feng! Kau tidak pulang?" tegur Kevin, sebelum benar-benar keluar, posisinya tepat di tengah-tengah pintu.
"Saya akan tinggal, Bos. Ada yang ingin saya bahas bersama Astrid," izin Feng.
"Dan apa itu?" penasaran Kevin.
__ADS_1
"Kev, biarkan saja dia, jangan terlalu ikut campur," bela Selena. Meskipun dia juga penasaran ada hubungan apa antara Astrid dan Feng? Karena saat bertemu di restoran mereka seperti dekat.
"Kau benar, pertandingan juga akan segera dimulai, jadi kita tidak punya waktu untuk ini." Kevin berjalan menuju mobil yang di bawa Selena.
"Hope, ayo mandi," ajak Astrid kepada Hope. Dia mengambil tas Hope yang memang dibawakan Selena. Feng dengan sigap membantu Astrid membawakan tas tersebut. "Tidak usah, aku bisa sendiri," tolak Astrid. Dia mencoba mengambil tas dari tangan Feng.
"Tidak apa-apa, biarkan aku membantumu," tawar Feng. Menghindarkan tas dari jangkauan Astrid.
Su Yi dan Hope hanya melihat adegan tersebut. Meskipun heran, Su Yi membiarkan saja mereka. Insting Su Yi mengatakan pasti ada sesuatu diantara mereka. Biar Astrid saja nanti memberi tahu dan menjelaskannya kepada Su Yi dengan sendirinya.
"Ayo Hope. Nenek akan memandikanmu," ajak Su Yi menggandeng tangan Hope.
"Pakaian Hope, Nek?" tanya Hope.
"Nanti saja kita ambil setelah Hope selesai mandi," ucap Su Yi.
Mereka meninggalkan ruang tamu yang sempit itu.
"Kau!" balas Feng dengan enteng.
"Sudah berkali-kali aku katakan bahwa aku tidak akan mau dengan tawaranmu, aku tidak butuh uangmu," tolak Astrid.
Terakhir pembicaraan mereka, Feng menawarkan bayaran kepada Astrid agar tetap menjadi wanitanya.
"Aku tidak peduli dengan penolakanmu, kau tetap milikku," tegas Feng.
"Astrid!" panggil Coฤบlin yang baru saja datang, dia pikir Astrid belum pulang seperti beberapa hari yang lalu, sehingga membuat Su Yi cemas.
"Collin! Kau belum berangkat bekerja?" tanya Astrid mengabaikan Feng. Hal itu membuat Feng menjadi kesal.
"Hari ini aku off, aku cemas kau tidak pulang lagi,"ย ujar Collin.
"Dia bersamaku, mau apa kau?" tantang Feng. Mungkin dengan dia membeberkan kebersamaannya dengan Astrid, akan membuat Collin mundur.
__ADS_1
"Oh," jawab Collin singkat. Dia tahu Feng pasti cemburu padanya
"Kau tidak cemburu?" ejek Feng menatap aneh kepada Collin.
"Kenapa harus cemburu, aku percaya Astrid hanya menyukaiku." Collin sengaja memanas-manasi Feng.
Astrid tidak percaya dengan yang dikatakan Collin. Collin memang sengaja memanas-manasi Feng, untuk menggiring Feng mau menikahi Astrid
"Kau percaya diri sekali, tapi, sayangnya dia tidak bisa lepas dariku," sindir Feng.
"Kau hanya memaksanya, aku orang yang tulus dan bersedia menerima dia apa adanya, kami tumbuh bersama, dan aku akan menikahi Astrid" tantang Collin.
Feng tidak terima, langsung menarik Collin keluar dan memukulinya. Collin membalas pukulan Feng, mereka berkelahi.
"Hentikan, apa yang kalian lakukan?" hardik Astrid, saat Feng menarik Collin keluar. Astrid juga langsung keluar.
Mereka mengabaikan teriakan Astrid, Feng yang terbakar cemburu, terus memukul Collin. Collinpun berusaha dengan susah payah membalas Feng. Mereka terus saja baku hantam. Astrid menghadang ditengah-tengah perkelahian. Tanpa sengaja, Feng memukul Astrid, pukulan yang cukup kuat membuat Astrid terpelanting dan perutnyanya mengenai batu.
Paha Astrid seketika mengeluarkan banyak darah. Feng langsung menghampiri Astrid.
"Astrid, maaf aku tidak sengaja!" teriak Feng panik. Collin dapat melihat bahwa Feng mencintai Astrid. Astrid langsung pingsan saat melihat darah yang mengalir dari kakinya.
"Cepat bawa dia ke rumah sakit, jangan sampai kalian kehilangan anak kalian," beber Collin.
"Apa maskudmu?" heran Feng, setahu dia Astrid hamil anak Collin. Feng menggendong Astrid dan melarikannya ke dalam mobil. Collin mengikuti Feng dan membukakan pintu.
"Cepat saja, jangan biarkan kau kehilangan anakmu, aku tidak pernah menyentuh Astrid sedikitpun, berharaplah bayi itu baik-baik saja atau tidak ada kesempatanmu untuk bersama Astrid. Aku akan memberitahu nenek Su Yi nanti," ungkap Collin.
Feng langsung berlari ke kursi pengemudi setelah meletakan Astrid.
"Bertahanlah Astrid," mohon Feng. Dia melajukan mobil dengan kencang.
๐๐๐
__ADS_1