One Night Only

One Night Only
Extra Part 10. Berbohong


__ADS_3

"Akhirnya kau sadar, aku sangat cemas," ujar Feng.


"Feng eh maksudku Mr. Li," ralat Astrid.


Ternyata Feng masih di sini menemaninya. Bagaimana ini? Pasti Feng juga mengetahui tentang kehamilannya. Astrid masih berharap bahwa alat test kehamilan yang dicobanya tadi salah.


Sia-sia Astrid pura-pura baru sadar dia hamil. Semua Astrid lakukan untuk mengelabui Feng.


"Sebaiknya saya permisi." perawat meninggalkan ruangan Astrid.


Astrid mencoba melepaskan diri dari pelukan Feng.


"Mr. Li, tolong lepaskan saya," pinta Astrid.


"Feng, cukup memanggilku dengan panggilan formal, Astrid." Feng melepaskan pelukannya dan duduk di samping Astrid.


"Tidak, kau rekan bisnis di tempatku bekerja, akan tidak sopan jika aku hanya memanggil nama depan," elak Astrid.


"Jika kau masih memanggilku dengan sebutan Mr. Li, maka aku akan membatalkan bekerja sama dengan Fresh from the Sea!" ancam Feng.


"Baiklah, Feng. Puas?" pasrah Astrid.

__ADS_1


"Tidak perlu galak, Mrs. Li." Candaan Feng membuat Astrid memelotot kepadanya.


"Apa maksudmu dengan Mrs. Li?" Astrid tidak ingin berharap karena itu tidak mungkin? Perbedaan mereka sangat jauh.


"Karena sebentar lagi kau akan menjadi Mrs. Li," ujar Feng. Dia mencubit gemas hidung mungil Astrid.


"Kenapa aku harus menjadi Mrs. Li?" tantang Astrid. Dalam hati dia merasa senang. Hanya saja dia cemas, jika keluarga Feng tidak akan menerimanya dan belum lagi pendapat orang. Hal itu mustahil bagi Astrid.


"Karena kau mengandung anakku," ucap Feng dengan percaya diri.


"Feng, aku minta maaf, tapi harus kukatakan bahwa, ini bukan anakmu." Astrid tidak ingin menjadikan anaknya, sebagai batu loncatan agar Feng mau menikahinya.


"Apa maksudmu?" Feng yakin bahwa itu anaknya. Atau Astrid masih berhubungan dengan Collin? Lalu, mengapa Astrid menyerahkan diri padanya?


"Lalu, mengapa kau menghubungi aku pagi ini?" Feng memperlihatkan panggilan tak terjawab dari Astrid.


Feng yakin bahwa Astrid menghubunginya karena tahu bahwa dia hamil dan ingin memberitahu Feng tentang kehamilannya.


"Itu karena--aku ingin mengatakan--agar kau tidak menghubungiku lagi," gugup Astrid.


Bersyukur dia tidak mengirim pesan kepada Feng tentang kehamilannya. Padahal Astrid sempat akan mengirim pesan yang mengatakan dia hamil. Namun, diurungkan Astrid karena dia belum memeriksakan diri ke dokter. Astrid berharap dia tidak hamil dan alat test kehamilan tersebut salah.

__ADS_1


"Aku yakin bukan itu? Bukankah selama ini kau telah memblokir nomorku? Mengapa harus merepotkan diri kembali?" Feng semakin mendekatkan diri kepada Astrid. Feng yakin Astrid pasti berbohong.


Kamar rawat inap Astrid adalah kamar VVIP. Feng sengaja memesankan kamar tersebut, agar wanita pujaan hatinya nyaman. Di dalam kamar tersebut terdapat sofa dan kulkas. Kamar tersebut sudah seperti kamar hotel.


"I--tu, agar kau tidak mencariku, dan aku ingin menegaskannya padamu," gugup Astrid.


Feng tidak segampang itu dibohongi, dia tidak ingin kejadian lalu terulang dua kali. Saat ini entah apa yang membuat Astrid berbohong padanya? Jika dulu karena Feng tidak ingin terikat dan menikah. Sekarang, Feng telah terang-terangan menyatakan ingin menikahi Astrid. Lalu, apa kendala Astrid?


"Jika itu bukan anakku? Punya siapa?" Feng menatap Astrid tajam.


"Bukan urusanmu?" Astrid mengalihkan pandangannya dari Feng.


"Tatap aku Astrid, katakan siapa ayah dari bayi itu?" bentak Feng.


"I--tu, Collin, ayah anak ini Collin," bohong Astrid.


🍒🍒🍒


Segitu dulu ya, harap sabar.


Please Follow akun NT ini sekalian ig dan tik tok author ya!

__ADS_1


Ig : lady_mermad


Tiktok : lady_mermad


__ADS_2