
"Astrid!" teriak Lena. Dia langsung menghampiri Astrid yang tengah berada di ruang pendingin, setelah menerima telepon dari Mr. Yen.
"Ada Apa?" heran Astrid. Dia memeriksa stock agar bisa di kirim ke beberapa toko Fresh from the Sea yang benar-benar kehabisan stock. Astrid sedikit tertekan karena stock benar-benar menipis. Jika besok mereka tidak juga mendapatkam hasil panen para nelayan maka bisa dipastikan semua toko cabang Fresh from the Sea akan kekosongan barang.
"Kau berhasil, mereka mau memberikan hasil panen mereka. Aku akan mengurus tim untuk ke sana mengambilnya," senang Lena. Dia memeluk Astrid. Tadi mereka benar-benar tertekan, apalagi Manager dan Direktur tidak mau tahu. Mereka harus bisa menyelesaikan masalah ini.
"Benarkah?" Astrid tidak percaya karena tadi mereka benar-benar tidak bersedia.
"Iyaa, aku pergi dulu untuk menyuruh tim menjemputnya. Kau siapkan saja ruangan kosong untuk penempatan stock baru." Lena meninggalkan Astrid.
Astrid senang akhirnya masalah mereka terselesaikan. Astrid menyiapkan ruangan untuk hasil tangkapan laut yang akan masuk. Setelah selesai Astrid menuju mejanya. Dia masih penasaran bagaimana bisa para Nelayan itu berubah pikiran. Padahal saat Astrid membujuk mereka, mereka seperti tidak akan mudah dipengaruhi maupun diancam.
Sepulang kerja Astrid singgah ke rumah kepala desa. Dia sangat penasaran bagaimana bisa para nelayan berubah pikiran?
"Astrid!" panggil Mr. Khoo, saat membukakan pintu.
Udara malam sangat dingin, Astrid lupa memakai mantelnya. Apalagi dia berada di kawasan pantai.
__ADS_1
"Mr. Khoo!" balas Astrid. Dia sedikit menggigil.
"Ayo masuk," ajak Mr. Khoo. Dia tahu bahwa Astrid tengah kedinginan. Mr. Khoo mempersilahkan Astrid untuk duduk. "Ada apa?" heran Mr. Khoo.
"I-tu, saya ingin bertanya tentang kejadian hari ini?" tanya Astrid dengan menggigil.
"Maksudmu, para Nelayan yang telah setuju untuk memberikan hasil tangkapan mereka?" terka Mr. Khoo.
"Benar." Astrid menggosokan tangannya agar udara panas di tubuhnya tercipta.
"Apa?" kaget Astrid. Ternyร ta Feng yang melakukannya.
"Kau tenang saja, semua telah beres oleh Mr. Li. Dia adalah seorang negosiasi yang baik. Aku yakin, jika dia memiliki perusahaan pasti dia akan sangat sukses," bangga Mr. Khoo.
"Anda benar," aku Astrid. Feng memang orang yang dapat diandalkan dan Astrid berterima kasih akan hal itu. "Kalau begitu, saya pamit dulu. Terima kasih telah membantu," ujar Astrid tulus. Dia berdiri dari duduk.
Astrid merenungkan kejadian hari ini. Jadi yang diam-diam menolongnya adalah Feng. Meskipun mereka tidak bertegur sapa. Namun, Feng tetap memperhatikan dirinya.
__ADS_1
Astrid berjalan dengan gontai menuju rumahnya. Udara pantai menerpa rambut Astrid. Namun, Astrid tidak peduli, dia terus melangkah. Dalam pikirannya dia merasa telah berlaku kejam terhadap Feng. Satu sisi lain merasa terhina. Seolah-olah Feng membuat Astris tidak bisa bekerja.Astrid terus berjalan, dia bahkan tidak menyadari bahwa mobil Collin mengikutinya. Collin dapat melihat kegundah Astrid. Collin membunyikan klakson mobil, membuat Astrid terkejut.
"Collin!" sapa Astrid, dia menghentikan langkahnya.
"Naiklah," suruh Collin yang juga menghentikan mobil. Astrid duduk di samping Collin.
"Kenapa kau melamun? Kau bahkan kelihatan pucat. Apa kau baik-baik saja, Astrid?" Collin meletakkan tangan di dahi Astrid, memeriksa apakah Astrid demam?
๐๐๐
Jangan lupa nyawer ya, besties !
Please Follow akun NT ini sekalian ig dan tik tok author ya!
Ig : lady_mermad
Tiktok : lady_mermad
__ADS_1