One Night Only

One Night Only
Pelabuhan Hati?


__ADS_3

"Kenapa kau melamun? Kau bahkan kelihatan pucat. Apa kau baik-baik saja, Astrid?" Collin meletakkan tangan di dahi Astrid, memeriksa apakah Astrid demam?


"Aku baik-baik saja," elak Astrid, menyingkirkan tangan Collin dari dahinya. Hal itu membuat Collin tersinggung.


Mereka memang telah menjadi sepasang kekasih selama satu bulan ini. Namun, Collin dapat merasakan bahwa pikiran dan hati Astrid tidak bersamanya. Dia tahu bahwa mungkin Astrid masih bimbang dan tanpa Astrid sadari perasaan cinta Astrid kepada Feng masih ada. Meskipun dia melupakan tentang kebersamaannya dengan Feng. Akan tetapi, hati tidak dapat dibohongi, hati Astrid masih menginginkan Feng.


Collin memang memiliki raga Astrid, tapi tidak seutuhnya. Pria itu bahkan menyadari kekosongan hati Astrid saat bersamanya. Bahkan saat Collin ingin menciumnya, Astrid selalu menghindar dengan alasan belum siap.


Pernah Collin bertanya, Apakah Astrid telah mengingat kenangan dengan Feng. Astrid mengatakan belum.


"Apa terjadi sesuatu?" tanya Feng.


"Maaf, di kantor banyak masalah dan itu sedikit membebaniku," balas Astrid. Dia melihat raut kecewa Collin saat dia menepis tangan Collin. Astrid tahu bahwa Collin bermaksud baik. Hanya saja perasaan Astrid yang sedang tidak baik-baik saja.


"Sekarang bagaimana? Apa aku bisa membantu? Setidaknya ceritakan padaku, agar aku bisa membantumu?" tawar Collin.


"Tidak perlu, Feng telah menyelesaikannya," ceplos Astrid. Dia baru menyadari setelah nama Feng keluar dari mulutnya. Astrid memperhatikan raut wajah Collin. Dapat Astrid simpulkan bahwa pria yang telah menjadi kekasihnya itu tidak suka.


"Maaf," cicit Astrid.


"Apa kau masih berhubungan dengannya?" cemburu Collin. Dia menghentikan mobil tepat di depan rumah Astrid.

__ADS_1


"Tidak, kami berinteraksi hanya sebatas pekerjaan saja, tidak lebih. Percayalah," bujuk Astrid.


"Bagaimana perasaanmu padanya?" Collin menatap wajah Astrid, mencaritahu reaksi wanitanya.


"Apa maksudmu?" Astrid tersinggung dengan pertanyaan Collin.


"Kau tahu aku tidak ingat hubunganku di masa lalu dengan Feng, dan mengapa kau masih bertanya?" Astrid membalas tatapan Collin.


"Aku tahu kau tidak ingat hanya saja, bagaimana perasaanmu padanya sekarang. Asal kau tahu, kau bersamaku tapi kau tidak benar-benar sedang bersamaku. Jujurlah Astrid, agar kita tidak saling menyakiti. Apakah kau masih mencintaiku? Aku tidak ingin kecewa lagi. Cukup Selena yang membuatku kecewa. Kau jangan membuatku seperti itu juga!" bentak Collin. Dia mengalihkan pandangan dari Astrid dan melihat ke arah luar.


Astrid tercengang dengan penjelasan Collin apa hubungannya dengan Selena? Astrid merasakan pusing di kepalanya. Tiba-tiba saja kilasan Collin menyatakan cinta pada Selena tergambar dalam pikirannya dan penolakan Collin terhadapnya.


"Apa kau pernah menyatakan cinta pada Selena?" tanya Astrid, dia masih ragu apakah kรฌlasan tersebut hanya hayalan atau memang kejadian yang pernah dialaminya?


"Aku mengingat hal itu, tapi aku tidak tahu itu nyata atau hanya hayalanku saja?" Astrid menatap Collin yang sedikit salah tingkah.


"Kita tidak sedang membahas itu. Aku sedang bertanya tentang perasaanmu? Itu penting untuk kelanjutan hubungan kita," elak Collin. Dia memalingkan wajah dari tatapan Astrid.


"Aku tidak tahu tentang perasaanku terhadap Feng, apa kau puas?" maki Astrid. Dia marah karena Collin memojokkannya.


"Kalau begitu sebaiknya kita putus, aku membebaskanmu. Pergilah dengan Feng." Collin keluar dari mobil, Astrid juga ikut keluar.

__ADS_1


"Apa maksudmu membebaskanku? Kau tidak bisa seenaknya seperti itu." Astrid meraih tangan Collin. Collin menepisnya dan menghentikan langkah.


"Dengar Astrid, aku tahu kau masih bingung. Jika perasaanmu telah yakin kemana kau berlabuh. Aku akan siap menerima keputusanmu. Jika hatimu ternyata masih milikku, aku akan siap menanti hari itu." Collin menggenggam tangan Astrid.


Dia tidak bisa memaksa Astrid. Collin tahu dia sebenarnya tidak punya kesempatan.saat Astrid bersama Feng. Namun, hilang ingatan sebagian yang dialami Astrid juga memberi kesempatan kepada Collin untuk meraih perasaan Astrid. Ternyata Collin salah, hanya diawal saja perasaan Astrid muncul untuknya. Selanjutnya perasaan Astrid akan kembali pada Feng.


"Apa kau tidak akan membenciku?" mohon Astrid.


"Tentu saja tidak, pergunakanlah waktu ini untuk mendalami hatimu. Kemana kau akan berlabuh," bujuk Collin.


"Sekarang istirahatlah." Collin mengajak Astrid untuk masuk ke dalam rumahnya. Astrid memandang Collin sesaat dan kemudian masuk ke dalam rumah.


Astrid pikir mungkin ini yang terbaik sampai dia bisa menentukan perasaannya kepada siapa akan berlabuh?


๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’


Jangan lupa nyawer ya, besties !


Please Follow akun NT ini sekalian ig dan tik tok author ya!


Ig : lady_mermad

__ADS_1


Tiktok : lady_mermad


__ADS_2