One Night Only

One Night Only
Lupakan Astrid


__ADS_3

Feng dirawat selama satu hari di rumah sakit. Saat sadar dia hanya melihat Feronica yang menemaninya. Feronica sadar pasti Feng berharap ada Astrid. Dapat dilihat setiap pintu kamar inapnya terbuka Feng dengan semangat melihat ke sana dan kembali dengan tatapan kecewa karena yang masuk bukan orang yang diharapkannya.


"Apa kau ingin bercerita kepada, Mama?" pancing Feronica. Feng hanya diam saja.


"Astrid, dia marah besar dan tidak ingin bertemu denganku lagi," ucap Feng datar. Namun, Feronica tahu bahwa putranya itu terluka.


"Lupakan saja Astrid, jika kalian berjodoh, dia akan kembali padamu," nasehat Feronica. Dia memberikan obat kepada Feng.


"Aku berjanji tidak akan minum lagi," ujar Feng. Dia meletakan gelas setelah meminum obatnya.


"Baguslah. Feng kau harus menata hidupmu lagi. Hubungan kalian--entah bagaimana Mama mengatakan--sepetinya tidak akan berhasil," jujur Feronica.


"Aku akan istirahat, aku mengantuk," elak Feng. Dia telah menghubungi Kevin memberitahu bahwa dia sakit dan tidak masuk kantor.


Feng teringat saat Astrid menolongnya, meskipun bersama Collin.


Apakah aku harus merelakan Astrid bersama Collin. Tidak adakah lagi kesempatan untuknya?


"Feng!" panggil Feronica lagi, dia tahu bahwa putranya itu belum tidur. Dan bisa mendengarkannya. "Apa kau tidak ingin kembali ke rumah dan mulai membantu papa?" tawar Feronica. Feng masih diam saja.


"Mungkin dengan berhenti bekerja dengan Kevin, kau bisa melupakan kejadian pahit yang kalian alami," usul Feronica. Dia duduk di tepi brangkar Feng dan memegang pinggang putranya.


"Setidaknya, kau tidak akan bertemu Astrid lagi. Jika kau masih bekerja dengan Kevin, akan sering kau bertemu Astrid." Feronica memang tahu bahwa Astrid bekerja di Fresh from the Sea. Dan saat bahagia bagi Feng adalah saat kunjungan rutinnya ke sana.


"Mama, yakin, Papa, tidak akan marah lagi padamu. Ini sudah berlalu bertahun-tahun," bujuk Feronica.


"Hanya saat bekerja aku bisa bertemu dengan Astrid. Jangan merusak kesenanganku, Mama," pinta Feng, dia masih membelakangi Mamanya.


"Itu akan membuatmu semakin susah melupakan, Astrid," rayu Feronica, agar Feng mau kembali ke rumah dan membantu usaha keluarga. "Kau tahu, Papa, sudah mulai sering sakit," beritahu Feronica.

__ADS_1


"Aku harus menghadapi Astrid, Mama, aku tidak mau menjadi orang yang lari dan menghindari masalah. Percayalah aku bisa. Saat ini aku belum bisa menyerah." Feng membalikan tubuh dan menatap Feronica. "Mama, jika telah tiba waktunya, aku akan kembali dan membantu, Papa." Feng meyakinkan Feronica.


"Mama, hanya bisa berdo'a yang terbaik untukmu," harap Feronica.


***


Astrid bekerja seperti biasa, hampir satu bulan berlalu. Dia tidak bertemu dengan Feng. Bahkan Astrid akhirnya mencoba menjalin hubungan dengan Collin. Namun, sepanjang mereka bersama, Astrid hanya mengalami hampa, meskipun Collin memberikan perhatian padanya. Astrid seperti telah melakukan kesalahan, tapi dia tidak tahu itu apa?


Feng jarang ke kantor Fresh from the Sea, sepertinya dia hanya ke sana, hanya jika kunjungan rutin setiap bulan saja. Entah mengapa Astrid menunggu kunjungan Feng itu. Astrid diberitahu Lena bahwa kunjungan rutin Feng adalah setiap awal bulan dan biasanya pertengahan bulan. Hanya saja pertengahan bulan kemarin Feng tidak bisa datang. Tidak ada yang tahu mengapa Feng tidak datang. Mungkin dia di suruh Kevin melakukan tugas lain.


Hari ini Astrid sedikit antusias karena Feng akan datang dan rapat dengan mereka. Astrid meรฑatap pantulan dirinya di kaca, memastikan dia tampil cantik dan menarik. Astrid berjalan menuju halte, berharap mobil Feng berhenti dan menawarkan tumpangan padanya. Namun, menunggu beberapa lama, mobil Feng tidak muncul, Astrid melirik jam tangannya. Tidak mungkin dia menunggu Feng lagi karena hal itu akan membuat dia terlambat datang. Astrid menaiki bus yang lewat berikutnya.


Astrid sampai di kantor, dia melihat Mei Mei dengan penampilan yang wah. Astrid menjadi insecure karena penampilannya menjadi biasa-biasa saja jika dihadapkan berdua Mei Mei. Padahal Astrid telah berdandan lebih cantik dari biasanya. Tapi, masih kalah dengan Mei Mei.


Astrid menuju mejanya dan duduk di sana. Lena telah datang lebih dulu. Biasanya Astrid yang datang lebih dulu di tim gudang.


"Aku terlambat mendapat bus," bohong Astrid, padahal dia sengaja terlambat menaiki bus yang datang.


"Oh, cepat siapkan laporan sebelum Mr. Li, datang. Sepertinya dia akan sedikit terlambat," ujar Lena memberitahu Astrid. Ternyata itu penyebab Feng belum lewat dari halte.


Astrid secepatnya menyiapkan laporan yang di maksud oleh Lena. Tidak lama berselang, Feng datang dan melewati meja Astrid. Namun, Astrid hanya melihat Feng berjalan lurus menuju ruangan Mr. Huang tanpa melihat ke arahnya. Satu bulan yang lalu Feng masih melirik ke meja Astrid. Astrid merasa sedih. Kemudian dia mengembalikan pikirannya, dan menyadarkan diri bahwa dia telah bersama dengan Collin. Dan bukankah dia sendiri yang meminta agar tidak saling mengenal saat berada di kantor kecuali sebagai rekan kerja.


Astrid memfokuskan dirinya lagi dengan laporannya.


"Ayo, Astrid, semua sudah di suruh ke ruang rapat," ajak Lena.


"Duluan saja, aku masih memprint, sisa satu ini," tunjuk Astrid ke mesin print. Lena meninggalkan Astrid dan menuju ruang rapat.


Kemudian dengan terburu-buru, Astrid menyusun dan membawa laporannya. Astrid berjalan dengan tergesa-gesa dan tidak sengaja menabrak Feng yang baru saja keluar dari ruangan Mr. Huang. Kertas-kertas yang dibawa Astrid berterbangan di udara. Untung saja Feng sigap menangkap tubuh Astrid yang hampir jatuh.

__ADS_1


"Anda, baik-baik saja, Nona Yi?" tanya Feng dengan bahasa formal. Biasanya Feng memanggil Astrid dengan nama depannya.


"Kenapa kau tidak hati-hati, Astrid!" bentak Mr. Huang. Dia merasa Astrid sangat ceroboh dan mempermalukan dirinya.


"Maafkan saya." Astrid mebungkukan tubuhnya.


"Anda, tidak apa-apa, Mr. Li?" tanya Mr. Huang khawatir.


"Tidak, saya tidak apa-apa." Feng membantu Astrid mengumpulkan kertas-kertas tersebut. Jantung mereka berdua berdetak dengan kencang.


Feng melirik Astrid saat Astrid tidak memperhatikannya. Feng pikir, Astrid telah benar-benar melupakannya dan tidak ingin melihatnya lagi. Feng kembali membantu Astrid mengumpulkan kertas-kertasnya.


Astrid melirik ke arah Feng, dan Feng hanya sibuk mengumpulkan kertas-kertas. Astrid menelan kecewa. Sebaiknya dia harus melupakan Feng. Dan jangan menjadi kecentilan dengan menggoda Feng. Dia telah bersama Collin saat ini.


"Ini!" Feng memberikan kertas kepada Astrid.


"Terima kasih." Astrid langsung memasuki ruang rapat.


Mr. Huang hanya diam memperhatikan Feng membantu Astrid. Kemudian dia mengajak Feng masuk ke dalam ruang rapat.


๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’


Jangan lupa nyawer ya, besties !


Please Follow akun NT ini sekalian ig dan tik tok author ya!


Ig : lady_mermad


Tiktok : lady_mermad

__ADS_1


__ADS_2