One Night Only

One Night Only
Penantian Feng ( end )


__ADS_3

Feng melirik jam dinding waktu sudah menunjukan pukul sebelas malam lewat lima belas. Feng melirik pintu apartmentnya masih berharap Astrid datang. Dari jam tujuh tadi Feng telah menunggu Astrid. Namun, wanita yang dicintainya itu belum juga datang. Apakah ini benar-benar akhir dari hubungannya dengan Astid?


Feng menuju kamarnya, menghadap jendela. Sengaja Feng membuka tirai dan membiarkan cahaya dari gedung di sekitarnya masuk. lampu kamar sendiri sengaja tidak dihodupkan Feng. Pemandangan laut malam hari terpampang jelas di mata Feng. Awam gelap menampilkan kilat cahaya petir beberapa kali. Suara mengelegar terdengar disertai kitat tersebut. Tidak lama rintik hujan turun secara perlahan, kemudian dengan deras membasahi bumi.


Feng benar-benar pasrah, tidak mungkin Astrid akan datang ke apartmentnya, mengingat malam semakin larut ditambah dengan hujan yang turun dengan deras. Feng membuka jendela membuat percikan air hujan masuk ke dalam kamar. Pria itu merasakan dingin yang menusuk tulangnya. Sepoian udara malam menyapu wajah Feng.


Feng mengusap tempias hujan yang menyentuh wajahnya. Meskipun dingin Feng masih saja belum menutup jendelanya. Pria tampan itu larut dengan pikirannya. Sampai suara bel apartment menyadarkannya dari lamunan. Awalnya Feng mengabaikan suara itu, agar si tamu pergi. Namun, orang yang berada di luar masih saja membunyikan bel. Feng sedikit kesal karena merasa si tamu sangat tidak tahu diri. Dia membunyikan bel tengah malam.


Merasa terganggu, akhirnya Feng melangkah keluar hanya untuk melihat, siapa tamu yang tidak sopan bertamu tengah malam begini. Feng melihat di kamera, ternyata tamunya adalah Astrid, wanita yang dari tadi ditunggunya.


Pakaian wanita itu basah, sepertinya dia kehujanan. Bahkan wanitanya itu menggigil kedinginan. Feng dengan cepat membuka pintu, seharusnya Astrid bisa langsung masuk karena Feng masih memakai sandi yang lama.

__ADS_1


Sesaat Astrid hanya terdiam terpaku, saat Feng membuka pintu. Feng langsung memeluknya.


"Akhirnya kau datang!" lega Feng karena Astrid datang. Itu artinya masih ada harapan dengan hubungan mereka.


"Maaf aku mengganggumu tengah malam." Suara Astrid bergetar karena kedinginan.


"Sebaiknya kita masuk dan menghangatkanmu." Feng merangkul Astrid ke kamarnya. Astrid hanya pasrah saat Feng membawanya ke kamar.


"Tunggulah, aku akan mencarikan pakaiaan layak dan hangat untukmu." Astrid berdiri di kamar, Feng membuka lemarinya, bersyukur beberapa pakaian yang dibelikàn oleh Feng untuk Astrid masih ada alias tidak dibawanya.


Sudah lama dia tidak melihat pemandangan ini. Astrid masih sama seperti yang dia ingat. Memang ini yang diinginkan Feng, dia cukup lama menunggu kesempatan agar Astrid kembali padanya.

__ADS_1


Astrid menghentikan langkahnya, dia ragu karena Feng hanya berdiam diri. Apakah Feng berubah pikiran? Astrid menjadi malu, pakaian teronggok di belakangnya.


Melihat Astrid yang berhenti, Feng mendekatinya dan memeluk Astrid. Dia mencium Astrid dengan brutal.


"Aku akan menghangatkanmu!" Lalu Feng kembali mencumbu Astrid. Astrid membalas dengan sama besarnya. Mereka seperti melampiaskan sesuatu.


🍒🍒🍒


Jangan lupa nyawer ya, besties !


Please Follow akun NT ini sekalian ig dan tik tok author ya!

__ADS_1


Ig : lady_mermad


Tiktok : lady_mermad


__ADS_2