One Night Only

One Night Only
Dejavu


__ADS_3

Feng membuka pintu apartemen dan mengajak Astrid untuk masuk. "Silahkan!" tawar Feng saat melihat Astrid hanya terdiam ragu. Feng meletakan tas Astrid dan menarik tangan Astrid untuk masuk ke dalam. Astrid seperti patung yang hanya pasrah saat tangannya ditarik.


Sebelumnya mereka telah mengantarkan Su Yi ke rumahnya di desa Venetia. Ya, rumah tersebut selesai dibangun. Kevin memang meminta dipercepat pembangunannya, agar bisa segera di tempati oleh Su Yi dan Astrid.


Astrid memandangi sekeliling ruangan apartemen Fang dia merasa seperti Dejavu ketika saat pertama kali menginjakkan kaki di dalam apartemen ini. Astrid seolah-olah pernah merasa ke sini sebelumnya?


Astrid memandangi apartemen Feng dengan seksama dia berpikir bahwa Apartemen ini sangat bagus. Pemandangannya juga sangat indah. Astrid mulai melangkahkan kakinya. Dia menuju ke sebuah kamar, feelingnya mengatakan bahwa dia sangat akrab dengan kamar itu. Astrid membuka pintunya dan masuk. Feng mengikuti Astrid memasuki kamarnya.


Astrid membuka korden jendela, dia takjub dengan pemandangan yang ditampilkan oleh kamar tersebut. Seperti berada di Tuscany dalam film-film lawas yang pernah dia tonton.


"Apakah ini kamarku? Aku merasa sedikit familiar dengan kamar ini? Apakah kita tidur bersama?" cecar Astrid. Dia masih memandang dengan takjub pemandangan kamarnya.


"Ya, ini kamarmu diawal perkenalan kita, sebelum aku memintamu untuk pindah ke kamarku." Feng meletakan tas di samping lemari.


"Bagaimana kita bisa dekat seingatku kita hanya beberapa kali bertemu?" Astrid melirik ke samping, di mana Feng telah berdiri sejajar dengannya.


"Saat itu kita sama-sama mencari keberadaan Selena. Kemudian kau meminta bantuanku untuk mencarikan kontrakan sederhana dan aku menawarkan kamar ini untukmu?" Feng tidak berbohong karena memang seperti awal keakraban mereka.


"Kenapa aku tidak meminta bantuan Collin?" Feng memandang Astrid dengan terluka.


Apakah diingatan Astrid hanya Collin dan kenapa harus Collin? Meskipun Feng merasa bahwa dengan Astrid tidak mengingat kejadian bersamanya adalah anugrah. Terus terang Feng takut jika Astrid ingat maka bisa saja Astrid tidak akan mau bersamanya lagi. Akan tetapi, tetap saja Feng merasa terluka dan kecewa.

__ADS_1


"Aku tidak tahu," jawab Feng singkat menahan rasa perih di dadanya. "Tapi aku senang kau meminta bantuaanku, jika tidak kita tidak akan bersama," tambah Feng. Dia teringat kembali kejadian-kejadian yang pernah dialaminya bersama Astrid.


Feng menyesal seharusnya dia lebih peka dan membuat Astrid nyaman berada dengannya, bukan bersikap egois seperti yang selama ini ditunjukannya.


"Sudahlah, yang terpenting adalah aku suka dengan kamar ini," puji Astrid dia berjalan memandang kamar mandi yang transparan.


"Kau akan lebih menyukai kamar kita dulu." Feng mencoba membujuk Astrid untuk tidur bersamanya di kamar mereka dulu.


"Jangan berharap kau akan tidur bersamaku. Aku tidak mengenalmu dengan baik." Penolakan Astrid menjadi pukulan buat Feng, padahal dia tidak pernah bermaksud untuk mengambil kesempatan.


"Ya aku tahu," jawab Feng datar. Dia mengikuti arah pandangan Astrid kepada kamar mandi. Teringat kembali Astrid juga merasa heran dengan kamar mandi Feng yang unik.


"Ya, hanya jika di dekatmu." Astrid melongo mendengar kawaban Feng. Dia bergidik ngeri, apakah instingnya selama ini benar? Jadi Feng memang seorang pria psikopath? Bagaimana bisa dia menikahi pria seperti Feng? Dan Nenek kenapa juga mengizinkannya menikahi Feng?


Feng melihat percikan ketakutan di mata Astrid. "Tenang saja, aku hanya bercanda. Apa kau tidak memiliki selera humor." Feng memaksakan diri untuk tertawa agar Astrid merasa nyaman.


"Lalu, apa sejarah dari kamar mandi ini? Kenapa kau membuatnya seperti ini?" selidik Astrid.


"Sebenarnya, aku membeli apartment ini juga karena kamar mandinya yang unik selain pemandangaannya. Aku rasa hanya unit ini yang memiliki kamar mandi seperti itu," terang Feng. Dia berjalan ke dalam kamar mandi. Kemudian menekan tombol seketika kaca kamar mandi berubah menjadi buram. Feng keluar lagi dari sana dan berdiri di samping Astrid.


"Lihat, semua tidak seperti yang kau pikirkan," tunjuk Feng kepada kamar mandi. "Dengan begini, tidak akan ada yang bisa melihat kau mandi,"

__ADS_1


"Kau benar." Astrid menjadi malu sendiri atas tuduhannya kepada Feng.


"Apa kau ingin aku menysun pakaiaanmu?" tawar Feng. Dia mencoba mengalihkan pembicaraan agar Astrid tidak malu.


"Tidak usah, aku bisa sendiri," tolak Astrid. Astrid membuka lemari. "Kenapa tidak ada pakaiaanku di dalamnya?" heran Astrid saat mendapati lemari itu kosong. Astrid mencurigai Feng, apakah benar dia telah menikah dengan pria ini?


🍒🍒🍒


Jangan lupa nyawer ya, besties !


Sambil nunggu up, silahkan baca karya temanku ya!


...TERPAKSA MENIKAHI SELINGKUHAN IBU TIRI...



Please Follow akun NT ini sekalian ig dan tik tok author ya!


Ig : lady_mermad


Tiktok : lady_mermad

__ADS_1


__ADS_2