One Night Only

One Night Only
Pantai


__ADS_3

Astrid keluar dari bus, dia melihat mobil Collin. Astrid menghampiri mobil tersebut, Collin yang melihat kedatangan Astrid dari kaca spion, keluar dari mobil.


"Kau telah datang?" Pertanyaan basa-basi dari Collin. Dia memperhatikan Astrid yang tampil cantik, membuat Collin kagum.


"Mr. Li, dia sedikit membuatku terlambat," terang Astrid. Ada sedikit cemburu di mata Collin saat Astrid menyebut Feng.


"Kau kelihatan cantik," puji Collin. Astrid tersenyum tersipu malu mendengar pujian Collin. Seingat Astrid Collin tidak pernah memujinya. "Sebaiknya kita segera, masuk. Cuaca sedikit dingin," ajak Collin dia menuntun Astrid masuk ke dalam mobil. Collin membukakan pintu mobil dan menyuruh Astrid masuk ke dalam.


Collin kemudian berlari kecil menuju, kursi mengemudi. Dia melihat Astrid yang lupa memasang sabuk pengaman. Collin mendekati Astrid, membuat Astrid gugup. Meskipun, mereka sering bersama. Namun, Collin tidak pernah menunjukkan perhatian seperti sekarang ini.


Astrid berharap Collin akan menciumnya, dia memejamkan mata. Akan tetapi ciuman itu tidak juga kunjung datang. Saat suara sabuk pengaman terpasang. Baru Astrid menyadari bahwa ternyata Collin membantunya memasang sabuk pengaman.


Astrid berpikir kejadian ini juga pernah dialaminya. Apakah itu adalah bersam Collin juga? Tapi mengapa Astrid justru teringat dengan Feng? Astrid menggerakan kepalanya ke kiri dan kanan. Agar tidak mengingat Feng. Kenapa juga dia harus mengingat Feng?


"Kau mau kita kemana?" tanya Collin, dia melajukan mobil dengan perlahan. Mereka tidak menyadari bahwa Feng mengikutinya.


"Aku ingin kita ke pantai," pinta Astrid.


"Apa kau tidak bosan? Kita tinggal di pantai dan setiap hari bertemu laut," ejek Collin. Tapi, tetap saja dia membelokan mobil menuju arah rumah mereka.


"Kau benar, hanya saja aku merasa telah lama tidak berjalan-jalan di pantai, kau tahukan pondok dekat pohon kelapa, di sana sangat nyaman, aku ingin menghirup udara pantai," jelas Astrid.


"Sebaiknya kita singgah ke mini market untuk membeli minuman dan cemilan," tawar Collin. Dia menuju minimarket dekat situ.


"Benar, aku menyukai ide tersebut,"


Collin memarkir mobil di minimarket. Collin membukakan pintu untuk Astrid keluar. Astrid sangat bahagia dengan perlakuan Collin. Astrid melupakan bahwa dia telah menikah. Baginya sekarang adalah Collin dan perasaan Astrid terhadap Collin belum berubah.

__ADS_1


Mereka memilih makanan dan minuman yang akan dibeli. Astrid juga membeli mie kemasan untuk mereka makan di pantai.


"Kau belum makan, bukan?" tanya Astrid, dia memberikode Collin bahwa dia akan membeli mie.


"Boleh, aku memang belum makan," balas Collin. Mereka berbelanja sambil bercanda, sesekali Collin menunjukan perhatiannya kepada Astrid. Membuat Astrid semakin menyukai Collin.


Mereka membayar makanan dan kembali ke mobil. Feng hanya memperhatikan interaksi mereka dengan perasaan cemburu. Namun, tidak bisa berbuat apa-apa. Feng tidak ingin egois yang akan menyebabkan dia kehilangan Astrid selamanya. Feng membeli minuman dan makanan ringan juga. Astrid dan Collin tidak menyadari kehadiran Feng. Feng memakai masker dan jaket bertopi sehingga menutupi wajahnya.


Feng mengikuti kemana arah mobil Collin berhenti. Mereka berhenti di sebuah pondok yang berada di bawah pohon kelapa. Feng ingat bahwa dia pernah ke sini bersama Kevin. Dan tempat ini adalah ide Kevin untuk membuka fresh from the sea terbentuk.


Collin dan Astrid keluar dari mobil mereka membawa kantong belanjaan dan duduk di sana.


"Aku ingin berjalan-jalan dan menyusuri pantai," pinta Astrid dia berdiri.


"Aku akan menemanimu." Collin memberikan tangannya untuk diraih oleh Astrid.


Astrid berlari dan dikejar oleh Collin, membuat Feng semakin cemburu. Feng keluar dari mobil dan meremas kaleng minuman. Dia melempar kaleng sekuat tenaga melampiaskan kekesalan.


Astrid mengejar ombak, kemudian mundur ke belakang saat ombak menuju garis pantai. Collin mengikuti apa yang dilakukan oleh Astrid. Mereka tertawa bersama.


"Kau bertingkah seperti anak-anak yang baru bertemu pantai," sindir Collin dia masih saja mengikuti gerakan Astrid.


"Dan kenapa kau juga mengikutinya," ledek Astrid. Dia melihat sebuah ranting dan mengambilnya, dia melihat umang-umang yang keluar masuk pasir. Astrid jongkok dan memperhatikannya. Collin hanya melihat apa yang dilakukan Astrid. Collin merasa melihat Astrid ketika mereka masih anak-anak. Astrid sanga suka mengumpulkan umang-umang. Bahkan mereka menjual untuk menjadi mainan anak-anak kota. Berdua selalu mereka mencari umang-umang setiap libur sekolah. Karena biasanya di weekend dan libur sekolah, banyak keluarga yang menghabiskan waktu liburan bersama keluarga di pantai desa Venetia. Hasil penjualan umang-umang tersebut akan mereka tabung dan jika telah terkumpul banyak mereka akan membeli apa yang mereka inginkan. Biasanya adalah sesuatu yang tidak sanggup dibelikan oleh orang tua mereka.


Astrid menangkap satu umang-umang dan meletakannya di telapak tangannya. Umang-umang masuk ke dalam cangkangnya.


"Keluarlah, kau jangan malu," ucap Astrid memanggil umang-umang.

__ADS_1


"Sekarang kau telah bisa berbahasa hewan? Terutama umang-umang?" ejek Collin menertawakan tingkah Astrid yang menurutnya menggemaskan. Entah mengapa Collin melihat Astrid dengan berbeda.


"Sepertinya, aku harus mempelajarinya." Astrid tersenyum, Collin mengusap rambut Astrid.


"Kau sedikit berbeda," ujar Collin. Dia memang merasa bahwa Astrid sedikit berbeda. Namun, Collin menyukai Astrid yang sekarang.


"Berbeda? Apanya?" heran Astrid, dia memandang Collin.


"Entahlah, sekarang kau menjadi cantik dan bukan seperti Astrid yang dulu," balas Collin.


"Dan aku yang manakah yang kau sukai sekarang?" Astrid mengalihkan pandangannya dari Collin.


Belum sempat Collin menjawab, ombak mendekat ke arah mereka, Collin menarik Astrid agar menghindari mereka dari ombak. Tarikan tersebut justru membuat mereka terjatuh ke pasir.


Astrid tertawa karena kebodohan mereka. Bukannya berdiri, mereka justru tidur dan menghadap langit yang dipenuhi bintang-bintang. Meskipun, malam belum terlalu larut. Mungkin baru jam delapan malam.


"Indah sekali, aku baru tahu, jika dengan berbaring seperti ini. kita akan dapat melihat pemandangan yang sangat berharga ini. Mungkin karena terbiasa melihat pantai, kita tidak terlalu memperhatikannya dan melewatkan sesuatu yang indah seperti ini," terang Astrid menatap langit malam.


"Kau benar. Kita tidak menyadarinya," balas Collin. Maksud Collin adalah dia baru menyadari keberadaan Astrid sebagai seorang wanita saat ini. Selama ini dia hanya menganggap Astrid sebagai adik perempuan yang harus dilindunginya, tidak lebih. Dan sekarang matanya telah terbuka. Collin ingin memiliki Astrid sebagai kekasihnya.


🍒🍒🍒


Jangan lupa nyawer ya, besties !


Sambil nunggu author up, silahkan mampir ke karya temanku ya!


...PENCARIAN MAURA...

__ADS_1



__ADS_2