One Night Only

One Night Only
Apa Kau akan Menyukaiku?


__ADS_3

"Lalu, Apa kau akan menyukaiku?" harap Feng, entah kenapa dia mengatakan hal itu. Mungkin karena merasakan adanya persaingan.


"Apa?" Astrid bahagia mendengar kata-kata yang dilontarkan Feng. Astrid bersiap untuk membalas kalimat Feng.


"Lupakan saja, aku hanya bergurau--kau juga masa suka sama seseorang hanya karena dia baik dan membantumu, jadi jika semua pria baik dan membantumu, kau bisa kerepotan harus menyukai mereka semua," canda Feng, memotong jawaban yang akan diberikan oleh Astrid. Astrid kecewa karena Feng hanya bercanda. Astrid memukul kepalanya, agar sadar diri. Bagaimana mungkin seorang Feng akan menyukainya. Mimpi Astrid terlalu ketinggian.


Feng memperhatikan tingkah Astrid.


Kenapa dia memukul kepalanya? Apa dia merasa bodoh karena aku mengatakan hal itu?


Feng sendiri sengaja mengatakan bahwa dia bergurau karena takut hubungan dengan Astrid menjadi canggung dan Astrid tidak tinggal bersamanya lagi. Feng tidak tahu bagaimana perasaan Astrid kepadanya. Jika dia benar-benar mengatakan bahwa dia menyukai Astrid. Bagus jika Astrid merasakan hal yang sama. Namun, akan sangat berbeda jika Astrid tidak menyukainya, tentu akan menjadi beban bagi Astrid.


"Jangan memukul kepalamu," larang Feng sambil mengusap kepala Astrid. Astrid menyingkirkan tangan Feng dari kepalanya.


Astrid takut perlakuan Feng itu akan semakin membuat Astrid menyukainya dan terluka lagi seperti perasaannya pada Collin.


Astrid hanya diam, Feng pun tidak tahu harus membahas apa. Sepanjang jalan menuju apartment mereka saling diam.


Begitu sampai di parkiran apartment, Astrid langsung turun dan berjalan sendiri. Feng bingung dengan perubahan sikap Astrid.

__ADS_1


Bukankah seharusnya aku yang kesal karena mengetahui bahwa dia memiliki pria yang disukai?


Sampai di apartment Astrid langsung masuk ke kamarnya. Dia merutuki kebodohan dan hatinya yang dengan gampang menyukai seseorang. Namun, setelah dipikir-pikir, jika perlakuan Feng seperti itu, wanita mana yang tidak akan menyukainya?


"Astrid!" panggil Feng sambil mengetuk pintu kamar Astrid.


"Apa?" bentak Astrid, saat membukakan pintu.


"Apa kau marah? katakan jika aku punya salah," duga Feng. Dia menatap Astrid dengan tajam.


"Tidak, aku hanya kecapekan," dalih Astrid, menundukan wajah dari tatapan menyelidik Feng.


"Ya," balas Astrid singkat, dia memainkan kakinya, menghilangkan kesal dan gugup.


"Tatap aku, Astrid," perintah Feng. Astrid tetap saja melihat ke bawah. Feng mengangkat dagu Astrid dengan jarinya. "Aku tahu kau kesal, katakan padaku, apa yang membuatmu kesal? Aku tidak bisa bermain tebak-tebakan, dan aku bukan cenayang yang bisa mengetahui apa yang kau pikirkan," cecar Feng.


"Tidak ada, aku bilang aku hanya lelah!" hardik Astrid. Dia menyingkirkan tangan Feng dari dagunya. Mendorong tubuh Feng dari pintu dan menutup pintu dengan membantingnya.


Feng hanya terdiam, kenapa justru dia menerima perlakuan ini di rumahnya sendiri?

__ADS_1


Dasar wanita!


Feng menuju kamarnya, membuka jas dan melemparkannya dengan kesal.


Wanita memang sangat merepotkan! Bersyukur aku tidak memliki kekasih permanen.


Feng menuju kamar mandi dan merendam diri di bathtube. Entah kenapa pikiran Feng justru teringat saat dia memegang aset kembar Astrid dan ciuman sekilas di lift tadi. Feng menenggelamkan kepala ke dalam air, agar pikiran kotornya hilang. Bukannya hilang Feng pikiran Feng justru makin gila dan penasaran akan rasanya lagi.


Feng keluar dari kamar mandi dan berganti pakaian nyaman untuk tidur. Feng mencoba tidur dan melupakan kejadian hari ini yang cukup membuatnya lelah.


🍒🍒🍒


Jangan lupa nyawer ya, besties !


Please Follow akun NT ini sekalian ig dan tik tok author ya!


Ig : lady_mermad


Tiktok : lady_mermad

__ADS_1


__ADS_2