
Astrid ke kantor seperti biasa, hari ini juga dia sedikit telat karena terlambat bangun. Telat dari jadwal biasa Astrid ke kantor.
"Astrid gawat!" teriak Lena, yang baru saja keluar dari ruangan manager mereka.
"Apa?" bengong Astrid, yang baru datang sudah di cecar Lena.
"Tadi kami menghubungimu, kenapa lama sekali diangkat, sih," kesal Lena. Mengapa juga Astrid tidak mengangkat telepon dari mereka di saat genting.
"Aku lagi di jalan, jadi tidak akan mendengar panggilan dari kร lian," jujur Astrid. "kau sendiri kenapa pagi-pagi sekali keluar dari sana?" tunjuk Astrid ke ruangan manager mereka. " kau tidak memiliki hubungan khusus dengan manajer kita, bukan?" tuduh Astrid.
"Sembarangan kau," imbuh Lena. Dia memukul lengan Astrid. "Kita dalam masalah besar Astrid, para nelayan di desa Venetia tidak mau memberikan hasil tangkapan mereka kepada kita. Sementara kita kekurangan stock," keluh Lena.
"Bagaimana mungkin, bukankah kita telah bekerja sama dengan mereka?" Astrid juga tidak mengerti, seingtanya para nelayan telah setuju dan ketua mereka serta kepala Desa Venetia menjadi saksinya.
"Ya, tapi, kami juga tidak tahu, apa yang membuat mereka tidak menepati janji. Bisa saja kita menuntut mereka. Namun, tetap saja kita butuh hasil tangkapan mereka," terang Lena. "Hari ini kita harus bisa selesaikan masalah ini, jika tidak bagian marketing akan menjadikan kita lagi sebagai kambing hitam," lanjut Lena.
"Jadi apa yang harus kita lakukan?" tanya Astrid.
"Kita diminta untuk membujuk mereka," ujar Lena. "Oh iya Astrid, bukankah kau berasal dari sana? Tentu kau bisa untuk membujuknya bukan? Kami menghubungimu tadi adalah karena itu, agar kau langsung ke sana dan membujuk para nelayan tersebut," terang Lena. Berharap Astrid dapat menyelesaikan permasalahan mereka. Atrid adalah warga sana, tentu sangat mengenal para nelayan tersebut.
Astrid bingung harus melakukan apa? Terus terang dia tidak begitu akrab dengan para nelayan itu lagi, apalahi sejak dia tidak melaut lagi.
"Baiklah aku akan mencoba melakukannya," putus Astrid. "Do'akan berhasil, aku segera ke sana dan membujuk mereka," lanjut Astrid.
"Semangat Astrid!" Lena membentuk tanda semangat ala korea.
__ADS_1
Astrid kemudian menuju kembali ke desa Venetia. Dia mencoba mencari Mr. Khoo, kepala desa Venetia, agar membantunya membujuk para nelayan dalam memberikan hasil tangkapan mereka kembali untuk Fresh from the Sea sesuai kesepakatan mereka.
Astrid mengetuk pintu rumah Mr. Khoo dan dibukakan oleh Nyonya Khoo.
"Astrid!" heran Nyonya Khoo, saat mengetahui bahwa yang mengetuk pintu rumahnya adalah Astrid.
"Nyonya Khoo, apa kabar?" ujar Astrid berbasa basi.
"Baik, kau sendiri bagaimana? Nenek Su Yi, juga baik-baik saja, bukan?" tanya Nyonya Khoo.
"Baik, kami semua baik," balas Astrid.
"Ayo masuk!" ajak Nyonya Khoo. Dia lupa untuk menawatkan Astrid masuk jafinya mereka berbicara di depan pintu. Astrid mengikuti Nyonya Khoo masuk ke dalam rumah. Nyonya Khoo mempersilahkan Astrid untuk duduk di sofa ruang tamunya. "Aku lihat, rumah kalian sudah selesai dan kelihatan cantik," puji Nyonya Khoo.
"Apakah kalian telah menempati rumah tersebut?" tanya Nyonya Khoo.
"Sudah, Nyonya," jawab Astrid.
"Ah, sampai lupa, saya tidak mungkin mengajakmu mengobrol terus. Katakan apa keperluanmu?" tanya Nyonya Khoo, tidak mungkin Astrid datang ke sini tanpa tujuan.
"Saya ingin bertemu Mr. Khoo, terkait para Nelayan yang mogok," terang Astrid.
"Oh, sebentar, saya panggilkan suami saya." Nyonya Khoo meninggalkan Astrid dan memanggil suaminya. Tidak lama berselang Mr. Khoo datang bersama istrinya.
"Astrid, ada apa?" tanya Mr. Khoo. Dia memang belum mengetahui tentang mogok yang dilakukan para Nelayan warganya.
__ADS_1
"Mr. Khoo, bisakah anda membantu kami? Para Nelayan tidak mau mmeberikab hasil tangkapan mereka kepada Fresh from the Sea," jelas Astrid.
"Baiklah, ayo kita temui ketuanya," ajak Mr. Khoo.
Mr. Khoo dan Astrid menemui para Nelayan. Namun para Nelayan masih tidak mau memberikan hasil tangkapan mereka. Mereka kukuh hanya mendengarkan perkataan ketua mereka.
Astrid dan Mr. Khoo mencoba membujuk ketua para Nelayan. Namun, ketua tersebut tetap sama, tidak mau terbujuk. Astrid bahkan bertanya mengapa mereka tidak menepati janji? Mereka hanya diam,embuat Astrid bingung untuk bernegosiasi dengan mereka.
Astrid kembali ke kantor dengan tangan hampa.
"Bagaimana?" todong Lena, begitu Astrid kembali dengan wajah lemah.
"Aku gagal, mereka masih tidak bersedia dan parahnya mereka tidak mau memberitahu mengapa mereka melakukan itu," terang Astrid. Dia meletakan tas di atas meja dan duduk lrmah di kursinya.
"Bagaimana ini Astrid? Apa yang harus kita lakukan?" Lena berdiri dari kursinya dan mulai mondar-mandir.
๐๐๐
Jangan lupa nyawer ya, besties !
Please Follow akun NT ini sekalian ig dan tik tok author ya!
Ig : lady_mermad
Tiktok : lady_mermad
__ADS_1