One Night Only

One Night Only
Pulang


__ADS_3

Astrid akhirnya telah diizinkan untuk pulang, mereka berdebat karena Astrid tidak ingin pulang ke apartment Feng. Feng mengurus administrasi kepulangan Astrid.


"Katakan, Nenek, aku belum menikah, bukan?" todong Astrid saat Su Yi masih sibuk membereskan pakaiaan Astrid.


"Sayangnya sudah," bohong Su Yi. Dia terpaksa melakukannya karena Feng memohon. Feng mengatakan bahwa dia tidak bisa hidup tanpa Astrid. Su Yi yang tidak tega terpaksa berbohong.


Semoga ini yang terbaik?


Su Yi memasukan satu persatu pakaiaan Astrid ke dalam tas. Jika bisa memilih Su Yi tidak ingin membicarakan masalah ini.


"Nenek, tidak bisakah aku tinggal denganmu? Seperti biasa?" bujuk Astrid memohon kepada Su Yi. Su Yi menghentikan kegiatannya dan membalikan tubuh menghadap Astrid.


"Sayang, cobalah untuk mengenal Feng lagi, jika kau memang tidak bisa menerimanya. Maka, Nenek tidak akan memaksamu lagi," bujuk Su Yi, dia mengambil tangan Astrid dan menggenggamnya.


"Tapi, aku merasa sangat canggung berada di dekatnya, Nek. Apalagi jika membayangkan kami telah menikah." Tatapan mata Astrid menerawang membayangkan apa yang akan terjadi padanya? Dia hanya mengenal Feng sebagai asisten Kevin. Bagaimana mungkin mereka akan satu rumah bahkan satu kamar?


"Aku bahkan tidak pernah berpikir menikah dengannya, khayalanku sejak kecil adalah menikah dengan Collin," tambah Astrid. Dia membalas genggaman tangan Su Yi, meyakinkan Su Yi agar membantunya.


Pintu kamar terbuka dan Feng masuk ke dalam. Pandangan mata Astrid dan Su Yi ke arah Feng. Feng heran apakah kehadirannya membuat pembicaraan dua wanita itu terganggu.

__ADS_1


"Astrid telah boleh pulang," ucap Feng memberitahu, dia menatap bingung kedua wanita beda usia tersebut.


"Mr. Li, seperti yang aku katakan sebelumnya, aku tidak akan tinggal bersamamu, aku akan tinggal bersama Nenek," tegas Astrid, dia menatap Feng dengan mengintimidasi, berharap Feng paham bahwa dia tidak ingin tinggal bersamanya.


Su Yi memandang Astrid dan Feng bergantian. Sepertinya mereka akan berdebat kembali.


"Sebaiknya Nenek menunggu di lobby saja, sekalian mencari udara segar." Su Yi meninggalkan Astrid dan Feng. Astrid ingin menahan Nenek tapi, Su Yi telah lebih dulu membuka pintu dan keluar.


"Setidaknya bisakah kita tinggal bersama selama satu bulan, dulu?" tawar Feng. Dia mengerti jika Astrid pasti merasa tidak nyaman kerena mereka seperti orang asing. Meskipun tidak ada jaminan bagi Feng, saat ingatan Astrid kembali, akankah Astrid memaafkan dan menerimanya kembali?


"Memangnya, apa yang kau inginkan selama kita tinggal bersama?" pikiran Astrid memikirkan hal erotis, apakah Feng ingin mereka melakukan itu?


"Apa kau akan melakukan itu kepadaku?" tanya Astrid ragu dan gugup. Astrid memainkan jari telunjuk, menghilangkan kegugupannya.


"Itu, apa?" Feng puraโ€pura tidak mengerti. Dia senang saat wajah Astrid memerah dan malu-malu.


"Kau tahu maksudku?" kesal Astrid, udara terasa panas diwajahnya, Astrid memegang pipinya berharap panas yang dirasakan berkurang.


"Aku benar-benar, tidak tahu maksudmu?" Feng masih mempertahankan untuk tetap mengerjai Astrid.

__ADS_1


"Kau!" bentak Astrid dia sudah mulai tidak sabaran.


"Oke, baiklah," jawab Feng mengalah, yang terpenting Astrid setuju tinggal bersamanya. Jadi dia ada kesempatan untuk merayu dan membuat Astrid jatuh cinta padanya.


๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’


Jangan lupa nyawer ya, besties !


Sambil nunggu author up. Silahkan mampir ke karya teman author ya! Jangan lupa buat tinggalkan jejak.


...MENCARI PASANGAN SURGA...



Please Follow akun NT ini sekalian ig dan tik tok author ya!


Ig : lady_mermad


Tiktok : lady_mermad

__ADS_1


__ADS_2