
"Nenek. Apa aku hamil?" tanya Astrid tiba-tiba.
Su Yi dan Feng terkejut dengan pertanyaan Astrid. Apa Astrid tidak ingat bahwa dia memang hamil dan keguguran? Itu juga yang membuat Astrid berada di rumah sakit.
"Mengapa kau bertanya seperti itu, Sayang?" Su Yi justru kembali bertanya.
"Entahlah, tadi aku seperti mendengar perawat dan dokter membicarakan tentang kehamilanku?" Astrid memandang neneknya, berharap mendapaykan jawaban yang memuaskan.
"Sebaiknya kita, tunggu hasil dari dokter saja." Feng menengahi. Dia tidak ingin Astrid menjadi memikirkan hal-hal yang berat dulu.
"Kenapa, anda selalu ikut campur, Mr. Li? Saya tidak suka anda melewati batas anda," tegur Astrid kepada Feng.
Feng menatap Astrid, tersinggung dengan perkataan Astrid. Namun, dia tidak mungkin memarahi Astrid. Kondisi Astrid belum stabil. Feng mengabaikan pertanyaan Astrid tersebut. Dia kemudian menuju sofa, dia ingin beristirahat sejenak, sebelum menyuruh seseorang mengantar Su Yi. Biasanya Collin yang datang untuk menjemput Su Yi. Akan tetapi, sepertinya hari ini Collin sangat sibuk.
Bagi Feng ada bagusnya juga jika Collin tidak datang karena dia takut Collin membeberkan kepada Astrid kenapa Astrid di rumah sakit. Feng sedikit lega karena Astrid, tidak mengingat tentang kehamilannya? Bolehkah Feng berharap itu adalah kesempatan buatnya untuk kembali bersama Astrid?
Astrid sendiri dibuat kesal dengan tingkah Feng yang mengabaikannya. Astrid pikir daripada dia menahan kesal karena sikap Feng, lebih baik dia tidur dan beristirahat. Dia cukup lelah dengan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh psikiater tadi. Astrid merebahkan diri di brangkar.
"Sayang, Nenek pulang dulu." Su Yi mendekat ke arah Astrid, memeluknya sekilas dan mencium pipinya.
Astrid heran, jika Su Yi pergi siapa yang akan menjaganya? Astrid kemudian kembali duduk, menatap Su Yi yang telah bersiap-siap untuk pergi.
"Jika Nenek, pergi, siapa yang akan menjagaku?" Astrid tidak rela jika Su Yi pergi. Sementara Feng masih di sini? Entah apa yang dilakukan pria tersebut di sini. Di lain sisi Astrid, takut akan persaaannya yang entab mengapa mengatakan bahwa dia memeliki hubungan dengan Feng. Meskipun Astrid tidak yakin itu apa? Hubungan seperti apa yang dia miliki bersama Feng.
"Feng akan menjagamu seperti biasa," balas Su Yi membuat Astrid semakin tidak ingin ditinggalkan oleh Su Yi.
"Nenek, tetaplah di sini. Aku merasa tidak nyaman, jika hanya berdua dengan Mr. Li," mohon Astrid.
__ADS_1
Perkataan Astrid tersebut membuat Feng semakin terluka, dia telah menahan cukup dari perlakuan Astrid kepadanya sekarang. Akankah Astrid akan mempertimbangkan perasaannya?
"Sebaiknya, anda tetap tinggal Nenek Su Yi," saran Feng, dia tidak ingin membuat Astrid tidak nyaman jika hanya berdua dengannya.
"Lagian, Nenek akan tinggal dimana? Bukankah rumah kita belum selesai dibangun?" tanya Astrid. Dalam ingatannya rumah mereka masih di bangun. Astrid tidak tahu bahwa dia koma selama dua minggu dan rumah mereka telah bisa ditempati, sekitar tiga hari yang lalu.
Kevin juga memberlikan mereka perabotan rumah. Su Yi sangat bahagian karena rumahnya telah bisa ditempati. Bahkan rumah tersebut telah menjadi rumah mewah, jauh dibandingkan dengan rumah mereka yang terbakar. Rumah mereka menjadi rumah paling indah di desa Venetia.
"Sebenarnya, rumah kita telah selesai dibangun dan Nenek telah menempatinya selama tiga hari ini," jelas Su Yi.
Astrid kecewa karena Su Yi tetap akan pulang. Hal itu tidak lepas dari pengamatan Feng.
"Sayang, yakinlah, Feng akan menjagamu dengan baik, dan tidak akan ada yang bisa menjagamu sebaik dia," bujuk Su Yi. Dia harus memberi Feng kesempatan agar Feng bisa membuat Astrid nyaman dengannya. Meskioun Su Yi tidak tahu apa yang terjadi dengan Astrid setelah dia sadar tadi.
Astrid heran kenapa Su Yi mengatakan hal itu? Astrid semakin bertanya-tanya ada hubungan apa antara dirinya dengan Feng? Astrid hanya pasrah dengan keputusan Su Yi.
"Baiklah, tapi, besok pagi Nenek akan ke sini lagi, bukan?" harap Astid.
Terdengar suara ketukan dari pintu, Feng yakin orang tersebut adalah sopir yang telah Feng suruh untuk mengantarkan Su Yi. Feng bangkit dari sofa dan membukan pintu. Benar saja seorang pria berusia sekitar dua puluh enam tahun telah berdiri di depan pintu.
Su Yi mengajak pria tersebut untuk segera keluar dari kamar rawat Astrid. Selepas kepergian Su Yi, Astrid kembali merebahkan tubuhnya. Dia memunggungi Feng, dia tidak ingin berbicara dengan Feng.
Feng mendekat ke arah Astrid, kemudian menutupi tubuh Astrid dengan selimut. Astrid terkejut dan melirik ke arah Feng.
"Tidurlah," bujuk Feng. Dia bersiap untuk mencium pipi Astrid, Astrid dengan sigap menutup pipinya dengan tangan. Astrid tidak suka dengan tingkah Feng.
Feng pasrah dan kembali menuju sofa dan mulai memejamkan matanya. Feng rasa dia telah tertidur sekitar satu jam, saat dia mendengar suara seperti seseorang yang tidur dengan tidak nyaman, derit brangkar membuat Feng terjaga. Feng melirik ke arah Astrid dan benar saja Astrid sekarang tengah, mencoba berdiri dengan memegang brangkar. Feng cemas jika Astrid jatuh, dia segera menuju Astrid dan menggendongnya.
__ADS_1
"Apa kau tidak bisa membangunkanku, jika menginginkan sesuatu?" Feng sedikit membentak Astrid karena kesal Astrid tidak meminta bantuannya.
"Aku tidak ingin merepotkan anda Mr. Li," balas Astrid tidak suka. Dia tadi berharap bisa melakukannya sendiri. Tetapi, ternyata kakinya terasa lemas dan seperti tidak bertenaga. Tentu saja, Astrid tidak tshu bahwa dia trlah koma selama 2 minggu dan itu membuat fungsi motoriknya menjadi malas.
"Apa yang kau inginkan?" Feng melembutkan suaranya.
"Aku ingin ke kamaar mandi, aku ingin--," Astrid tidak melanjutkan kalimatnya karena dia malu. Feng mengerti dan menggendong Astrid menuju kamar mandi. Feng mendudukan Astrid di closet. Saat Feng akan membantu Astrid untuk membukakan celananya. Astrid terkejut dengan ketidak sopanan Feng.
"Apa yang kau lakukan, aku bisa sendiri, sekarang keluarlah," hardik Astrid.
Feng dengan terpaksa keluar dari kamar mandi dan menutupnya. Feng menunggu di depan pintu berjaga-jaga jika Astrid membutuhkan bantuan. Feng menunggu cukup lama karena khawatir terjadi apa-apa dengan Astrid dia membuka pintu kamar mandi, membuat Astrid terkejut dan menutup pahanya, agar Feng tidak melihat.
"Maaf. Aku kira terjadi sesuatu." Feng menutup kembali pintu kamar mandi. Feng sempat melihat paha mulus Astrid. Feng merindukan saat-saat bersama dengan Astrid. Dia ingin memeluk Astrid. Namun Feng yakin pasti Astrid tidak akan sudi.
"Aku telah selesai," ucap Astrid dari dalam. Feng kembali membuka pintu dan menggendong Astrid. Dia membaringkan tubuh Astrid ke brangkar.
🍒🍒🍒
Jangan lupa nyawer ya, besties !
Sambil nunggu mampir yuks ke karya teman author. wajib mampir dan ramein ya 🔪🔪 (author maksa🤭)
...ANTARA BENCI DAN RINDU...
Please Follow akun NT ini sekalian ig dan tik tok author ya!
__ADS_1
Ig : lady_mermad
Tiktok : lady_mermad