
Astrid terbangun karena cahaya matahari yang menerpa wajahnya. Cahaya itu berasal dari jendela kamar Feng yang masih terbuka. Astrid mengeryitkan mata, karena silau dari cahaya matahari itu. Astrid menatap jam dinding yang menunjukan pukul dua belas siang.
Cuaca sangat bagus hari ini, padahal tadi malam hujan sangat lebat. Wanita itu memandang pria yang masih tertidur lelap di sampingnya. Astrid menjadi malu sendiri dengan kelakuannya tadi malam. Astrid merasa ini seperti pertama kali baginya.
Badannya terasa sangat penat, entah berapa kali mereka melakukannya. Feng seperti tidak puas dan mereka baru tertidur jam rnam pagi. Sehingga jam dua belas mereka masih tertidur.
Wanita manis itu beranjak dari ranjang, tadinya dia ingin memakai selimut. Namun, saat melihat tubuh Feng yang masih polos, Astrid membatalkan niatnya. Dia kembali menyelimuti Feng. Astrid berlari menuju kamar mandi.
Selesai membersihkan diri, Astrid mengambil pakaiannya. Ternyata pakaian Astrid masih basah dan kotor. Astrid menuju lemari. Dia ingat masih ada pakaian yang tidak dibawanya.
Astrid memandang lemari kemudian mulai mencari pakaian yang cocok dan nyaman. Pilihan Astrid jatuh pada dress selutut dengan lengan panjang dan bermotif floral dengan warna pastel.
Astrid mengambil tas, dan pergi dari Apartment Feng. Sepanjang jalan Astrid masih memikirkan kejadian semalam. Dia tidak tahu mengapa dia melakukannya? Dia merasa menjadi wanita murahan.
Feng terbangun dari tidurnya. Namun, matanya masih tertutup. Dia sangat bahagia karena akhirnya dia bisa kembali bersama Astrid. Setelah ini dia akan mengajak Astrid menikah dengannya. Feng meraba sisi samping ranjang, tidak ada apapun di sana.
Feng mulai membuka mata dan ternyata wanita pujaannya tidak berada di ranjang lagi. Feng turun dari kasur dan memakai boxer. Dia pikir mungkin Astrid sedang mandi. Feng kecewa karena Astrid tidak berada di sana.
Feng keluar, berharap Astrid di dapur atau di ruang tamu bahkan mungkin di kamar lamanya. Tetap saja nihil. Astrid tidak ada di semua tempat di apartmentnya. Feng segera menghubungi Astrid berharap Astrid mengangkat teleponnya. Feng tidak habis pikir, mengapa Astrid pergi tanpa memberitahunya? Ponsel Astrid pun tidak aktif, membuat Feng semakin cemas.
Feng mandi, dia berencana untuk ke rumah Astrid. Selesai berpakaian, Feng segera menuju desa Venetia. Feng memarkirkan mobil di pekarangan rumah Astrid. Su Yi membukakan pintu.
__ADS_1
"Feng! Ayo masuk," ajak Su Yi mempersilahkan Feng masuk ke dalam rumah.
"Astrid ada, Nek?" Feng mengikuti Su Yi ke dalam rumah.
"Ada, dia di kamar. Apa kau sudah makan? Kebetulan Collin juga di sini dan sedang makan," Su Yi terus berjalan menuju ruang makan.
Feng tidak terima jika Collin juga di sini? Tadinya Feng ingin menolak ajakan Su Yi untuk makan. Sekarang dia mengurungkan niatnya itu.
"Saya belum makan," jawab Feng.
"Duduklah, kita makan sama-sama." Su Yi mengambilkan pring untuk Feng.
Feng melihat Collin yang sedang makan. Feng heran kenapa Collin juga ada di sini? Sebenarnya bagaimana hubungan Astrid dan Collin? Jika Astrid bersamanya semalam? Bukankah seharusnya Astrid tidak memiliki hubungan dengan pria lain? Kenapa Astrid seperti memberinya harapan?
Feng duduk di depan Collin, Collin tidak menyapa Feng. Feng pun tidak mau menyapanya. Feng menunggu apakah Astrid akan turun. Melihat Su Yi makan, Feng mengikutinya.
"Nenek, apakah Astrid tidak makan?" tanya Feng mencemaskan Astrid.
"Dia sudah makan, saat pulang dari tempatmu, bahkan seperti orang kelaparan dan tidak makan berhari-hari," ceplos Su Yi. Dia tidak sadar jika kata-katanya membuat Collin cemburu. Sementara Feng tersenyum, tentu saja Astrid akan kelaparan serelah kegiatan panas mereka.
"Maksud Nenek, Astrid dari tempat Feng?" Collin menghentikan tangan dari memegang sendoknya.
"Ya, dia menginap di apartmentku semalam." Feng sengaja memperjelas, agar Collin cemburu.
__ADS_1
Collin memanas, Su Yi melihat bahwa akan terjadi perdebatan.
"Sebaiknya kita makan dengan tenang dan tidak usah berbicara apapun," sela Su Yi.
Mereka kembali makan, meskipun Collin menatap Feng dengan tidak suka. Selesai makan Feng dan Collin meminta izin bertemu Astrid.
"Nenek saya ingin bertemu Astrid!" serempak Feng dan Collin.
"Kalian tunggu sebentar, akan Nenek panggilkan." Su Yi memanggilkan Astrid ke kamarnya.
Tidak lama, Su Yi kembali, Feng dan Collin langsung berdiri secara bersamaan. Mereka kecewa karena tidak ada Astrid yang datang bersama Su Yi.
"Maaf, sebaiknya kalian pulang. Astrid tidak ingin bertemu kalian." Su Yi menyesalkan keputusan Astrid.
๐๐๐
Ada apa dengan Astrid? Jangan lupa nonton iklan ya besties๐คญ
Jangan lupa nyawer ya, besties !
Please Follow akun NT ini sekalian ig dan tik tok author ya!
Ig : lady_mermad
__ADS_1
Tiktok : lady_mermad