
"Aku tidak ingin bertemu denganmu lagi. Aku akan mengambil barang-barangku yang ada di apartmentmu nanti. Jika kita berjumpa di kantor, anggap saja kita tidak saling kenal dan hanya sebagai rekan kerja," putus Astrid.
"Kau harus tahu bahwa aku melakukan semuanya karena aku sangat mencintaimu," kecewa Feng. Dia menyerah karena Astrid tidak mau melihatnya lagi.
Feng melihat ke arah Su Yi. "Jaga Astrid baik-baik, Nek," pesan Feng kepada Su Yi. Dapat Su Yi lihat bahwa Feng sangat terluka.
"Sabarlah, jika kalian memang berjodoh, maka kalian akan bisa bersama lagi," harap Su Yi.
"Nenek, apa yang nenek katakan, jangan berharap seperti itu," bentak Astrid. Dia tidak suka dengan perkataan Su Yi yang membela Feng.
Feng meninggalkan Astrid, impian menikahi Astrid telah kandas. Feng menatap Collin dengan kebencian yang dalam. Feng menuju apartmentnya, dia menghabiskan wkatu di kamar dengan minum-minum. Feng tidak pernah merasa separah ini. Kehilangan Astrid sangat membuatnya frustasi.
Dua hari Feng hanya minum-minum dan mengurung diri di kamar. Dia benar-benar depresi, dia bahkan tidak menyadari jika ponselnya habis.
Astrid memasuki Apartment, dia ingin mengambil pakaiaan yang masih tertinggal di apartment Feng. Astrid diantar oleh Colin, hanya saja Colin menunggu di lobby.
"Jika kau mengatakan bahwa kau hamil anakku, aku pasti akan segera menikahimu. Kenapa kau justru mengatakan bahwa anak itu milik Collin," racau Feng di kamarnya. Astrid mendengar itu.
Apa Feng sedang mabuk? Biarkan saja, apa peduliku?
Astrid lanjut ke dalam kamarnya dan mengemasi pakaian secepatnya. Selesai berkemas, Astrid keluar dari kamarnya.
"Apakah salah jika aku mencintaimu, Astrid! Kenapa kau tidak memberiku kesempatan? Kau berjanji memberiku waktu tiga puluh hari. Ini bahkan baru satu minggu!" teriak Feng, dia melempar botol ke dinding, membuat Astrid terkejut. Mau tidak mau Astrid akhirnya mengintip ke dalam kamar Feng.
Ternyata kamar Feng sedikit terbuka, pantasan saja Astrid dapat mendengar racauan Feng. Astrid mengintip untuk memastikan bahwa tidak terjadi apa-apa.
Astrid melihat Feng yang terduduk di lantai, menyandarkan kepalanya di tepi ranjang. Kamar gelap karena Feng tidak menghidupkan lampu. Beruntung cahaya dari gedung-gedung di sekitar apartment memasuki jendela kamar Feng. Botol-botol minuman berserakan dimana-mana. Entah berapa botol. Selama Astrid tinggal dengan Feng meski hanya beberapa hari. Astrid tidak pernah melihat Feng minum di apartmentnya. Apalagi jika sebanyak itu.
Feng berjalan, dia kembali mengambil satu botol lagi. Feng tidak menyadari jika dia melewati pecahan kaca dari botol yang dilemparnya tadi. Entah karena mabuk, Feng malahan tidak menyadari bahwa kakinya terluka dan mengeluarkan darah. Astrid takut melihatnya. Meskipun Feng menipunya, tetap saja sebagai manusia, dia tidak akan tega melihat itu.
__ADS_1
"Feng, apa yang kau lakukan?" teriak Astrid. Dia membuka pintu kamar selebar mungkin.
"Astrid, kau kembali." Feng menuju ke arah Asrid tanpa mempedulikan kakinya yang terluka. Sepanjang Feng jalan menuju Astrid, darah berceceran di lantai.
"Aku tidak suka melihatmu, minum!" hardik Astrid. Feng langsung menjatuhkan botol minum yang dipegangnya. Semakin membuat pecahan kaca berserakan di lantai kamar.
"Aku berjanji, aku tidak akan pernah minum lagi. Kau mau kembali padaku, bukan?" mohon Feng. Dia mencoba mendekati Astrid. Astrid mencium aroma tidak sedap dari minuman yang di konsumsi Feng.
"Jangan mendekat," perintah Astrid, dia menutup hidung. Feng seketika berhenti. "Berapa hari kau minum, parah sekali baunya!" teriak Astrid masih menutup hidungnya.
Feng mencium bau badannya sendiri. Dia menjadi malu dengan Astrid. "Aku akan mandi, kau tunggu di sini." Feng bersiap memasuki kamar mandi. Feng melempar semua pakaiaan dan memasuki kamar mandi. Feng tidak menyadari bahwa luka dikalikanya semakin mengeluarkan banyak darah. Karena Feng juga tidak makan, dia menjadi lemah dan pingsan.
Astrid yang tadi melengahkan kepala saat Feng membuka pakaiaannya. Merasa heran karena Feng tidak kunjung keluar dari kamar mandi. Astrid melihat ke arah kamar mandi transparan itu. Astrid kaget karena Feng telah merosot ke dalam bathtube.
Astrid menghubungi Collin, agar segera menuju unit Feng. Tidak lama Collin datang dan melihat Astrid memegang kepala Feng, agar tidak tenggelam ke dalam bathtube. Mereka menggendong Feng dan mengangkatnya ke atas ranjang.
Feng sempat melihat Collin bersama Astrid membantunya. Sebelum Feng benar-benar tidak sadarkan diri. Collin menghubungi ambulance. Mereka membawa Feng ke rumah sakit.
Astrid masih menunggu Feng bersama Collin sampai keluarganya datang. Feronica datang begitu mendapatkan telepon dari rumah sakit yang mengabarkan kondisi Feng. Feronica melihat Astrid dan Collin yang ada di sana?
"Astrid, apa yang terjadi?" cemas Feronica. Astrid tidak mengenal wanita itu.
"Anda siapa?" tanya Astrid.
Feronica ingat bahwa Feng mengatakan bahwa Astrid tidak mengingat kenangan dengan Feng.
"Maaf, kau pasti tidak ingat denganku. Aku Feronica. Ibu Feng." Feronica mengulurkan tangannya dan Astrid menjabat tangan tersebut.
"Nyonya, berhubung anda telah datang, sebaiknya saya pergi," pamit Astrid. Feronica heran.
__ADS_1
"Kenapa kau pergi, jika Feng sadar dan menanyakanmu, bagaimana?" heran Feronica.
"Kami tidak memiliki hubungan apapun, maaf, tadi saya hanya kebetulan menemukan Feng di kamarnya, dengan banyak botol minuman. Sekali lagi saya minta maaf." Astrid menundukkan tubuh memberi hormat kepada Feronica.
Setidaknya Feronica tahu kenapa kondisi Feng, menjadi seperti itu. Mungkinkah ingatan Astrid telah kembali, tapi kenapa Astrid tidak ingat dengannya. Atau sebanyak apa ingatan Astrid telah kembali?
"Astrid!" panggil Feronica, membuat langkah Astrid berhenti dan Astrid meminta Collin untuk berjalan duluan. Astrid membalikan tubuh menghadap Feronica.
"Apa kau tidak memberi Feng kesempatan?" pertanyaan tiba-tiba dari Feronica membuat Astrid terdiam.
"Aku telah memberikannya, tapi Feng membohongiku dengan mengatakan bahwa kami telah menikah, padahal itu tidak benar. Kenyataannya kami belum menikah dan saya keguguran anak Feng," jelas Astrid. Dia menatap mata Feronica.
"Jadi kau telah ingat apa yang terjadi di antara kalian?" tanya Feronica.
"Saya belum mengingat hubungan saya dengan Feng, tapi saya mengetahui bahwa Feng telah berbohong," jelas Astrid. setelah mengatakannya, Astrid kembali memutar tubuh.
"Feng, sangat mencintaimu. Saya tahu karena dia putra saya. Dia melakukan kebohongan karena saya meyakinkan bahwa itu adalah kesempatannya untuk mendapatkanmu lagi. Feng tidak pernah mau menikah dengan wanita manapun, sampai dia bertemu denganmu. Mungkin diawal perkenalan kalian dia ragu, tapi, saya tahu bahwa dia memperlakukanmu dengan berbeda. Jika kau mulai ingat, cobalah melihat dari sisi Feng dan ingat bahwa dia mencintaimu." setelah mendengar perkataan Feronica. Astrid meninggalkan Feronica.
🍒🍒🍒
Jangan lupa nyawer ya, besties !
Sambil nunggu up, silahkan mampir ke karya temanku ya besties!
...CINTA BERTANDA MERAH...
Please Follow akun NT ini sekalian ig dan tik tok author ya!
__ADS_1
Ig : lady_mermad
Tiktok : lady_mermad