
"Beri aku kesempatan, aku akan membuatmu jatuh cinta kepadaku," mohon Feng. Dia menatap mata Astrid, seolah-olah memberitahu bahwa dia sangat mencintai Astrid.
Astrid menjadi ragu, perasaannya bimbang. Satu sisi dia merasa kasihan dengan Feng, satu sisi lagi dia merasa bahwa dia harus menghindari Feng dan jangan berurusan dengan Feng.
Di saat Astrid memikirkan antara memberi kesempatan Feng atau tetap meminta berpisah. Pintu kamar di buka, Collin memasuki kamar. Astrid dan Feng memandang ke arah Collin. Collin heran dengan tatapan tidak suka Feng. Sementara tatapan Astrid adalah tatapan bahagia.
"Collin! Akhirnya kau datang, aku telah menunggumu," ucap Astrid dengan mata berbinar-binar dan suara manja. Sangat berbeda perlakuan Astrid antara Feng dan Collin. Jika Astrid memandang Collin dengan penuh cinta maka Astrid memandang Feng dengan dingin dan datar. Bahkan memperlihatkan ketidaksukaan.
"Kau sudah sadar rupanya." Collin menuju brangkar Astrid. Astrid membentangkan tangannya agar Collin mendekat dan memeluknya. Collin kemudian memeluk Astrid, meskipun mendapat tatapan tajam dari Feng. Tatapan Feng seakan-akan memerintahkan Collin untuk jangan coba-coba memeluknya.
Feng hanya pasrah saat Collin tidak mengindahkan larangannya. Feng memalingkan wajah dari melihat Astrid dipeluk Collin. Cukup lama mereka berpelukan membuat Feng jengah.
"Hmm." Feng berpura-pura batuk, agar kedua manusia itu segera melepaskan pelukan.
Astrid menatap Feng dengan kesal karena merusak momentnya bersama Collin. Dengan terpaksa Astrid melepaskan diri dari pelukan Collin.
"Bagaimana perasaanmu?" Collin duduk di pinggir brangkar.
__ADS_1
"Baik, aku merasa sangat baik, hanya saja aku masih belum kuat untuk berjalan." Astrid menunjuk kakinya. Collin melirik arah tunjuk Astrid.
"Tenang saja, sebentar lagi juga sembuh, ini aku bawakan dim sum kesukaanmu," tunjuk Collin memperlihatkan kantong makanan yang dibawanya.
Collin tahu Astrid sangat menyukai dim sum di pasar desa Venetia. Mereka sering makan di sana. Wajah Astrid kembali berbinar, dia bahkan bertepuk tangan saking gembiranya.
"Wah, aku seperti merasa sangat lama tidak memakan ini." Astrid langsung membuka bungkusan dan melihat isinya. Selera Astrid mulai terpancing, dia tidak sabaran ingin merasakannya.
Astrid membuka plastik sumpit dan mulai memakan dim sum. "Rasanya tidak berubah, selalu sama," puji Astrid. Dia pun menyuapkan sepotong dim sum ke mulut Collin. "Aa," bujuk Astrid agar Collin membuka mulutnya.
"Ini enak sekali, apa lagi aku yang menyuapkannya," bujuk Astrid memaksa Collin untuk membuka mulutnya. Collin merasa tidak enak, akhirnya dia membuka mulutnya. Namun, makanan itu tidak juga masuk ke dalam mulutnya.
Pantasan saja, ternyata Feng telah lebih dulu menggerakan tangan Astrid ke mulutnya dan memakan dim sum itu. Collin dan Astrid sendiri tidak menyadari kapan Feng telah berdiri di antara mereka
"Ternyata memang sangat enak, apalagi dari tanganmu." Feng mengerlingkan mata kepada Astrid.
"Kau sungguh tidak sopan, itu bukan buatmu , melainkan untuk Collin!" bentak Astrid. Dia kecewa karena batal menyuapkan Collin. Moment tersebut sangat langka dan sekarang dirusak oleh Feng.
__ADS_1
"Tapi, dia tidak mau," ucap Feng membela diri. Dia sudah sangat cemburu melihat tingkah Astrid dan Collin. Feng seperti menjadi pihak ketiga di antara mereka.
🍒🍒🍒
Jangan lupa nyawer ya, besties !
Sambil nunggu author up silahkan mampir ke karya teman author ya!
...AFTER ONE NIGHT MISTAKE...
Please Follow akun NT ini sekalian ig dan tik tok author ya!
Ig : lady_mermad
Tiktok : lady_mermad
__ADS_1