One Night Only

One Night Only
Kamar Astrid


__ADS_3

"Keluar!" teriak Astrid, dia mengambil kembali pakaiaannya. Agar bisa menutupi tubuhnya. Astrid mencoba meraih selimut yang berada di ranjang dan melilitkannya ke tubuhnya.


Feng masih terdiam terpaku, dia merindukan tubuh itu. Ingin menyentuh, takut Astrid meminta berpisah. Keluarpun Feng tidak rela, sudah cukup dia menahan kecemburuan saat Astrid bersama Collin. Bagi Feng anggap saja melihat tubuh polos Astrid sekarang adalah ganti rugi terhadap cemburu yang dirasakannya.


Astrid mendekati Feng dan menamparnya karena kelancangan yang dilakukan Feng. Feng tersadar dari lamunannya. Saat tangan Astrid terangkat kembali untuk menamparnya. Feng menahannya, Feng mengangkat tubuh Astrid dan menghempaskannya ke ranjang.


Astrid tidak percaya Feng melakukan hal itu. Dia menatap Feng dengan marah dan benci. Feng menindih tubuh Astrid dan menatap mata Astrid dengan tajam. Feng membelai wajah Astrid dengan sensual, membuat Astrid hanya pasrah karena sentuhan tersebut. Entah mengapa Astrid juga menikmatinya. Astrid seperti mengenali sentuhan yang dibuat Feng.


Feng tahu bahwa Astrid terlena dengan sentuhannya. Feng semakin mengikis jarak diantara mereka. Astrid memandang wajah tampan Feng. Tiba-tiba jantungnya berdebar dengan kencang. Refleks Astrid membelai rambut Feng. Dapat dilihat bahwa tatapan Astrid adalah tatapan mendamba.


Feng menimbang apakah dia harus mencium Astrid dan menerima resiko, bisa saja Astrid menolaknya atau tetap nekad mencium Astrid. Akhirnya Feng memutuskan untuk mencium Astrid. Sementara Astrid menerimanya, bahkan dia melupakan perasaannya kepada Collin. Astrid juga berpikir sah saja mereka berciuman karena mereka adalah suami istri.

__ADS_1


Mereka berciuman dengan lembut kemudian, menjadi panas. Apalagi cuaca yang dingin membuat mereka lupa diri. Feng mencoba membuka selimut yang membungkus tubuh Astrid. Dia telah sampai untuk menikmati dada Astrid. Astrid bahkan mendesah dan berharap Feng melakukan lebih. Harapan Astrid tidak terpenuhi. Feng menghentikan gerakannya, kembali memandang Astrid.


"Aku akan menunggu sampai kau mengingat tentang kita." Feng berdiri dari atas tubuh Astrid. Menarik selimut kembali sampai batas leher. Kemudian Feng mencium pipi Astrid sebelum Feng menuju balkon dan memandang laut. Kamar Astrid di kelilingi kaca. Sengaja Feng minta arsitektur membuatnya seperti itu. Karena lokasi rumah yang berada di pantai. Di semua kaca terdapat gorden yang digunakan untuk menutupinya.


Feng menetralkan diri berusaha menghilangkan hasrat yang telah terpancing dan tidak mendapat penyaluran. Hujan masih mengguyur bumi, tempiasnya mengenai wajah dan tubuh Feng. Feng tidak bisa lama berada di sana karena Feng mulai kedinginan. Pakaiaannya masih basah saat menjadi stalker Astrid.


Feng kembali ke dalam kamar, dia melihat Astrid telah tertidur di ranjang dengan badan memunggungi Feng. Feng bingung, kenapa Astrid belum memakai pakaiaannya? Feng menuju lemari dan membukanya. Pantasan saja Astrid tidak memakai baju karena memang di dalam lemari, tidak ada pakaiaan. Feng lupa untuk meninggalkan beberapa pakaian di sini.


Feng memasuki selimut dan bergabung dengan Astrid. Dia ingin memeluk, Astrid. Namun, Feng tidak ingin mengambil resiko, yang akan merugikan dirinya sendiri. Akhirnya Feng tidur di sisi lainnya, membuat jarak dengan Astrid.


🍒🍒🍒

__ADS_1


Jangan lupa nyawer ya, besties !


Sambil nunggu aku up, silahkan mampir ke karya temanku dulu ya.


...PERNIKAHAN SALSA...



Please Follow akun NT ini sekalian ig dan tik tok author ya!


Ig : lady_mermad

__ADS_1


Tiktok : lady_mermad


__ADS_2