
Feng dan rombongan menuju rumah keluarga Li. Rombongan mobil tersebut melintasi jalan kota Hong Kong. Mereka menuju kawasan elit kuno warga Hong Kong. Feng sebenarnya kesal. Namun, dia tidak ingin terjadi keributan di kantor tempatnya bekerja.
Mereka memasuki kawasan yang memang hanya terdiri dari lima mansion. Rumah tersebut adalah tempat tinggal para orang kaya lama alias hanya terdiri dari beberapa keluarga kaya turun temurun. Mereka adalah keluarga penentu perekonomian Hong Kong sejak puluhan tahun yang lalu.
Keluarga Li adalah salah satu tonggaknya. Bisnis keluarga Li sudah ada sejak dulu dan mampu di pertahankan oleh keturunan mereka. Meskipun, orang kaya baru banyak bermunculan. Namun, pesona keluarga Li tetap menjadi perhatian. Keluarga ini dihormati oleh pejabat-pejabat pemerintahan.
Mereka berhenti di sebuah rumah megah, bangunannya masih bergaya kuno. Namun, telah direnovasi. Mobil yang membawa Feng berhenti di depan pintu masuk rumah. Seaeorang membukakan pintu.
"Selamat datang kembali, Tuan muda," ucap kepala pelayan yang membukakan pintu mobil untuk Feng. Dia mengajak Feng masuk ke dalam rumah.
Begitu sampai di dalam Feng melihat Fidelia, Feronica, Jimmy dan Neneknya, telah menunggu kedatangan Feng. Feronica berdiri menyambut putranya.
"Akhirnya kau datang juga," lega Feronica. Dia memeuluk putranya.
"Bukankah, aku pulang karena Mama memaksa?" sindir Feng.
"Sebaiknya kau sapa Nenekmu dulu," ajak Feronica.
Feng mengikuti langkah Feronica.
"Nenek!" sapa Feng.
Wanita tua itu langsung berdiri dan mengayunkan tongkatnya untuk memukul Feng.
"Dasar cucu tidak tahu diri, pergi dan baru kembali. Padahal kau masih di Hong Kong. Lalu kenapa tidak mengunjungi Nenekmu ini? Sekarang kau membuat putraku sakit dengan membiarkannya mengurus perusahaan sendiri," cerocos Fini Li, nenek Feng. Masih memukuli Feng.
"Nenek hentikan, ini sakit!" teriak Feng mencoba menghindari pukulan dari sang nenek.
"Ma, hentikan, apa Mama mau dia pergi lagi?" ancam Feronica. Seketika Fini menghentikan pemukulannya terhadap Feng.
"Berikan pelukan kepada Nenek." Fini merentangkan tangannya. Feng memeluk sang Nenek.
__ADS_1
"Ayo, kita lihat Papa," ajak Fidelia.
Mereka memasuki kamar Felix dan Feronica. Di sana terbaring Felix Li dengan infus di tangannya.
"Sayang, Feng sudah datang." Feronica memberitahu suaminya.
Felix sebenarnya hanya kelelahan saja. Dia butuh istirahat dan tidak boleh terlalu banyak berfikir.
"Tinggalkan kami berdua," pinta Felix.
"Jangan bertengkar lagi, bersikap lembutlah dengan Papamu," bisik Feronica sebelum keluar dari kamar.
Tinggallah Feng dan Felix, Feng swdikit kaku karena dia tidak pernah lagi berurusan dengan ayahnya, tentang hal pribadi sejak mereka bertengkar dan Feng memutuskan untuk pergi dari rumah. Meskipun mereka beberapa kali bertemu dalam pekerjaan. Namun, mereka bersikap sangat profesional.
"Bagaimana kabarmu?" Felix mengeluarkan suaranya.
"Seperti yang Papa lihat, aku baik." Nada suara Feng masih kaku dna kurang ramah.
"Aku tidak main-main, tapi melanjutkan hidup." Feng membela diri dari tuduhan ayahnya. Saat pergi dari rumah, Felix melarang Feng membawa semua harta dari rumah. Feng hanya membawa satu pakaian yang dia pakai dan surat-surat pentingnya. Bahkan Felix mengosongkan dompet Feng dan hanya menyisakan identitas, SIM dan lainnya. Sedangkan yang lainnya dia ambil seperti kartu kredit dan ATM.
Feng benar-benar bingung karena tidak memiliki uang. Beruntung salah satu teman membantunya, meminjamkan uang dan mengajak Feng tinggal bersamanya. Kemudian Feng melamar sebagai asisten Kevin dan di terima. Perlahan Feng mengumpulkan uang dan mulai menyewa apartment dan mobil. Feng juga membayar pinjaman kepada temannya itu.
"Baiklah, yang penting kau kembali dan urus perusahaan, kondisiku sudah tidak sebagus dulu." Felix mengalah.
"Aku akan kembali, tapi Papa jangan menyuruhku menikah dengan pilihanmu. Aku akan menikah dengan pilihanku," tawar Feng.
"Kau tahu, aku dan mamamu menikah juga karena dijodohkan dan kau lihat sendiri kami saling mencintai. Jadi jangan berpikir bahwa perjodihan bukanlah hal baik," jelas Felix. Dia mencoba untuk duduk, Feng membantunya.
"Tapi zaman sudah berubah," bela Feng, dia mengambil kursi dan meletakkannya di samping ranjang ayahnya.
"Baiklah, terserah kau saja, aku tidak memaksa. Apa karena gadis itu?" terka Felix. Dia memang menyuruh seseorang untuk diam-diam mengikuti putranya sejak dia pergi dari rumah. Bagaimanapun Felix tidak akan tega membiarkan putranya.
__ADS_1
"Apa mama yang memberitahu, Papa?" selidik Feng.
"Mamamu tahu?" Felix malahan baru tahu tentang ini.
"Apa Papa memata-mataiku?" kesal Feng.
"Kali ini aku tidak akan memaksamu menikahi pilihanku. Jadi mulai besok kau kembali ke perusahaan," perintah Felix.
"Gadis ini baru aku temui, jadi bukan karena dia aku kabur dari rumah." Feng meluruskannya.
"Terserah kau saja,"
"Aku akan kembali ke apartmentku," putus Feng, dia berdiri dari kursi.
"Sebaiknya kau tinggal di sini." Felix tidak mau Feng kembali ke apartmentnya.
"Tenang saja, aku akan ke perusahaan dari apartment,"
"Nenekmu tidak akan setuju, kasihanilah dia," bujuk Felix.
"Baiklah. Aku akan membereskan pekerjaanku di tempat Kevin dulu." setelah mengatakannya Feng keluar meninggalkan ruangan ayahnya.
🍒🍒🍒
Widih Feng tajir rupanya, jangan lupa nonton iklan ya besties.
Jangan lupa nyawer ya, besties !
Please Follow akun NT ini sekalian ig dan tik tok author ya!
Ig : lady_mermad
__ADS_1
Tiktok : lady_mermad