One Night Only

One Night Only
Extra Part 9. Hamil


__ADS_3

Feng sampai di rumah sakit, para perawat membantunya membawa Astrid untuk diperiksa. Para perawat membantu menyadarkan Astrid.


Dokter masuk dan memeriksa kondisi Astrid.


"Sebaiknya kita bawa dia ke poli obgyn," perintah dokter.


"Kenapa?" cemas Feng, dia berpikir bahwa kondisi Astrid memburuk sehingga harus dipindahkan.


"Apa anda walinya?" tanya dokter.


"Ya,"


"Ini hanya prediksi saya, kemungkinan nona ini hamil, makanya untuk lebih pasti akan saya serahkan ke dokter kandungan," jelas Dokter yang menangani Astrid.


"Apa? Hamil?" Feng tersenyum, dia yakin itu pasti anaknya.


Para perawat mendorong brangkar yang ditempati Astrid menuju poli obgyn. Feng mengikuti dokter dan perawat. Sampai di ruangan salah satu dokter kandungan. Dokter yang menangani Astrid memberikan penjelasan singkat kepada dokter rekannya itu.


"Saya permisi, Pak. Rekan saya yang akan mengambil alih sekarang." dokter beserta perawatnya meninggalkan ruangan tersebut.


Perawat dokter kandungan menyiapkan peralatan dan membuka pakaian Astrid.


"Maaf, apakah anda keluarga pasien?" tanya Dokter ramah.


"Ya," jawab Feng singkat.


Dokter kemudian memeriksa kondisi Astrid. Setelah Dokter selesai memeriksa, perawat berusaha membuat Astrid sadar.


"Nona, tengah hamil 4 minggu." Dokter memberitahu Feng.


Feng senang mendengarnya.

__ADS_1


"Apa dia baik-baik saja?"


"Silahkan duduk saya akan menjelaskan kepada anda. Dilihat dari reaksi anda, saya yakin anda suaminya." Dokter mempersilahkan Feng duduk di depannya.


Dokter memberikan penjelasan kepada Feng sedetailnya. Bahkan Dokter juga memberikan saran yang diperlukan bagi ibu hamil.


"Ini resepnya, silahkan tebus. Pasien akan kami pindahkan ke kamar rawat inap, setidaknya biarkan dia menginap semalam," terang Dokter.


Mereka membawa Astrid ke ruang perawatan. Feng tetap setia menemani sampai Astrid sadar.


Asisten Rain datang ke kamar rawat inap Astrid.


"Saya membawakan makan siang untuk anda, Tuan Muda." Mr. Rain membuka makanan dan menatanya di atas meja.


"Aku tidak lapar," sahut Feng. Dia masih setia menunggu Astrid sadar.


"Membuat diri anda lapar, tidak akan menyelesaikan masalah. Tuan," sindir Mr. Rain.


"Baiklah, aku akan memakannya," putus Feng.


Feng makan, makanan yang dibawa Rain.


"Tuan, bagaimana rapat sore ini dengan tim marketing?" tanya Rain.


"Kau saja yang memimpin dan laporkan kepadaku hasilnya," ujar Feng.


"Baiklah, oh iya Tuan, saya hampir lupa, ini ponsel anda. Sepertinya ada telepon masuk dari tadi pagi dengan nama Astridku." Rain menyerahkan ponsel kepada Feng


"Apa?" Feng langsung memgambil ponsel dan memeriksanya.


"Saya permisi, Tuan," pamit Rain, pria itu meninggalkan kamar rawat Astrid.

__ADS_1


Rain berselisih dengan Perawat yang datang untuk memeriksa infus Astrid. Feng fokus melihat panggilan dari Astrid. Ada 3 kali panggilan. Feng memeriksa, apakah Astrid meninggalkan pesan untuknya?


"Anda sudah sadar, Nona?" tanya Perawat yang tengah mengganti infus Astrid.


"Dimana aku?" Astrid mencoba memperhatikan atap kamar rumah sakit.


"Anda di rumah sakit, Nona. Apa yang anda rasakan? Apakah anda membutuhkan sesuatu?" tawar perawar.


"Tidak, aku tidak apa-apa," jawab Astrid.


Astrid mencoba untuk duduk.


"Sebaiknya. Anda tidur saja. Tidak usah memaksakan diri. Ingat kandungan anda," bujuk perawat.


"Apa. Aku hamil?" Astrid ingin memastikan bahwa dia tidak salah dengar.


"Ya," jawab perawat.


Feng yang fokus melihat ponsel, akhirnya mendengar suara Astrid. Feng langsung menuju ke tempat Astrid dan memeluknya.


"Akhirnya kau sadar, aku sangat cemas," ujar Feng.


🍒🍒🍒


Segitu dulu ya, harap sabar.


Please Follow akun NT ini sekalian ig dan tik tok author ya!


Ig : lady_mermad


Tiktok : lady_mermad

__ADS_1


__ADS_2