One Night Only

One Night Only
Truth or Dare


__ADS_3

"Biar tidak sepi, bagaimana kalau kita bermain truth or dare?" tawar Bobo.


"Setuju!" teriak semuanya.


Bobo mulai mengambil botol untuk permainan. Dia menjelaskan aturan permainan. Semua antusias dan penasaran. Mei Mei juga sangat penasaran dia ingin mengetahui tentang Feng lebih jauh.


Mereka mulai bermain, mereka berdiskusi tentang hukuman apa yang akan diberikan. Disepakati yang kalah atau tidak mau menjawab pertanyaan maupun menerima tantang akan meminum satu gelas minuman. satu persatu pemain mendapat giliran, Bobo menjadi pemain pertama, dia memutar botol, ujung botol berhenti ke arah salah satu karyawan. Bobo memberikan pilihan truth or dare. Si karyawan memilih truth. Setelah asik bermain tiba pada giliran Feng yang menerima tantangan.


"Apakah kau punya kekasih Mr. Li?" tanya Apeng salah satu karyawan divisi marketing yang mendapat giliran memutar botol dan kebetulan kepala botol mengarah kepada Feng.


"Ya," jawab Feng singkat dan padat. Permainan terus berlanjut. Sampai pada giliran Astrid.


"Siapa pria pertama yang kau cintai?" tanya Gio pemain yang memutar botol.


"Collin," jujur Astrid. Karena memang Collinlah pria yang dia cintai. Feng merasakan sakit di dadanya mendengar jawaban dari Astrid.


Permainan terus berlangsung. Hampir semua pemain telah mendapatkan gilirannya. Ada yang kalah dan akhirnya memutuskan untuk menerima hukuman. Putaran kedua permainan di mulai. Feng kembali mendapat mendapatkan kepala botol.


"Siapa nama wanita kau cintai Mr. Li?" tanya Mei Mei yang menjadi pemain yang memutar botol. Dia memang berharap menjadi yang bertanya. Mei Mei harus mengetahui siapa yang menjadi kekasih Feng. Dia sangat kecewa saat Feng menjawab dia telah memiliki kekasih.


Feng langsung melirik Astrid. Sedangkan Astrid memelotot kepada Feng, seolah-olah memberi tanda jangan menyebutkan.


"Aku tidak bisa menjawabnya, aku akan terima hukuman." Feng kemudian meminum satu gelas.


Permainan sudah berlangsung cukup lama, dan sampai pada Astrid kembali.


"Siapa nama orang pertama yang mendapatkan ciumanmu?" tanya Apeng.


Astrid sebenarnya tidak tahu apakah dia telah pernah berciuman. Namun, Astrid ingat membaca notebooknya dan di sana dikatakan bahwa ciuman pertamanya bersama Feng.


"Aku tidak bisa menjawab ini, aku akan menerima hukuman," ucap Astrid. Saat Astrid mengambil gelas yang berisi minuman. Tangannya ditahan oleh Feng.

__ADS_1


"Sebaiknya aku saja, bukankah kau baru keluar dari rumah sakit?" tanya Feng. Feng melihat pandangan curiga dari Mei Mei.


"Atau di antara kalian ada yang bisa menggantikannya?" pinta Feng. Semua telah cukup mabuk jadi mereka tidak berani untuk minum lagi. Beberpa bahkan telah tidak sadatkan diri. Akhirnya Feng meneguk minuman sampai tandas dengan sekali tegukan.


Mei Mei kesal karena Feng memberikan perhatian kepada Astrid.


"Mr. Li, anda, sangat baik sekali, sehingga memperhatikan karyawan," curiga Mei Mei.


"Tentu saja, jika anda dalam posisi Astrid, saya juga akan mewakilkan anda dalam meminum," rayu Feng, membuat wajah Mei Mei menjadi merah. Dia merasa Feng memperhatikan dan merayunya. Padahal apa yang dilakukan Feng, hanya karena Mei Mei dan yang lain tidak curiga dengan hubungannya bersama Astrid.


Mei Mei semakin bersemangat untuk mendapatkan Feng. Apalagi dia mengetahui siapa Feng sebenarnya. Tak peduli dengan kejujuran Feng yang mengatakan bahwa dia telah memiliki kekasih. Mei Mei akan tetap berusaha menarik perhatian Feng.


Akhirnya Feng memutuskan untuk menyudahi acara karena meilhat semua karyawan telah mabuk. Feng beruntung karena tidak terlalu banyak mendapat hukuman. Feng membantu mencarikan taxy untuk mengantar karyawannya pulang.


Mei Mei pun sudah sangat mabuk, dia semakin berani merayu Feng dan meminta Feng untuk mengantarkannya pulang. Mr. Huang yang melihat kelakuan tidak sopan Mei Mei meminta maaf kepada Feng dan memaksa Mei Mei pulang bersamanya.


"Astrid, ayo kita pulang!" ajak Lena. Lena sendiri juga sudah mulai mabuk. Hanya Astrid yang tidak mabuk.


"Aku akan mencarikan taxy untukmu." Astrid membopong Lena menuju luar agar mereka mendapatkan taxy.


"Naiklah, ikut bersamaku, Astrid, aku akan mengantarmu pulang," racau Lena.


Astrid meminta sopir untuk pergi. Astrid kemudian mulai berjalan menuju halte terdekat. Mobil Feng berhenti di depan Astrid.


"Naiklah!" perintah Feng dari dalam mobil. Astrid melihat ke arah Feng. Dia tahu bahwa dia tidak akan bisa menolak Feng. Astrid masuk ke dalam mobil. "Kenapa tidak menungguku?" tanya Feng. Saat dia telah mengantar satu persatu karyawan dan kembali ke dalam Astrid tidak ada lagi di sana, membuat Feng cemas.


Feng menyusuri jalan dengan perlahan, agar bisa mencari Astrid.


"Aku bisa pulang sendiri," elak Astrid. Dia tidak berani melihat kepada Feng karena merasa Feng pasti kesal padanya.


"Hari ini kita pulang ke apartment kita," tegas Feng. Astrid hanya diam dan pasrah, karena memang dia telah memberi kesempatan Feng satu bulan ini untuk mendekatinya. Kemarin Astrid malahan melanggar janji dan kembali ke rumah neneknya.

__ADS_1


"Baiklah," jawab Astrid. Mereka cukup lama terdiam sampai akhirnya Feng bertanya.


"Siapa orang yang menciummu pertama kali?" tanya Feng tiba-tiba. Dia penasaran kenapa Astrid tidak menjawab pertanyaan itu. Apakah karena dia pria itu sehingga Astrid tidak mau menjawab. Mungkin saja Astrid takut membongkar hubungan mereka. Tapi jika Feng menjadi yang pertama, Apakah itu artinya Astrid telah mengingat kejadian yang mereka alami? Sejauh mana ingatan Astrid telah kembali?


"Itu sepertinya kau," jawab Astrid, menundukan wajahnya.


"Apakah kau telah ingat?" tanya Feng waspada.


"Tidak," balas Astrid.


"Lalu, bagaimana bisa kau tahu?" selidik Feng. Jantungnya berdetak sangat kencang. Di satu sisi Feng ingin Astrid kembali mengingat tentang mereka lagi. Namun, di sisi lain Feng tidak ingin karena takut Astrid akan membencinya dan meninggalkannya.


"Dari notebook yang aku miliki. Di sana tertulis tentang kejadian di lift saat seseorang tengah mencoba melecehkanku. Dan kau membantu, mengusir orang tersebut," terang Astrid wajahnya memerah. Padahal dia berpikir akan mendapat ciuman pertama bersama Collin saat mereka di pantai. Tapi, sayang sekali karena seaeorang yang melempar kepala Collin dengan sebuah kaleng minuman kosong.


Terakhir Astrid justru berciuman dan hampir saja melakukan hubungan jauh bersama Feng. Dan Astrid pikir itu juga ciuman pertama baginya.


Feng senang mendengar kejujuran Astrid.


"Notebook?" tanya Astrid.


"Ya, dan aku trlah memutuskan, kita bisa menikah weekend ini, jika kau mau," tawar Astrid. Feng tidak percaya dengan yang diucapkan Astrid. Dia mengerem mobil secara mendadak.


"Benarkah?" meskipun penasaran dengan keputusan Astrid. Feng tidak ingin merusaknya.


Sementara Astrid menerima karena berpikir Su Yi ingin melihatnya menikah. Belum lagi entah mengapa Astrid merasa cemburu saat Mei Mei yang centik merayu Feng. Padahal Astrid masih mencintai Collin.


🍒🍒🍒


Jangan lupa nyawer ya, besties !


Please Follow akun NT ini sekalian ig dan tik tok author ya!

__ADS_1


Ig : lady_mermad


Tiktok : lady_mermad


__ADS_2