
Feng sadar dia telah membuat Astrid semakin takut padanya.
"Astrid maafkan aku, aku tidak bermaksud untuk membentakmu." Feng minta maaf karena telah menyinggung perasaan Astrid dan membentaknya.
Feng ingin meraih tubuh Astrid dan membawanya ke dalam pelukannya. Namun, itu bukanlah hal yang patut untuk dilakukan, mengingat Astrid yang ketakutan padanya.
Astrid memandang Feng dengan penuh kebencian. Di dalam hatinya, Feng hanyalah pria yang telah menghancurkan cita-cita dan masa depannya untuk bersama Collin.
Feng tidak tahan jika Astrid memandangnya seperti itu. Fengpun merasa terluka.
Bagaimana cara membujuk Astrid? Feng merasa seperti seorang penculik yang memaksa Astrid.
"Astrid!" panggil Feng sekali lagi, dia melembutkan suara agar tidak menakuti Astrid. Astrid mengangkat wajahnya yang tertunduk. Dia melihat ke arah Feng, dapat Astrid lihat raut penyesalan dan kekecewaan dari Feng.
Apa aku bersikap berlebihan?
Astrid tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Dia bingung dan bimbang?
"Aku telah memasak, bisakah kau menghargainya? Setidaknya coba menyicipinya sedikit," pinta Feng, dia melunakkan suara agar Astrid tidak ketakutan.
Astrid menatap tajam Feng, haruskah dia mencoba masakan Feng? Bagaimana jika di dalam makanan itu ada yang aneh? Tapi, tidak mungkin karena Feng tidak akan melakukan hal buruk seperti meracuninya, bukan?
"Baiklah, aku hanya akan menyicipinya satu sendok," putus Astrid. Dia menuju meja makan dan mengambil sendok kemudian mencoba masakan Feng. Namun, Astrid belum juga memasukan makanan tersebut ke dalam mulutnya. Astrid ragu dan bimbang.
Feng yang telah mengikutinya menjadi penasaran kenapa Astrid ragu?
__ADS_1
"Kau tidak memberi sesuatu yang aneh ke dalam masakan ini, bukan?" tuduh Astrid.
Feng mengerti ternyata Astrid berpikir Feng akan melakukan hal yang jahat kepadanya.
"Biar aku yang memakannya terlebih dahulu." Feng mengambil sendok dan mencoba semua masakannya sendiri.
Astrid melihat dan menunggu sekitar lima menit. Sepertinya Feng tidak apa-apa, jadi mungkin makanan ini aman.
Astrid menyendok makanan dan memasukannya ke dalam mulutnya, cukup enak. Feng menunggu dengan sabar, berharap Astrid akan tinggal dan lanjut makan bersamanya.
"Oke, aku telah menyicipinya. Rasanya lumayan, kau cukup berbakat," puji Astrid. Dia hanya mencoba satu menu dari tiga menu yang telah dimasak oleh Feng. Astrid membalikan tubuh untuk pergi dari ruang makan.
"Kau akan tetap pergi?" kecewa Feng. Astrid akan tetap pergi. Ternyata bujukan dengan makanan tidak mempan.
"Ya, aku akan menemui Nenekku," jawab Astrid nyaris tanpa ekspresi.
"Entahlah!" jawab Astrid cuek.
"Tapi, kau berjanji ingin mencoba mengenalku selama satu bulan ini?" pinta Feng
"Aku tidak berjanji, kau memaksaku," bentak Astrid, dari awal dia memang tidak setuju. Namun, Feng selalu memaksa. Sehingga membuat Astrid menyetujuinya. Ditambah Su Yi yang mengizinkan dan menyokong Feng.
"Baiklah, maafkan aku, tapi jangan berubah pikiran," mohon Feng. Dia sangat merindukan Astridnya yang dulu. Bukan Astrid yang sekarang berdiri di hadapannya dengan menatapnya penuh benci.
Feng teringat saat malam pertama mereka. Saat Astrid menyerahkan kesuciaannya kepada Feng. Hal itu sangat membahagiakan.
__ADS_1
"Meskipun terpaksa, aku telah berjanji, dan aku tidak akan melanggarnya. Kau tenang saja." Astrid berjalan menuju pintu keluar.
"Aku akan mengantarmu," tawar Feng.
"Tidak perlu, aku bisa pergi sendiri," tolak Astrid. Dia membuka gagang pintu.
Feng terdiam dan hanya menatap punggung Astrid. Kemudian Feng diam-diam mengikutinya. Astrid berjalan menuju lobby, dia menunggu sebentar. Feng mengambil mobil dan memarkirnya di depan lobby.
Astrid keluar dan berjalan menuju halte bus, Feng terus mengikutinya sampai Astrid naik bus. Bus berhenti di halte desa Venetia, Astrid keluar dari bus. Sebuah mobil telah menunggunya, Collin keluar dari mobil dan menghampiri Astrid.
Feng tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Astrid tidak ke rumah Su Yi. Namun, ingin bertemu dengan Collin. Dapat Feng lihat raut kebahagiaan dari Astrid.
Feng ingin keluar dari mobil dan menghajar Collin. Namun, dia tahan karena itu sama saja akan membuat Astrid semakin membencinya. Setidaknya dia bisa mengikuti kemana mereka akan pergi. Berjaga-jaga agar Astrid tidak melewati batasnya.
🍒🍒🍒
Jangan lupa nyawer ya, besties !
Sambil nunggu author up, silahkan mampir ke karya temanku ya!
...PENANTIAN KINARA...
Please Follow akun NT ini sekalian ig dan tik tok author ya!
__ADS_1
Ig : lady_mermad
Tiktok : lady_mermad