
"Huh, dasar sok cool," gerutu Astrid. Dia menghentakan kaki ke lantai dengan kesal.
"Siapa?" tanya Lena, mencoba melihat kemana arah tatapan mata Astrid. "Maksudmu Mr. Li atau Mr. Huang?" Mr. Huang adalah direktur Fresh from the Sea.
"Bukan siapa-siapa," elak Astrid. "Ayo kita duduk." Mereka menuju meja kerja masing-masing. Astrid merasa familiar dengan wilayah dan lingkungan kerjanya. Bahkan untuk ukuran orang yang tidak ada tahu bahwa Astrid mengalamin amnesia. Pasti tetap berpikir bahwa Astrid baik-baik saja.
Astrid berdiskusi bersama Lena, tentang pekerjaàn mereka selama Astrid tidak masuk kerja. Astrid bukanlah orang yang bodoh, dengan cepat dia belajar dan memahami pekerjaannya kembali.
"Astrid, kau tahu tidak?" Lena mencoba mengajak Astrid bergosip. Setelah mereka membahas pekerjaan dan juga materi rapat nanti.
"Tidak," balas Astrid dengan lugu.
"Makanya, aku mau bilang," ucap Lena.
"Apa?" kepo Astrid.
"Lihat wanita yang diujung sana," tunjuk Lena kepada ruangan di bagian marketing.
Astrid melihat seorang wanita muda, mungkin usianya mungkin di atas Astrid setahun. Wanita itu berparas cantik dengan penampilan elegan. Astrid kagum dengan wanita muda tersebut.
"Aku seperti baru melihatnya?" Astrid takut wanita tersebut salah satu daftar orang yang dihilangkannya dari ingatan.
"Dia baru masuk dua minggu ini, saat kau sakit," ujar Lena.
"Kenapa dengan dia?" heran Astrid.
"Dia adalah wanita yang terang-terangan merayu Mr. Li," lanjut Lena.
"Apa?" Astrid merasa cemburu dan insecure karena penampilan wanita tersebut jauh diatasnya.
Bagaimana reaksi Feng, apakah dia juga tertarik pada wanita itu.
"Kau lihat saja nanti saat rapat, namanya Xiao Mei Mei. Dia benar-benar lancang dan terang-terangan mengejar Mr. Li. Jika yang lain hanya sebatas kagum. Dia memiliki tingkatan yang lebih yaitu ingin memiliki Mr. Li atau menikahinya," terang Lena berapi-api.
Astrid merasa harus waspada.
Kenapa aku harus cemburu, biarkan saja, yang penting adalah Collin tidak memiliki wanita lain yang disukainya?
__ADS_1
Astrid memang tidak mengingat bahwa Collin menyukai Selena. Bahkan Astrid mendengar pernyataan cinta Collin kepada Selena.
"Tapi, bukankah Mr. Li adalah pria dingin. Kau lihat saja sendiri, dia tidak banyak berbicara," jelas Astrid.
"Justru itu membuat para wanita di sini tergila-gila," bela Lena.
"Bagaimana dengan kau sendiri?" tanya Astrid. Dia ingin tahu Lena di tim mana, penggemar Feng atau bukan?
"Aku? Kalau bisa aku juga ingin mengejar Mr. Li. Hanya saja aku telah memiliki kekasih. dan dia pria yang sangat pencemburu," jelas Lena.
"Aku akui Mr. Li adalah pria yang tampan," puji Astrid. Bahkan mungkin lebih tampan dari Collin, tapi, Collin adalah cinta pertama Astrid.
"Apa kau membicarakan tentang Mr. Li yang tampan?" hardik seorang wanita yang tiba-tiba telah berdiri di dekat mereka.
Astrid dan Lena menengadahkan wajahnya melihat ke arah wanita tersebut.
"Mei Mei!" kaget Lena. Astrid memperhatikan wanita cantik dan elegan itu.
"Apa kau anak baru?" tanya Mei Mei kepada Astrid. Dia memandangi Astrid dari atas sampai bawah. Kemudian tatapannya berubah meremehkan. "Cukup cantik, apa pakaian, sepatu dan tasmu, palsu?" tuduh Mei Mei. Dia tahu barang-barang yang dikenakan Astid adalah barang bermerk, tapi dia tidak yakin itu asli atau bukan.
"Dia Astrid, saat kau masuk dia sedang sakit dan di rawat cukup lama. Astrid kenalkan ini Mei Mei dan Mei Mei kenalkan ini Astrid." Lena memperkenalkan mereka.
"Oh jadi kau wanita yang sakit itu? Sakit apa?" kepo Mei Mei. Dia masih menatap Astrid dengan pandangan mengintimidasi.
"Bukan urusanmu," sewot Astrid.
Jika Mei Mei tahu bahwa sakit Astrid adalah keguguran dan itu anak dari pria yang sedang diincar oleh Mei Mei. Bagaimana reaksi Mei Mei, apalagi jika dia mengetahui bahwa Feng adalah suami Astrid?
"Yah, aku tidak peduli kau sakit apa? Hanya saja aku ingin memperingatkanmu, jangan mencoba mendekati Mr. Li," ancam Mei Mei.
"Kenapa?" Entah keberanian dari mana datangnya sehingga Astrid menantang Mei Mei. Toh, mereka sama-sama karyawan.
"Hanya mengingatkan saja, Mr. Li bukan orang sembarangan, dia terlalu jauh untukmu," sarkas Mei Mei.
"Aku tahu dia bukan orang sembarangan. Dia asisten Mr. Kwok. Tapi dia juga karyawan, sama dengan kita," balas Astrid.
"Dia bukan karyawan sembarangan, pokoknya, kau jangan bermimpi untuk mendekatinya, apalagi ingin menjadikan dia suamimu. Dia terlalu tinggi untukmu maupun wanita-wanita di sini," terang Mei Mei. Dia menunjuk semua wanita yang ada di ruangan.
__ADS_1
"Lalu, apakah dia cocok denganmu?" ejek Astrid.
"Tentu saja, setidaknya perbedaan kami tidak terlalu jauh. Aku pernah bekerja di perusahaan Li F," bangga Mei Mei.
Perusahaan Li F group memang cukup terkenal. Sejajar dengan K2 Group milik Kevin. Perusahaan mereka bergerak dibidang real estat dan juga manufaktur. Li F group terkenal memiliki beberapa cabang di Asia dan Eropa. Keluarga tersebut sedikit tertutup, jadi tidak banyak yang tahu siapa pemilik Li F group. Apalagi mereka jarang terexpose.
"Hanya karyawan, bukan salah satu anggota keluarga itu, bukan?" ejek Astrid lagi.
Apa wanita ini tidak tahu bahwa Astrid tumbuh di daerah nelayan dan pasar. Tentu saja Astrid sangat berani. Sekarang saja Astrid sedikit merubah perilakunya tidak sebar-bar dulu.
"Kau!" Mei Mei bersiap-siap melayangkan tamparan ke pipi Astrid. Namun. Astrid menahanya dan menghempaskan tangan Mei Mei.
"Aku tidak peduli kau pernah bekerja di mana atau anggota keluarga siapa. Yang jelas aku lebih senior darimu di sini dan kau harus memanggilku Kakak, meskipun mungkin umurmu di atasku," hardik Astrid. Dia menatap Mei Mei dengan tajam, memberitahu Mei Mei bahwa dia bukanlah wanita yang mudah ditindas.
Lena, menarik tangan Astrid, dia lupa memberitahu Astrid bahwa Mei Mei ada hubungan kekeluargaan dengan Mr. Huang, direktur Fresh from the Sea. Bahkan Mei Mei masuk dan bekerja di sini karena rekomendasi dari Mr. Huang.
"Astrid, sudahlah, jangan berdebat lagi," bisik Lena membujuk Astrid untuk tidak mencari gara-gara dengan Mei Mei.
Mei Mei cukup mendengar bidikan Lena. "Ya, dia benar, sebaiknya kau jangan mencari gara-gara denganku, sekalipun kau bekerja lebih dulu dariku. Tapi aku memiliki power lebih darimu," ancam Mei Mei lagi. Dia memegang tangannya yang sakit akibat dihempaskan Astrid den mengenai meja.
"Aku tidak mencari gara-gara denganmu, bukankah kau yang datang dan mencari gara-gara denganku?" sindir Astrid. Dia tidak akan mau diintimidasi oleh Mei Mei.
Apa pedulinya dengan siapa Mei Mei?
🍒🍒🍒
Jangan lupa nyawer ya, besties !
Sambil nunggu aku update, silahkan mampir ke karya temanku ya!
...GODAAN RANJANG TUAN DINGIN...
Please Follow akun NT ini sekalian ig dan tik tok author ya!
Ig : lady_mermad
__ADS_1
Tiktok : lady_mermad