
Feng memasuki ruang rapat, dia memerhatikan ke sekeliling ruangan. Dia melihat kursi di samping Astrid dan Mei Mei yang kosong. Feng berjalan menuju kursi Mei Mei, dia teringat perkataan Astrid untuk tidak mengganggu dan menganggap mereka tidak saling mengenal. Jadi Feng memilih untuk duduk di samping Mei Mei, karena jika dia duduk di samping Astrid. Feng pasti tidak akan bisa menahan diri untuk tidak menyentuh Astrid.
Selama rapat, Feng tidak ingin melirik ke arah Astrid, begitupun dengan Astrid, dia mulai memasang logikanya. Tidak mungkin dia menelan ludahnya sendiri.
Selesai rapat, Feng ingin cepat saja kembali ke kantor pusat karena tidak sanggup berlama-lama bertemu dengan Astrid. Mr. Huang membujuk Feng untuk ikut mereka makan di restoran. Awalnya Feng menolak. Namun, akhirnya Feng ikut juga. Dia akan menyusul setelah pekerjaan di kantor pusat selesai.
Malam acara traktiran Mr. Huang, Feng sebenarnya malas ikut karena tidak ingin bertemu Astrid lagi. Akan tetapi, dia telah berjanji untuk datang. Feng kembali memilih duduk di tempat yang tidak dekat dengan Astrid.
Feng menolak untuk minum saat di tawari Mr. Huang dan yang lain.
"Ayolah! Mr. Li, minum juga," bujuk Bobo.
"Maaf saya tidak bisa, saya telah berjanji dengan seseorang untuk tidak minum lagi," tolak Feng.
"Wah, pasti orang tersebut sangat special," sindir Mei Mei. Feng hanya tersenyum saja menanggapi sindiran dari Mei Mei.
Astrid melirik sekilas kepada Feng, apakah orang special yang dimaksud adalah dirinya karena saat Feng mabuk. Dia berjanji untuk tidak minum lagi. Ada perasaan senang dalam diri Astrid jika Feng menjalankan janjinya.
"Bagaimanà kabar kekasih, anda, Mr. Li," tanya Mei Mei dengan lancang. Dia harus memberanikan diri untuk bertanya. Bersyukur jika ternyata Feng telah putus.
__ADS_1
"Kami telah putus," jawab Feng datar. Mei Mei tersenyum dan dalam hati berkata akhirnya punya kesempatan untuk menjadi kekasih maupun istri Feng.
"Anda yang sabar Mr. Li, mungkin kalian belum berjodoh," bujuk Me Mei.
"Anda benar," jawab Feng datar.
Sementara Astrid, merasa tertampar, kenapa dia menjadi tidak rela? Padahal dia yang meminta Feng pergi.
Mereka terus makan dan bercanda, akhirnya acara selesai. Feng pamit duluan dengan alasan dia ingin istirahat karena besok di kantor pusat banyak pekerjaan menanti.
Mei Mei meminta Feng untuk mengantarkannya pulang. Feng sebenarnya tidak suka. Namun, Mei Mei selalu membujuk, dengan terpaksa Feng mempersilahkan Mei Mei menaiki mobilnya. Astrid yang baru saja memasukan Lena ke dalam taxy melihat Mei Mei masuk ke dalam mobil Feng. Astrid hanya menarik nafas.
"Collin!" sapa Astrid, dia terkejut karena Collin datang menjemput. Astrid memang memberitahu bahwa dia ada acara makan-makan bersama rekan kerja.
Collin memberikan pelukan kepada Astrid dan menuntunnnya untuk masuk ke dalam mobil.
"Apa kau bersenang-senang?" tanya Collin.
"Lumayan!" balas Astrid.
__ADS_1
Feng menghentikan membuka pintu mobilnya, saat melihat Collin datang dan memeluk Astrid. Perhatian Collin terhadap Astrid, membuat Feng tahu bahwa mereka pasti telah menjadi sepasang kekasih.
Feng menatap, dan tidak sengaja tatapannya bertemu dengan Astrid. Feng memalingkan wajahnya, kemudian membuka pintu mobil.
"Ayo, apa yang anda tunggu, Mr. Li," ucap Mei Mei menyuruh Feng untuk masuk. Feng mulai menghidupkan mobil dan menjalankannya.
"Astrid!" panggil Collin saat melihat Astrid hanya bengong.
"Eh, ada apa?" gugup Astrid, dia takut Collin tahu bahwa dia memperhatikan Feng.
🍒🍒🍒
Jangan lupa nyawer ya, besties !
Please Follow akun NT ini sekalian ig dan tik tok author ya!
Ig : lady_mermad
Tiktok : lady_mermad
__ADS_1