
"Tidak mungkin juga, pria tampan dan mapan seperti Mr. Li tidak memiliki kekasih," tambah Lena lagi.
Astrid hanya tersenyum, karena dia bingung harus menjawab apa? Sementara dia adalah istri Feng bukan kekasihnya.
Bagaimana reaksi mereka jika tahu, bahwa dia adalah istri Feng? Terutama Mei Mei yang selalu mencoba mendekati Feng. Lagian Feng juga, kenapa suka padanya, jika dilihat-lihat Mei Mei lebih dari segalanya dibandingkan Astrid.
Kenapa Astrid menjodohkan Feng dengan Mei Mei? Tidak, meskipun, Astrid belum tahu bagaimana perasaannya kepada Feng, tetap saja Astrid seperti tidak rela.
"Ayo, semua, Mr. Huang telah menyuruh kita ke Restoran!" teriak Bobo, salah satu tim dari marketing. "Jika, ada yang mau ikut mobil saya, ikut saya." Bobo memberitanda untuk mengikutinya.
Lena dan Astrid mematikan laptop dan merapikan meja mereka.
"Kau duluan saja, notebookku tertinggal di gudang, nanti aku menyusul saja, naik bus juga bisa," ucap Astrid memberitahu Lena.
Astrid kemudiaan mencari notebooknya di gudang dia yakin meninggalkannya di sana. Astrid mencari ke seluruh ruangan termasuk ke dalam ruangan pendingin. Namun, tidak menemukan notebook itu.
Aduh dimana, sih? Jangan sampai ditemukan oleh orang yang tidak menyukainya. Habis Astrid nanti jadi bahan perundungan. Belum lagi reputasi Feng yang dipertaruhkan.
Puas mencari, Astrid tidak menemukannya. Astrid cukup terlambat menuju Restoran. Astrid melihat bahwa semua mobil telah pergi. Astrid berjalan menuju halte bus. Cukup lama dia menunggu bus tidak ada satupun bus yang lewat. Astrid masih menunggu di halte bus dengan gelisah melihat jam yang semakin bergerak. Asrid takut terlambat dan menjadi pusat perhatian karena terlambat. Sebuah mobil berhenti di depan Astrid.
"Astrid!" panggil Feng. Ternyata mobil Feng yang berhenti.
"Feng," ucap Astrid lega.
"Naiklah," tawar Feng. Astrid masuk ke dalam mobil dan memasang sabuk pengaman. "Aku pikir, kau tidak akan ikut?" Feng juga lega ternyata Astrid tidak pergi bersama Collin.
Feng telah menunggu di parkiran Restoran, bersyukur Restorannya tidak jauh dari kantor Fresh from the Sea. Saat mobil karyawan telah sampai di Restoran satu persatu, Feng tidak melihat Astrid keluar dari salah satu mobil tersebut. Feng panik, dia pikir Astrid membantah dan tetap tidak ingin ikut kemudian pergi dengan Collin.
Feng langsung keluar dari parkiran dan menuju kantor Fresh from the Sea. Berharap Astrid masih tertinggal di kantor. Nyatanya Astrid memang masih di halte bus kantor.
"Tentu saja aku ikut, bukankah kau telah mewanti-wanti agar semua untuk ikut? Akan sangat aneh jika aku tidak ikut," terang Astrid. "Apakah yang lain sudah datang?" tanya Astrid.
__ADS_1
"Ya," balas Feng singkat.
"Lalu, bagaimana kau belum di sana?" heran Astrid, bukankah ini acara yang dibuat oleh Feng?
"Aku hanya ingin memastikan kau, tidak pergi dengan Collin," jujur Feng. Astrid melirik ke arah Feng. Namun, dia hanya diam, tidak tahu mau membalas apa? Feng paham, Astrid tidak mau menjawab dan Feng menghormatinya daripada mereka bertengkar. Sebaiknya lupakan tentang Collin malam ini.
"Kita sudah sampai." Feng memasuki area parkir Restoran tempat yang telah dipesan. Astrid tidak menyadari ternyata mereka telah sampai. Astrid keluar dari mobil Feng dengan memperhatikan sekelilingnya. Dia khawatir ada yang melihat, dia bersama Feng.
"Tidak ada yang mengenal kita, bukan?" Astrid masih mengintip. Feng juga ikut keluar, dia menuju arah Astrid berdiri.
"Kenapa?"
"Tentu saja aku tidak ingin terlihat bersamamu, akan menjadi gosip hangat nantinya," sarkas Astrid. Feng kecewa, baginya tidak masalah sekarang untuk mulai memperkenalkan hubungan mereka kepada rekan kerja.
"Sebaiknya kau masuk duluan saja, nanti lima atau sepuluh menit lagi aku menyusul," usul Feng.
"Oke." Astrid memberi tanda setuju kepada Feng. Kemudian, berjalan ke dalam Restoran.
Saat di depan pintu Restoran, Astrid menyapukan pandangan ke seluruh ruangan mencari meja tim mereka. Lena melihat Astrid dan melambaikan tangannya kepada Astrid. Astrid berjalan ke sana.
"Sudahlah, Mei. Toh, Mr. Li juga belum datang," lerai Mr. Huang.
"Bersyukurlah kau, Mr. Li belum datang, akan kelihatan aneh jika ada karyawan yang belum datang, sementara dia telah datang" sindir Mei Mei lagi.
"Maaf," cicit Astrid, dia menuju tempat di samping Lena. Tempat duduk mereka adalah jenis lesehan.
"Kau tuangkan minuman untuk kami semua, karena kau terlambat," perintah Mei Mei. Astrid yang tidak ingin mencari gara-gara akhirnya menuruti perintah Mei Mei karena memang dia juga bersalah telah datang terlambat.
Feng datang, dia melihat Astrid menuangkan minuman.
"Mr. Li!" panggil Mei Mei saat melihat Feng telah berada di dekat mereka. Mei Mei berdiri dan menghampir Feng, mengajak Feng untuk duduk di dekatnya. Feng menepis secara halus, beruntung Bobo yang menyukai Mei Mei mengambil kesempatan menggeser duduknya di samping Mei Mei. Akhirnya Feng duduk di samping Astrid. Mei Mei melototkan matanya kepada Bobo, dia kesal dan menghentakan kakinya sebelum duduk di samping Bobo.
__ADS_1
"Kenapa Astrid yang menuangkan miniman?" tanya Feng, dia tidak rela Astrid melayani karyawan Fresh from the Sea.
"Oh, itu sebagai hukuman karena Astrid terlambat,." Mei Mei yang menjawab dengan maksud, untuk menjelekan Astrid di depan Feng.
"Wah, kalau begitu aku menjadi tidak enak, karena datang paling terakhir. Biar aku saja yang menuangkan minuman kepada kalian." Feng mengambil teko dari tangan Astrid kemudian menuangkan minuman kepada yang berada di sampingnya.
"Maksud saya bukan begitu, Mr. Li," gugup Mei Mei maksud hati menjatuhkan Astrid, dia justru mempermalukan diri sendiri.
"Lagian Mr. Li, bukankah, anda yang mentraktir kami jadi tidak masalah jika anda terlambat dan kami memahami kondiri anda, pekerjaan di kantor pusat pasti sangat sibuk," bela Mr. Huang, agar Mei Mei tidak terlalu merasa dipermalukan.
"Ah, tidak apa-apa, anggap saja sebagai tanda terima kasih saya karena kalin telah bekerja dengan baik." Feng masih sibuk menuangkan minuman. Mereka yang duduknya jauh dari Feng, terpaksa berdiri memberikan gelas mereka kepada Feng.
"Ayo, kita mulai makan," ajak Feng. Mereka mulai makan dengan lahap. Feng diam-diam menghimpit tangan Astrid yang berada di lantai. Astrid melirik ke arah Feng sekilas. Kebiasaan sekali Feng, tadi saat rapat dia juga melakkukan hal yang sama. Astrid hanya diam, karena tidak mau ada yang tahu.
Feng menggunakan tangan kirinya untuk makan karena tangan kanannya menggenggam tangan Astrid. Feng mengajak Bobo berbicara. Kemudian Bobo mengajak mereka untuk melakukan permainan.
"Biar tidak sepi, bagaimana kalau kita bermain truth or dare?" tawar Bobo.
"Setuju!" teriak semuanya.
🍒🍒🍒
Jangan lupa nyawer ya, besties !
Sambil nunggu aku up, silahkan mampir ke karya temanku ya besties!
...KIRANA WANITA PELAMPIASAN HASRAT...
Please Follow akun NT ini sekalian ig dan tik tok author ya!
__ADS_1
Ig : lady_mermad
Tiktok : lady_mermad