
"Apa maksudmu, bukankah kau dan Collin yang menjemput, Nenek?" heran Su Yi.
Sementara Feng yang baru mengetahui jika Astrid, menjemput Su Yi dengan Collin menjadi cemburu. Kenapa Astrid tidak mengajaknya?
"Apa kau menjemput Nenek dengan Collin, kenapa tidak mengajak aku?" kesal Feng.
"Kenapa kau marah, kau hanya asisten Mr. Kwok. Apa Selena yang memintamu, untuk melihat keadaanku?" bingung Astrid dengan tingkah laku Feng.
Apa mr. Li salah minum?
"Aku bukan hanya asisten mr. Kwok. Aku adalah--," ucapan Feng terpotong karena dokter dan perawat masuk. Su Yi yang menekan tombol darurat, karena menurutnya Astrid bertingkah aneh. Jadi sebaiknya dokter memeriksa dia. Tadinya Feng akan memberitahu Astrid bahwa dia adalah kekasihnya.
"Maaf, Tuan, kami akan kembali memeriksa pasien," ucap Dokter. Feng menyingkir dari hadapan Astrid.
"Nona, apakah kau mengenal dua orang ini?" tanya Dokter kepada Astrid.
"Ya, Nenek dan mr. Li," jawab Astrid.
"Kenapa kau selalu memanggilku dengan sebutan mr. Li?" kesal Feng.
"Lalu, aku harus memanggilmu apa? Feng? Itu akan terdengar tidak sopan," jawab Astrid membela diri.
Dokter merasa aneh, bukankah pria yang bernama Feng ini membawa wanita ini kemarin. Dokter ingat si pria mengaku sebagai suaminya. Lalu, kenapa sekarang Astrid seperti kaku atau tidak akrab dengan suaminya?
"Sebaiknya kami akan merujuk pasien ke psikiater," saran Dokter.
"Kenapa, Dok?" serentak Feng. Astrid dan Su Yi.
"Dokter pikir saya gila?" bentak Astrid tidak terima, dalam pikirannya orang yang menemui atau diperiksa oleh psikiater adalah orang yang memiliki gangguan jiwa.
__ADS_1
"Tidak, hanya saja, saya curiga, anda melupakan beberapa ingatan anda," jelas Dokter. "Bisa, kita berbicara di kuar sebentar, Tuan?" Dokter langsung keluar dan diikuti Feng. Astrid heran kenapa Dokter berbicara dengan Feng? Jika itu masalah dirinya. Seharusnya dokter berdiskusi dengan neneknya sebagai wali Astrid.
Feng dan Dokter telah berada di luar kamar Astrid.
"Ada apa, Dok?" cecar Feng begitu mereka berada di luar.
"Seperti yang saya katakan tadi, saya curiga istri anda mengalami lupa ingatan," ujar Dokter.
"Maksud, Dokter, istri saya amnesia?" heran Feng.
"Bagian dari amnesia. Namun, bukan amnesia penuh. Saya tidak bisa menjelasknanya lebih rinci, sebaiknya, anda mengisi formulir prosedurnya di bagian administrasi," ucap dokter.
Setelahnya Dokter meninggalkan Feng. Feng menuju tempat administrasi sesuai petunjuk dari Dokter. Setelah mengisi data, Feng kembali ke kamar Astrid, membawa kursi roda.
"Katakan, Nek, kenapa Mr. Li ada di sini?" desak Astrid. Feng yang bersiap untuk membuka pintu, menghentikan tangannya. Dia penasaran dengan apa yang dibicarakan Astrid dan Su Yi.
Tingkah Astrid sangat aneh, dia seperti tidak mengenal Feng? Dan tidak merasa pernah memiliki anak?
"Collin kenapa tidak datang untuk menjengukku?" Feng semakin cemburu saat Astrid menyebut nama Collin.
"Mungkin dia sangat sibuk," jawab Su Yi asal.
Setelah perawat mengganti infus Astrid, dan keluar dari kamar rawat inap Asrid. Astrid langsung mencecar Su Yi dengan pertanyaan kenapa Feng ada di sini?
Astrid merasakan bahwa perhatian Feng kepadanya sangat berbeda.
Feng mengetuk pintu, agar Nenek dan cucu tersebut tidak berdebat lagi. Feng mendorong kursi roda.
"Katakan Mr. Li, kenapa kau sangat repot-repot mengurusku, bukankah kau punya banyak pekerjaan sebagai asisten mr. Kwok? Atau salah satu menjagaku bagian dari perintah Mr. Kwok?" ejek Astrid.
__ADS_1
Astrid sendiri entah kenapa dia begitu tidak menyukai Feng. Ada perasaan dimana Astrid merasa, dia harus menghindari Feng karena akan membuat dirinya dalam bahaya.
"Sebaiknya, nanti saja kita bicarakan, sekarang kau harus melakukan rangkaian test lain bersama psikiater." Feng menggendong Astrid dan mendudukannya di kursi roda. Feng ingin memeluk Astrid. Namun, dia tidak ingin membuat Astrid semakin membencinya, sepertinya Astrid belum menyadari bahwa dia masuk rumah sakit karena keguguran.
Su Yi hanya memperhatikan mereka, Su Yi pun dapat merasakan kekecewaan Feng. Su Yi sempat melihat Feng berada di pintu mendengarkan prmbicaraan mereka. Pasti Feng merasa cemburu.
Mereka menuju ruangan psikiater, asisten psikiater membawa masuk Astrid, sementara Feng menunggu diluar. Cukup lama Astrid diperiksa, Astrid dibawa keluar oleh perawat. Perawat memberitahu bahwa besok siang hasilnya akan keluar.
Feng membawa Astrid, kembali ke kamarnya. Astrid hanya diam, saat diperiksa tadi Astrid baru mengetahui bahwa dia masuk rumah sakit karena keguguran.
Astrid mencuri pandang kepada Feng, saat Feng menggendongnya kembali ke brangkar.
"Bagaimana?" tanya Su Yi penasaran.
"Hasilnya besok siang baru akan keluar," jawab Feng.
"Nenek, Apa aku hamil?"
🍒🍒🍒
Jangan lupa nyawer ya, besties !
Sambil nunggu Feng dan Astrid up, silahkan mampir ke karya teman author ya. Wajib mampir dan tinggalkan jejak 🔪🔪 ( author maksa )🤭
...TEMAN RANJANG SAHABAT IBUKU...
Please Follow akun NT ini sekalian ig dan tik tok author ya!
__ADS_1
Ig : lady_mermad
Tiktok : lady_mermad