
Satu bulan berlalu sejak kejadian kebersamaan Astrid dan Feng. Astrid bekerja seperti biasa, dia telah memblokir nomor Feng dan selalu menghindari Feng. Beruntung Feng tidak pernah datang lagi ke kantor Fresh from the Sea. Biasanya minimal dua kali seminggu, Feng pasti ke kantor Fresh from the Sea. Astrid memang menghindari Feng, karena dia merasa malu dengan kejadian itu. Dia merasa seperti gadis murahan. Hal itu yang membuat Astrid menghindari Feng, bukan karena yang lainnya.
Karyawan Fresh from the sea, belum diberitahu tentang pengunduran diri Feng.
Pagi ini Astrid bangun dan merasakan perutnya bergejolak. Dia terburu-buru ke kamar mandi dan mengeluarkan isi perutnya.
Astrid berpikir apa yang salah, dia hanya memakan dim sum buatan Su Yi semalam. Itupun permintaan Astrid sendiri yang entah mengapa dia ingin makan dim sum yang dibuat oleh Su Yi.
Wanita itu keluar dari kamar mandi, dia membuka lemari pakaian, memilih-milih pakaian yang akan dikenakannya ke kantor. Sibuk memilih pakaian, Astrid kembali merasakan perutnya berguncang dan dia berlari lagi ke dalam kamar mandi, memuntahkan kembali isi perut, padahal Astrid belum sarapan. Berulang kali kejadian itu berlangsung, Astrid menjadi kehabisan tenaga.
Astrid membuka jendela kamarnya, membiarkan udara pagi dari pantai masuk ke dalam kamar. Bulan beransur meninggalkan cakrawala, cahaya jingga mulai menampakkan diri. Lampu-lampu jalan sekitar pantai masih menyala. Tentu saja hari masih pukul 5.30 pagi. Namun, dapat Astrid lihat beberapa nelayan telah kembali dari laut. Ada kalanya Astrid kembali melaut bersama nenek maupun Selena, tapi itu tidak mungkin karena kondisi Su Yi sudah sangat tua dan Selena, tidak mungkin
Astrid menghirup udara pantai, membuat pikirannya rileks, tanpa sadar Astrid mengelus perutnya dan itu terasa nyaman. Setelah bulan benar-benar menghilang dan cahaya matahari tidak lagi malu-malu. Astrid beranjak dari jendela dan menuju kamar mandi. Dia bersiap-siap untuk ke kantor. Astrid memilih-milih pakaian yang pas. Dia turun ke bawah, Su Yi telah menyiapkan sarapan untuk mereka.
"Selamat pagi, Nenek!" sapa Astrid, dia melihat apa yang dimasak Su Yi.
__ADS_1
Su Yi tengah membuat mie goreng untuk sarapan pagi mereka. Tiba-tiba Astrid tidak menyukai aroma mie goreng tersebut. Dia berlari menuju kamar mandi yang berada di lantai bawah. Astrid memuntahkan kembali isi perutnya. Su Yi merasa heran dengan apa yang terjadi kepada Astrid.
"Astrid! Kau baik-baik saja?" Su Yi menuju ke arah Astrid. Dia menggosok leher Astrid.
"Entahlah, Nek, dari pagi tadi aku merasa tidak enak badan," terang Astrid.
"Apa kau begadang tadi malam?" selidik Su Yi. Gejala Astrid mirip kejadian dulu saat Astrid hamil.
"Tidak, aku tidak apa-apa, hanya bau masakan Nenek, aku tidak suka," elak Astrid.
"Lalu bagaimana dengan mie ini?" Su Yi telah membuat cukup banyak. Siapa yang akan menghabiskannya.
"Nenek berikan saja kepada Collin," jawab Astrid asal. Dia memakan roti dan mengambil susu didalam kulkas.
Su Yi heran, tidak biasanya Astrid akan meminum susu?
__ADS_1
"Astrid, bagaimana dengan menstruasimu?"
🍒🍒🍒
Jangan lupa nyawer ya, besties !
Sambil nunggu aku up, silahkan mampir ke karya temanku ya!
Please Follow akun NT ini sekalian ig dan tik tok author ya!
Ig : lady_mermad
Tiktok : lady_mermad
__ADS_1