
Setelah Feng menghentikan kegiatan mereka dan meninggalkan Astrid dengan bingung di atas ranjang. Astrid berpikir dia seperti wanita murahan yang tergoda dengan sentuhan yang diberikan oleh Feng. Padahal Astrid mencintai Collin. Namun, mengapa dia menikmati sentuhan Feng? Apa yang salah dari dirinya?
Astrid menggeser tubuh dan tidur di sisi ujung ranjang, menutupi tubuh dengan selimut hingga kepalanya. Dia merasa malu dan terhina. Akan tetapi, Astrid bersyukur jika Feng tidak melanjutkannya. Jika mereka melanjutkannya, mungkin Astrid akan menyesalinya.
Astrid merasakan pergerakan di sisi ranjang yang lain. Sepertinya Feng telah kembali, Astrid berpura-pura untuk tertidur karena dia malu untuk bertatap muka dengan Feng.
Akhirnya Astrid tertidur, pagi hari Astrid terbangun, dia tidak melihat Feng tertidur di sampingnya. Astrid turun dari ranjang dan melihat pakaiaannya. Ternyata pakaiaannya tidak ada lagi di lantai. Astrid melihat ke dalam kamar mandi. Siapa tahu ada di sana. Tidak ada, dimana pakaiaanku?
Pintu kamar terbuka dan Feng masuk dengan beberapa paper bag. Astrid memperhatikan Feng.
"Aku membawakan handuk dan beberapa pakaiaan kering, juga ada sepatu." Feng mendekati Astrid dan menyerahkan paper bag tersebut.
Astrid ragu untuk menerimanya, Feng mengambil tangan Astrid dan memberikan paper bag ke tangan Astrid. "Mandi dan pakailah, nenek telah menunggu kita untuk sarapan," ujar Feng memberitahu.
Sepertinya Feng juga telah mandi dan berganti pakaiaan. Feng keluar dari kamar dan turun ke bawah. Astrid kemudian mandi dan memakai pakaiaan yang dibelikan oleh Feng. Astrid turun ke bawah di sana dia melihat Feng yang membantu Su Yi memasak. Mereka bahkan bercanda dan tertawa. Astrid tersenyum melihat mereka, ada perasaan bahagia di hatinya.
Feng melihat ke belakang dan ternyata Astrid sudah turun.
__ADS_1
"Astrid, kau telah datang, ayo dudukndi sini." Feng menuntun Astrid di kursi makan. Feng bahkan memasangkan celemek di depan Astrid.
Astrid memandang Feng yang memerhatikan dan memerlakukannya dengan special, membuat perasaan Astrid menjadi terharu dengan perlakuan Feng.
"Sebaiknya aku juga membantu kalian," tawar Astrid, dia bangkit dari kursi dan menghampiri Feng dan Su Yi.
"Kau baru sembuh, jadi duduk manis saja," tolak Feng.
"Aku sudah merasa sedikit baik, dan lebih baik aku mulai bergerak." Astrid mulai mengambil piring untuk di tatanya di meja makan.
Feng ingin melarang Astrid. Namun, Su Yi memberilirikan larangan kepada Feng untuk membiarkan Astrid membantu mereka. Mereka bekerja dengan ceria. Sambil sesekali tertawa karena lelucon dari Feng maupun dari Su Yi.
"Apa tidak sebaiknya kalian mengulang untuk menikah lagi," usul Su Yi ditengah-tengah makan mereka.
Astrid dan Feng menjadi tersedak dengan saran mendadak dari Su Yi. Feng senang saja dengan usulan tersebut. Hanya saja dia takut kecewa karena penolakan Astrid.
Feng melirik ke arah Astrid. Sementara Astrid. Hanya diam mendengar ucapan Su Yi.
__ADS_1
"Kenapa kalian diam?" tanya Su Yi lagi. Su Yi sengaja meminta ulang menikah karena sebenarnya mereka belum menikah. Berharap setelah usulannya ini Feng dan Astrid menikah sungguhan.
"Aku dengan senang hati akan mengulang kembali mengucapkan janji pernikahan kami bahkan jika Astrid mengizinkan kami akan segera mendaftarkan pernikahan kami," jrlas Feng, dia memotong roti dan memasukannya ke dalam mulutnya.
"Bagaimana denganmu, Astrid?" tanya Su Yi. Dia memandang ke arah Astrid. Begitupun dengan Feng. Berharap Astrid menyetujui ide Su Yi tersebut.
🍒🍒🍒
Jangan lupa nyawer ya, besties !
Sambil nunggu Author up, silahkan mampir ke karya temanku ya!
...TERTATIH MENCINTAIMU...
Please Follow akun NT ini sekalian ig dan tik tok author ya!
__ADS_1
Ig : lady_mermad
Tiktok : lady_mermad