One Night Only

One Night Only
Masih Mencintai Collin


__ADS_3

"Aku ingat kejadian di sini," ujar Astrid.


Seketika Feng mulai cemas, apakah Astrid telah mendapatkan ingatannya kembali tentang mereka? Feng ketakutan, jika Astrid ingat tentu Astrid akan membencinya. Dan Feng akan kehilangan Astrid untuk selama-lamanya.


Feng terdiam, tidak berani untuk mengatakan apapun. Dia hanya berharap Astrid memaafkannya dan memberi Feng kesempatan untuk mereka kembali bersama. Feng telah berjanji kepada dirinya sendiri dan juga Su Yi bahwa dia akan membahagiakan Astrid.


"Maafkan aku, jangan membenciku. Kau tahu, aku sangat mencintaimu," mohon Feng.


"Kenapa kau minta maaf?" heran Astrid. "Aku ingat kejadian erotis yang kita alami di sini dan terbawa suasana," ujar Astrid tersipu malu.


Feng merasa lega karena ternyata yang Astrid ingat hanya sesi bercinta mereka di sini. Namun, Feng tidak bisa terus-terusan seperti ini. Cepat atau lambat pasti Astrid akan mendapatkan ingatannya kembali.


"Aku lega, maukah kau memberiku kesempatan?" Feng mendekati Astrid kembali dan memeluknya. "Aku berjanji, akan menjadikanmu, prioritas utamaku. Apapun yang kau inginkan sedapat mungkin aku penuhi. Meski aku bukan raja, tapi, aku akan membahagiakanmu dengan cara sederhana." kata-kata Feng membuat hati Astrid menjadi sejuk seperti padang pasir yang diberi hujan.


Astrid kembali mengingatkan dirinya bahwa bukan Feng pria yang diinginkannya melainkan Collin.


"Maafkan aku, jika aku melupakanmu. Hanya saja aku masih mencintai Collin." Astrid mengurai pelukan Feng.


Feng menatap dengan kecewa, Astrid hanya melihat Collin sebagai pria yang dicintainya. Kapankah Astrid akan melihat Feng sebagai pria yang dicintainya? Karena memang Feng tidak pernah tahu bagaimana perasaan Astrid padanya dulu?


Apakah Feng harus menyerah? Tidak dia tidak akan menyerah waktunya sebulan untuk membuat Astrid mencintainya. Dan Feng akan melakukan apapun sekuat tenaga untuk membuat Astrid hanya mencintainya dan melupakan Collin.


"Aku akan memberimu waktu, dan satu bulan ini aku akan tetap membuatmu jatuh cinta padaku. Berikan kesempatan yang sama padaku untuk bisa bersama denganmu. Hari ini datanglah ke acara nanti malam. Aku lakukan itu hanya untuk bisa bersamamu. Jika kau ingin menonton, pergilah denganku." Feng mengelus pipi Astrid kemudian pergi meninggalkan Astrid.


Astrid merasakan perih saat Feng mengatakan semua itu. Astrid menahan air mata yang akan keluar. Dia sedih melihat Feng menatapnya dengan kecewa. Namun, di sisi lain insting Astrid masih takut untuk mengingat Feng.


Sebenarnya hal buruk apa? Sehingga Astrid sendiri seperti takut untuk mengingat Feng.


Astrid menghapus air mata yang akhirnya tetap keluar meskipun sekuat tenaga Astrid menahannya. Astrid melanjutkan pekerjaannya mencoba mengalihkan pikirannya dari Feng dengan menyibukan diri pada pekerjaan.


Saking terlenanya dalam pekerjaan, Astrid bahkan tidak menyadari bahwa waktu telah menunjukan untuk makan siang. Astrid kembali ke meja kerjanya. Dia melihat Lena melambaikan tangan padanya.

__ADS_1


"Ini makan siang untukmu," tawar Lena. Astrid sedikit bingung karena dia belum memesan untuk makan siangnya.


"Dari siapa?" tanya Astrid.


"Mr. Li mentraktir kita makan siang sebelum dia kembali ke kantor pusat," jelas Lena. "Ayo, yang lain telah selesai makan, aku rasa pantry sudah mulai sepi," ajak Lena, menarik tangan Astrid agar mengikutinya ke pantry.


Astrid hanya pasrah ditarik tangannya oleh Lena. Mereka sampai di pantry, Astrid dan Lena membuka bungkusan makanan mereka. Astrid dan Lena memakan makanan dengan cepat karena waktu istirahat mereka akan segera berakhir.


"Jadi Mr. Li telah pergi?" ada kekecewaan Astrid karena Feng tidak lagi berada di kantir Fresh fro the Sea.


"Ya, lagian ini malahan hari terlama dia di sini. Biasanya dia tidak pernah lama. Selesai meeting, dia akan langsung pergi ke kantor pusat," terang Lena. Dia menutup makanan dan membuangnya ke dalam tong sampah.


Lena mengambil minuman, satu untuknya dan satu lagi buat Astrid. Astridpun telah selesai makan, dia meminum air yang diberikan Lena.


"Ayo, kita kembali ke tempat, sebelum ada yang kepo dan menganggap kita tidak bekerja," bujuk Astrid. Astrid menarik tangan Lena dan mengajaknya kembali ke dalam ruangan mereka.


Astrid memasukan data hasil stock gudang yang telah dia periksa tadi ke dalam laptop. Mei Mei masuk ke ruangan tim gudang dan logistik dengan sok cantik.


Semua tim gudang dan logistik melihat ke arah Mei Mei. "Apa, berita baguskan?" tanya seorang rekan Astrid..


"Saya telah di minta Mr. Li untuk membooking tempat dan lokasi acara kita nanti malam adalah di daerah pecinan," bangga Mei Mei karena dia dipercaya oleh Feng untuk memesan tempat.


"Wah seru, Astrid sejak kau masuk kita mengalami keberuntungan," puji rekan kerja Astrid. Mendengar pujiaan si pria kepada Astrid membuat Mei Mei cemburu.


"Aku rasa itu bukan karena Astrid," tolak Mei Mei dengan bahasa tidak bersahabat. Dia tidak terima jika Astrid dipuji.


"Apa kau cemburu kepada Astrid?"


"Cemburu? Untuk apa, dia bukanlah sainganku. Levelnya sangat jauh," ejek Mei Mei.


Astrid hanya diam mengabaikan perkataan dan perlakuaan seenaknya dari Mei Mei. Daripada meladeni wanita kurang kerjaan. Sebaiknya Astrid menyibukan diri menyelesaikan pekerjaanya.

__ADS_1


Mei Mei yang merasa diabaikan, akhirnya pergi dari sana. Astrid melirik ke arah Mei Mei yang berjalan pergi. Lega karena Mei Mei tidak meneruskan untuk mencari gara-gara denganya.


"Syukurlah dia pergi!" lega Lena. Ternyata tidak hanya Astrid yang tidak suka dengan Mei Mei.


"Benar, jadi kita bisa bekerja tanpa gangguan dan sikap bossynya yang menyebalkan," ejek Astrid membuat Lena tertawa.


"Ternyata kau parah juga," sindir Lena. "ngomong-ngomong tadi saat di gudang, apa kau bertemu Mr. Li?" tanya Lena.


Jantung Astrid berdetak dengan kencang, mengapa Lena bertanya? Apa dia melihat kejadian di ruang pendingin? Saat dia dan Feng berciuman. Astrid mencoba menetralkan perasaannya, agar biasa saja seperti tidak terjadi apa-apa.


"Tentu saja aku bertemu dengan Mr. Li karena aku sedang memeriksa stock," jawab Astrid sambil tersenyum menutupi kegugupannya. "Kenapa kau bertanya?" Astrid memutar kursi agar menghadap ke arah Lena dan mengintip dari balik pembatas meja mereka.


"Tidak apa-apa, hanya saja tadi aku berpapasan dengannya saat dia keluar dari gudang. Wajahnya sedikit kelihatan sedih dan dia berjalan dengan cepat meninggalkan kantor," terang Lena. Membuat Astrid semakin bersalah. "Apa dia bertengkar dengan kekasihnya? Eh tapi apakah Mr. Li memiliki kekasih? Jika ya, akan membuat wanita di sini patah hati terutama Mei Mei," nada ejekan keluar dari mulut Lena.


"Mungkin saja," jawab Astrid mencoba untuk bersikap biasa.


"Tidak mungkin juga, pria tampan dan mapan seperti Mr. Li tidak memiliki kekasih," tambah Lena lagi.


🍒🍒🍒


Jangan lupa nyawer ya, besties !


Sambil nunggu aku up, silahkan mampir ke karya temanku ya!


...REWRITE OUR DESTINY...



Please Follow akun NT ini sekalian ig dan tik tok author ya!


Ig : lady_mermad

__ADS_1


Tiktok : lady_mermad


__ADS_2