
"Benarkah?" meskipun penasaran dengan keputusan Astrid. Feng tidak ingin merusaknya.
Sementara Astrid menerima karena berpikir Su Yi ingin melihatnya menikah. Belum lagi entah mengapa Astrid merasa cemburu saat Mei Mei yang cantik merayu Feng. Padahal Astrid masih mencintai Collin. Entahlah Astrid benar-benar dibuat bingung dengan perasaannya sendiri. Toh, dia tidak akan mendaftarkan pernikahan mereka, jadi Astrid masih bisa untuk membatalkan pernikahan nantinya.
"Ya, jangan bertanya apa-apa, karena aku takut untuk berubah pikiran lagi," larang Astrid. Feng menghormati keputusan Astrid. Refleks Feng memeluk dan mencium pipi Astrid. "Terima kasih," senang Feng. "Kau ingin pernikahan seperti apa?" tanya Feng.
"Tidak perlu resepsi, cukup menikah secara agama saja," balas Astrid.
"Apa kau mau membeli gaun pengantin?" tanya Feng lagi.
Astrid menimbang apakah dia akan memakai gaun pengantin atau cukup gaun biasa yang dia miliki?
"Mungkin kita bisa melihat beberapa gaun," putus Astrid. Feng tersenyum, dia tidak percaya jika Astrid akhirnya mau menikahinya.
"Apa kau mau nonton midnight denganku?" tawar Feng.
"Tidak, aku sedang tidak ingin menonton. Sebaiknya kita pulang saja," putus Astrid. Dia tidak ingin nanti teringat dengan ajakan Collin.
Feng kembali mengendarai mobil menuju apartment mereka. Sesampai di Apartment, Astrid langsung masuk ke dalam kamarnya dan menutup pintu tanpa kata-kata.
Feng membiarkannya saja. Baginya yang penting Astrid telah setuju bahwa untuk menikahinya.
***
Feng dan Astrid memberitahu Su Yi bahwa mereka akan menikah weekend ini. Astrid menimbang apakah dia harus memberitahu Collin. Setelah menimbang dengan baik akhirnya Astrid memutuskan untuk tidak memberitahu Collin.
Di hari H, Collin justru mengetahuinya dari Su Yi bahwa Astrid akan menikah pagi ini. Collin baru saja pulang bekerja.
"Apa? Menikah? Nenek yakin mereka akan menikah hari ini?" Collin tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.
"Ya, sebentar lagi mereka akan menjemputku," jawab Su Yi. Dia telah memakai pakaian tradisional.
"Kenapa, Astrid tidak memberitahuku?" kecewa Collin. Dia berharap masih punya harapan dengan hubungannya denga Astrid.
Apakah--walau bagaimanapun ternyata Astrid tetap akan jatuh cinta kepada Feng?
"Memangnya, kau tidak tahu?" Su Yi pun heran, dia pikir Collin telah tahu makanya dia mengajak Collin. Pantasan saja Collin terkejut saat mendengar Astrid akan menikahi Feng.
__ADS_1
"Tidak," jawab Collin memelas dan kecewa. Dia tidak mendapatkan Selena dan sekarang Astridpun tidak dia dapatkan.
Mobil Feng berhenti tepat di depan rumah. Astrid keluar dengan pakaiaan pengantin putih sederhana, rok pendek mengembang. Namun, elegan. Dia terlihat sangat cantik. Fengpun tidak kalah tampannya. Astrid memasuki rumah Su Yi, dia terkejut saat melihat Collin berada di sana. Sebenarnya, Astrid tidak ingin Collin tahu bahwa dia akan menikahi Feng.
Feng sendiri masih di luar, dia memeriksa ban mobil karena tadi dia merasa bahwa mereka menginjak sesuatu.
"Co--lin!" cicit Astrid, dia jelas terlihat gugup dan menjadi ragu. Apalagi Collin menatapnya dengan kecewa.
"Apa ini Astrid?" tanya Collin menahan amarah yang memuncak. Bagaimana Astrid tega tidak memberitahunya bahwa dia akan menikahi Feng. Collin melihat penampilan Astrid yang cantik dengan gaun pengantin yang pas di tubuhnya serta seikat bunga yang dia pegang di tangannya.
"Collin, aku bisa jelaskan, aku harus menikahi Feng," ujar Astrid mulai menjelaskan.
"Kenapa kau harus menikahinya? kau telah keguguran, jadi tidak wajib lagi bagi Feng untuk menikahimu?" marah Collin.
"Apa maksudmu? Bukankah kami memang telah menikah? Dan sekarang aku hanya perlu menikahinya agar Nenek kembali melihatku menikah," terang Astrid.
"Kalian belum menikah, Astrid, ingatlah ini adalah kesalahan. Kau jangan menikahinya. Kau bisa terluka nanti," bujuk Collin.
Astrid menjadi ketakutan kembali, dia ingat instingnya yang mengatakan bahwa dia harus menjauhi Feng karena akan membuatnya terluka. Sama dengan apa yang dikatakan Collin.
Astrid memandang Su Yi, berharap minta penjelasan. Su Yi bingung karena dia memang membantu Feng dan ikut membohongi Astrid.
"Astrid, Feng tidak menginginkan anak yang kau kandung, makanya kau ingin pergi dari hidupnya, dia tidak pernah ingin menikahimu," lanjut Collin, dia berusaha meyakinkan Astrid.
"Apa?" Astrid gemetaran menahan kekecewaan. "Kenapa, Nenek berbohong padaku?" marah Astrid.
"Astrid, Nenek, memang tidak tahu apa yang terjadi dengan hubunganmu dan Feng. Tapi, yang Nenek lihat adalah dia sangat mencintaimu," bela Su Yi.
"Nenek tidak melihat, bagaimana perlakuan Feng kepada Astrid dulu," bantah Collin. "Astrid hampir depresi, Nek." Collin juga ingin meyakinkan Su Yi.
"Ceritakan tentang yang kau ketahui," pinta Astrid.
"Sekitar satu bulan yang lalu, kau kesini dalam keadaan bingung dan aku tidak sengaja menemukan hasil USGmu. dan kau jujur mengatakan bahwa kau memang hamil, kau bahkan hanya bilang bahwa pria itu tidak mau menikahimu dan aku menawarkan diri akan menikahimu. Sampai akhirnya aku tahu bahwa pria itu adlah Feng. Ingatlah Astrid, Feng tidak ingin menikahimu dan dia tidak pernah mengingnkan anak," bujuk Collin.
"Apa yang kau katakan pada Astrid? Siapa yang mengatakan aku tidak ingin menikahi Astrid dan tidak ingin memiliki anak denganmya?" hardik Feng yang telah tiba di dalam dan mendengar bagian menikahi dan Collin menyebut tentang Feng yang tidak menginginkan anak.
"Bukankah, itu benar," ejek Collin.
__ADS_1
Feng melihat Astrid yang hancur dan berurai air mata.
"Astrid percayalah, jika wanita itu kau, pasti aku akan menikah denganmu dan memiliki anak yang banyak. Aku akui dulu bahwa prinsipku memang tidak ingin menikah, tapi, setelah berrtemu denganmu, aku berubah dan aku akan sangat senang untuk menikahimu," bujuk Feng, dia mencoba menyentuh Astrid. Namun, ditepis oleh Astrid.
"Jangan menyentuhku, kau pasti berbohong, dasar pembohong!" murka Astrid.
"Astrid!" Feng masuh mencoba membujuk Astrid.
"Jika kau bukan pembohong, katakan, apakah kita telah menikah sebelum ini?" tantang Astrid.
"Maafkan aku, percayalah, aku melakukannya karena aku mencintaimu," bela Feng.
"Katakan yang sebenarnya, Feng! Apakah kita telah menikah?" hardik Astrid. Dia menatap Feng dengan nyalang.
"Kita memang belum menikah," cicit Feng.
"Teganya kau membohongiku!" murka Astrid. Dia memukul Feng dengan membabibuta, Feng hanya pasrah dengan apa yang dilakukan Astrid. Dia tahu dia salah, seharusnya dia mrlupakan prinsipnya untuk tidak menikah secepatnya saat dia mengenal Astrid dan mulai mencintainya.
"Astrid!" panggil Su Yi. Dia juga merasa bersalah karena membantu Feng berbohing.
"Aku tidak ingin bertemu denganmu lagi. Aku akan mengambil barang-barangku yangbada di apartmentmu nanti. Jika kita berjumpa di kantor, anggap saja kita tidak saling kenal dan hanya sebagai rekan kerja," putus Astrid.
"Kau harus tahu bahwa aku melakukan smeuanya karena aku sangat mencintaimu,"
🍒🍒🍒
Jangan lupa nyawer ya, besties !
Sambil nunggu up, silahkan mampir ke karya temanku ya besties !
...ISTRI RASA DEPKOLEKTOR...
Please Follow akun NT ini sekalian ig dan tik tok author ya!
Ig : lady_mermad
__ADS_1
Tiktok : lady_mermad