Pacarku Bos Geng Di Sekolahku

Pacarku Bos Geng Di Sekolahku
Kegep


__ADS_3

Pengakuan Baby dengan nada yang cukup tinggi membuat Fania semakin curiga.


Dia menduga ada keterlibatan baby teman sebangkunya itu. Jika tidak, mengapa bisa surat kaleng yang begitu banyak berada didalam lacinya dan tak pernah ketahuan.


Fania akhirnya berinisiatif untuk mengecek kelakuan Baby. Setiap hari saat jam istirahat Fania sengaja bersama baby atau bahkan mengajak baby untuk pergi bersama.


Alhasil tak ada waktu bagi Baby untuk meletakkan surat-surat fans clubnya karena Fania selalu berada disekitarnya. Saat datang pagi, Fania selalu lebih dulu tiba daripada Baby.


Satu-satunya jalan Baby adalah menyimpan suratnya sesuai jam pulang sekolah atau setelah les tambahan.


Fania ingin sekali menjebak Baby. Karena semenjak ia selalu bersama Baby, sampai detik ini dia belum menerima satu surat kaleng didalam lacinya.


Hari ini seusai les tambahan Fania sengaja tak pulang bersama.

__ADS_1


"Baby.. gue balik duluan ya! soalnya gue udah ditungguin nyokap di depan sekolah!" ucap Fania agar tak membuat Baby curiga.


Fania keluar ruangan kelas meninggalkan Baby yang masih asik ngobrol dengan teman-teman lainnya. dia menunggu Baby beraksi diruang kelas sebelah.


Baby menunggu hingga semua anak-anak keluar dan pulang. Hari itu sudah sangat sore, karena Fania sudah pulang lebih dulu. Itu adalah kesempatannya untuk menyimpan surat kaleng ancaman didalam laci milik Fania.


Akhirnya tinggal bertiga di dalam kelas, Baby, Angel dan Lucy. Namun Lucy dan Angel berpamitan lebih dulu. Tinggal Baby seorang diri berada didalam ruangan.


Fania mengintip kelakuan busuk Baby dari kelas sebelah. Ia menunggu momen hingga Baby meletakkan semua surat didalam Lacinya.


Baru saja surat itu disimpan didalam laci, Fania langsung bertepuk tangan melihat aksi Baby.


"Oohhh jadi ini kelakuan busuk lo ya! Lo adalah biang kerok dari surat-surat itu. Gue udah curiga sejak gue tanya tentang siapa yang naro surat-surat itu jawaban lo udah mencurigakan," ucap Fania sambil menghampiri Baby dan mengambil surat itu lalu melemparkannya ke wajah Baby.

__ADS_1


"Lo pura-pura baik sama gue, padahal gue udah anggap lo temen. Tapi apa kelakuan loh? hah? lo nusuk gue dari belakang. Kalau aja lo nggak kegep kayak gini? pasti terus-terusan lo akan teror gue," kata Fania dengan kesal.


Baby hanya terdiam tak berkutik. Nyalinya menciut setelah kegep oleh Fania. "Guee.. gueee," Baby terbata-bata ingin membalas ucapan Fania.


"Gue apa? loe kenapa? jelasin sama gue semua apa maksudnya ini!!!" tegas Fania.


"Gue hanya nuruti anak-anak lain Fan. Gue diancam sama mereka. Kalau gue nggak ngasih surat ini, besoknya gue bakal dipukulin," dalih Baby membuat Fania terkejut.


Fania tak mau percaya dengan ucapan Baby begitu saja. Lagi-lagi gelagat Baby sangat aneh. Tidak ada ekspresi ketakutan saat ia mengatakan alasannya pada Fania.


"Gue nggak percaya sama lo! Udah jelas elo pelakunya! jangan playing victim lo! gue sengaja beberapa hari ini bareng lo, pengen tau adalagi nggak surat yang gue terima saat gue selalu sama lo!" ketus Fania.


Baby terus memikirkan alasannya agar Fania mau percaya padanya. Dia sampai kebingungan apalagi yang harus dikatakan. "Gue serius Fan!! Gue disuruh, bukan gue yang bikin surat-surat ini," ucap Baby menyakinkan Fania.

__ADS_1


"Mulai besok gue nggak mau sebangku sama lo lagi! kan udah gue jelasin berkali-kali! gue nggak ada hubungannya sama yang namanya Johan Satria itu!!" ujar Fania yang jengkel dan meninggalkan Baby seorang diri didalam kelas.


__ADS_2